
"SIALAN!" teriak Leo.
Saat ini leo benar-benar terlihat sangat frustasi. Tak masalah jika harus kalah. Tapi, setidaknya, Kayla ada untuknya. Ia benar-benar tidak tenang. Apalagi, Kayla dibawa pergi entah kemana.
———
Sudah hampir seharian Alkan menunggu Leo untuk keluar kamar. Tapi, kakaknya itu benar-benar sedang kehilangan kewarasan karna seorang wanita. Tapi tak apa, ia tidak merasakan apa yang Leo rasakan. Jadi ... Maklumi.
Ting'
Alkan segera meraih benda pipih yang ia letakan di atas meja. Ia tersenyum ketika melihat pesan masuk dari Zea, si mata-mata kepercayaannya.
Alkan segera berdiri dari tempat duduk nya. Ia menyiapkan banyak berani sebelum melangkahkan kaki nya menuju ke kamar Leo. Mengapa harus menyiapkan banyak keberanian untuk menemui Leo? Karna, jika sedang marah, Leo benar-benar tidak berperi kemanusiaan. Sadis.
Setelah berada di depan pintu kamar Leo, ia segera mengetuknya perlahan, "Buka, ada kabar baru untukmu," seru Alkan. Sementara Leo, tidak mendengarkannya.
"Buka, aku sudah mendapatkan lokasi Kayla!" ucap Alkan dengan nada sedikit meninggi.
Leo membuka pintu kamarnya dengan perlahan."Dimana Kayla?" tanya Leo.
Alkan membulatkan matanya, dia menatap Leo yang penampilannya seperti ODGJ itu. "Kau masih waras, 'kan?" tanya Alkan. Namun pertanyaan nya tak di pedulikan oleh Leo.
Leo mentap tajam Alkan. "Dimana Kayla?" tanya nya. "Dimana lokasinya? Katakan!" Tangan Leo mencengkram kerah baju Alkan dengan kuat.
Alkan menyodorkan ponsel dengan layar yang menyala. Dia sana di tampilkan sebuah lokasi. Dengan perlahan, Leo melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Alkan, dan mengambil ponsel Alkan.
"Cepat! Kita harus ke sana sekarang juga!" Leo pergi begitu saja dengan keadaannya yang berantakan. Rambuk acak-acakan, lingkar mata yang jelas, dan pelipis yang terlihat lebam.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Leo langsung mengendarai mobilnya dengan rasa tak sabaran.
Alkan yang melihat tindakan Leo, merasa sangat aneh. Ia rasa, ada yang aneh dengan Leo. Apakah cinta itu benar-benar membuat orang kehilangan rasa warasnya?
Alkan kini bersiap untuk mengikuti Leo. Mengendarai mobil sport berwarna hitam miliknya.
———
"Disini. Disini tempatnya." gumam Leo. Ia mengedarkan pandangannya di tempat itu. "Apa itu, Kayla?" ia melihat seorang perempuan yang berada di teras rumah kecil.
"Keren." ucap Alkan yang tiba-tiba berada di samping Leo.
"Apa?" Leo menaikan sebelah alisnya.
"Tadi, aku melihatmu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Aku suka itu. Kau, mahir dalam dalapan mobil, 'kan? Aku akan mengajakmu balapan." ucap Alkan panjang lebar.
"Kenapa tidak dirimu saja? Kau 'kan suam–"
"Tidak!" tegas Leo memotong perkataan Alkan.
"Kenapa?" tanya Alkan.
"Aku tidak ingin membuatnya marah," Leo menghela nafas panjang, "Aku akan menjaganya dari kejauhan. Aku harap ... kau bisa membantu diriku. Jika dia mau, ajak dia pulang." lanjutnya.
Alkan menatap Leo dengan heran. Ada apa dengan manusia ini? Apa dia sehat? Bukankah dia seorang suami? Tapi, mengapa harus Alkan yang yang menemui Kayla?
"Cepat, temui dia." ucap Leo. Ia merogoh ponsel milik Alkan yang sedari tadi ia simpan di saku celananya, dan menyerahkannya pada Alkan. "Ini. Sambungkan telpon agar aku bisa mendengar percakapan kalian." ucapnya.
__ADS_1
Alkan mengangguk samar. Ia melangkahkan kakinya untuk pergi menemui Kayla.
———
"Kayla," panggil Alkan yang baru saja sampai di depan ruamh.
Kayla yang merasa terpanggil pun langsung menoleh kearah sumber suara. "Alkan, kenapa kau tau aku disini?" tanya Kayla heran.
"Itu tidak penting Kay. Yang terpenting itu, mengapa kau disini?" ucap Alkan.
"Apa kau nyaman disini?"
"Ikut pulang denganku." ajaknya.
"Tidak, aku tidak ingin pulang dulu. Aku takut. Jika aku pulang, Dave akan mencelakai kau dan tuan Leo." ujar Kayla dengan nada pilu.
"Kau menghawatirkan Leo? Dia kuat. Tidak usah dikhawatirkan" ucap Alkan.
"Kayla? B1birmu terluka. Kenapa?" tanya Alkan yang memperhatikan luka di sudut bib1r Kayla.
"Aku ... aku mendapatkan luka ini dari Dave. Dia menamparku dengan keras. Jadi, sudut b1birku berd4rah." terang Kayla.
Sementara itu Leo mengepalkan tangannya keras saat mendengar ucapan Kayla yang di sakiti oleh Dave, pada sambungan telpon yang sedari tadi ia dengarkan.
"Dave ... aku akan membalaskan semuanya." gumam Leo.
———
__ADS_1