MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 60


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Permisi tuan, nona ini minumannya" pelayan datang ketaman untuk membawa minuman dan juga cemilan.


"Terikamasih pak" jawab Via.


"Sama-sama nona" ucap pelayan itu sambil meletakkan gelas diatas meja. setelah selesai dengan tugasnya pelayan itu kembali melanjutkan tugasnya.


Derson dan Via mengahbiskan waktu ditaman sampai jam 12 siang, keduanya mengobrol seputaran kehidupan sehari.


"Lily kok belum pulang ya?" tiba-tiba Derson mengingat adik kesayangannya itu yang ia belum lihat dari tadi pagi.


"Mungkin dia masih rindu dengan mama" jawab Via sambil meminum minumannya.


"Kamu tunggu aku disini ya sayang, aku mau suruh James menjemput Lily dulu" ucap Derson lalu beranjak dari duduknya menuju kamar James.


Sesampainya didepan kamar James Derson langsung membuka kamar itu, dengan jelas Derson melihat sepasang suami istri itu sedang berada didalam selimut sambil mengeluarkan suara aneh menurut Derson.


Karena merasa malu Derson kembali menutup pintu itu dan turun dari lantai dua menuju taman depan.


"Mungkin Lily sudah pulang tadi pagi dan langsung tidur lagi makanya aku tidak ada melihatnya" batin Derson sambil melanjutkan jalannya.


Sedangkan dikamar James saat ini Lily yang usil mengganggu James yang sedag tidur dan Derson merasa mereka sedang melakukan ritual suami istri.


"Achhh lily" ucap James kala Lily mencubit pinggang James supaya bangun dari tidurnya.


"Enak nggak kak?" tanya Lily lagi membuat James kesal.


"Kak kayaknya ada yang membuka pintu tapi kok pintunya tutup lagi? siapa yang datang?" tanya Lily sambil memperhatikan pintu


"Nggak ada yang datang kuping mu aja yang salah dengar" jawab James dan kembali menutup matanya.


"Kak bangun sudah siang" rengek Lily.


"Hari ini hari minggu nggak ada kerjaan".


"Katanya kakak mau pindah tapi kok tidur terus?"


Melihat tidak ada pergerakan dan mungkin James sudah kembali tidur, Lily bergegas kekamar mandi, tidak menunggu lama Lily sudah keluar dari kamar dengan handuk yang melilit dipinggangnya.


Lily berjalan kearah lemari untuk memilih baju santai, Lily memilih celana jins pendek dan kaus oblong yang sangat serasi di badannya, lalu berjalan kemeja rias untuk memakai bedak tipis dan tidak lupa untuk menyisir rambut.


"Cantik" ucap James yang baru bangun dari tidurnya dan bergegas kekamar mandi.


"Cantik aja nggak cukup kalau kakak tidak tertarik" ucap Lily yang masih didengar oleh James.


Lily duduk santai disofa sambil menunggu james selesai mandi, sambil menunggu Lily membuka majalah yang ada dimeja dan membaca tulisan-tulisan disana.


Kriuk....


"Aisss kak James lama amat sih? mana aku udah lapar lagi, turun duluan aja ach" batin Lily lalu beranjak keluar dari kamar.

__ADS_1


Lily duduk dikursi sambil mengisi piringnya dengan nasi dan juga lauk pauk yang ada dimeja makan, dengan lahap Lily menyantap makanan itu sampai habis dari piringnya.


"Makan nggak ngajak-ngajak" seru James yang baru turun dari lantai dua.


"Kakak sih kelamaan mandinya keburu aku lapar".


"Tadi aku ada kerjaan tambahan dikamar mandi" bisik James.


"BAB?" tanya Lily.


"Nggak".


"Jadi ngapain?".


"Udah achhh umur mu belum sampai kesana, aku mau makan dulu" ucap James dan duduk tepat disamping Lily.


"Dasar ngeselin" umpat Lily tapi tidak lupa mengisi piring James dengan makanan.


James tidak menanggapi ucapan Lily, dia malah melanjutkan makannya mengingat ini sudah siang james makan lebih dari porsi biasanya.


"Kenyangnya" ucap James setelah selesai makan sambil meng-lap mulutnya dengan tisu dan minun air putih yang ada didepannya.


"Hari ini aku mau keluar apa kamu mau ikut?" tanya James pada Lily yang sedang asik memandangi dirinya.


"Mau".


"Kamu siap-siap gih".


"Itu sama halnya kamu telajang celana pendek begitu dipakai keluar apa nggak malu pahamu dilihatin banyak orang?".


"Aku nggak malu kok".


"Yaudah kamu tinggal saja aku yang malu bawa perempuan telanjang didepan umum" ucap James.


"Isss ngeselin banget sih. tunggu disini aku ganti celana yang lebih pendek lagi" ucap Lily kesal.


"Pakai yang panjang kalau pendek kamu tinggal saja" teriak James pada Lily yang sudah berada ditangga.


15 menit Lily sudah turun dengan celana jins yang panjang, James langsung memperhatikan pakaian Lily dari atas sampai bawah.


"Mantap" ucap James memberikan 2 jempolnya kepada Lily.


Saat James dan Lily ingin keluar mereka bertemu dengan Derson dan Via yang hendak masuk kedalam rumah.


"Kalian mau kemana?" tanya Derson.


"Mau keluar bentar kak, kakak nggak mau keluar gitu ngajak kak Via biar nggak bosan dirumah terus" ucap Lily sambil menggandeng tangan James.


"Kami mau kerumah paman dulu Ly, tante lagi sakit barusan aku ditelfon" jawab Via.


"Yaudah kami pergi dulu ya kak, hati-hati dijalan".

__ADS_1


"Kalian juga hati-hati" sahut Via.


James dan Lily sudah masuk kedalam mobil, James duduk dikursi kemudi sedangkan Lily duduk disamping James dengan santainya. Lily memperhatikan jalan yang mereka tempuh Lily sangat hafal kalau jalan ini bukan untuk pergi ke mall apalagi pergi kepantai atau sebagainya tapi tepatnya kesebuah konplek perumahan.


"Kak kita mau kemana sih? ini bukan jalan ke mall".


"Memang ini bukan jalan ke mall, siapa juga yang mau ke mall" jawab James yang masih fokus menyetir.


"Kita ngapain kesini?".


"Kamu diam, santai saja ya, aku ada urusan disini nggak usah bawel" seru James tanpa melirik Lily.


"Ihhh kok lama-lama kakak makin ngeselin sih, dulu aja aku masih hamil kakak manis banget" omel Lily.


"Yaudah kamu hamil lagi dong".


"Bagaimana mau hamil ada suami tapi dianggurin terus" sindir Lily.


"Kalau nggak mau dianggurin minta aja, aku iklas kok" ucap James tanpa ekpresi membuat Lily geram.


"Tau ach" ucap Lily lalu melipat tangannya didada dan memandang kesamping sampai mobil itu sudah sampai disebuah rumah mewah yang berlantai satu tapi luas dan juga terlihat indah.


"Ayok turun" ajak James lalu keluar dari dalam mobil dan diikuti oleh Lily.


James membuka gerbang rumah itu dan masuk kedalam rumah, rumah ini bergaya modern sangat indah dipandang mata dengan warna gold di dingding rumah dan taman kecil didepan rumah.


Ketika masuk kedalam pertama yang dilihat sebuah ruang keluar dan 4 kamar dan kesamping ada sebuah taman kecil juga, dan tidak lupa ada dapur yang minimalis.


James memasuki kamar utama yang luasnya 5x5 meter, kamar ini dipenuhi dengan lemari baju, meja rias ada juga sofa dan sebuah meja, dan paling utama ada tempat tidur ukuran king size yang tidak kalah dengan kasur yang ada dirumah aderson, dan disampingnya ada kamar mandi.


"Waw kamarnya bagus ya kak, ini rumah siapa?" tanya Lily yang mengikuti langkah James.


"Ini rumah ku dan kemungkinan minggu depan aku akan pindah kesini" ucap James membuat Lily cemberut.


"Kakak nggak ngajak aku?" tanya Lily.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Like


Komen


Vote


Favorite


Kasih hadiah mawar juga


Kalau suka kasih bintang 5nya.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2