MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 61


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Kalau kamu mau pindah kesini boleh kok, masih ada kamar yang kosong disebelah".


"Mau dikamar ini sama kakak" rengek Lily dengan suara khas manjanya.


"Kalau kamu tinggal dikamar ini badan kamu bakal pegal-pegal setiap bangun pagi. apa kamu siap?".


"Kenapa pegal? kasur kakak kayaknya empuk" tanya Lily polos lalu menjatuhkan badannya kekasur.


James yang melihat kekonyolan Lily langsung pergi dari sana memeriksa semua sudut rumah dan memastikan tidak ada yang kurang sedikit pun.


Setelah memastikan isi di dalam rumah, James kembali berjalan kearah pintu samping disana sudah ada taman kecil yang ditamani dengan jenis bunga mawar merah dan beberapa pot bunga.


"Kayaknya dibuat kolam ikan dan air mancur lebih keren ini" batin James sambil menimbang-nimbang letak yang akan dibuat air mancurnya.


James yang sibuk meneliti semua sudut rumah berbeda dengan Lily yang berbicara sendiri didalam kamar karena tidak mengetahui kalau James sudah meninggalkannya.


"Kak...." panggil Lily.


"Kakak kok diam sih?" tanya Lily saat tidak ada jawaban dari james lalu Lily mengalihkan pandangannya kearah James barusan dan ternyata manusia satu itu sudah tidak ada disana lagi.


"Aisss dasar beruang kutub ngeselin banget" omel Lily lalu berjalan kearah jendela yang ditutupi dengan horden yang sangat bagus. Lily menggeser horden itu kesamping dan langsung terlihat taman yang ada disamping rumah tadi. disana Lily dapat melihat kalau James sedang melamun dan lebih tepatnya sedang memikirkan sesuatu.


Setelah selesai mengamati rumah itu James kembali masuk kedalam dan melihat Lily sudah duduk santai disofa ruang tamu.


"Lily kamu bantu aku beres-beres ya".


"Beres-beres gimana maksudnya kak?".


"Lap-lap perabotan, nyampu dan ngepel itu saja kok".


"Ok siap bos, kita duluan meng-lap perabotannya dulu" ucap Lily dan langsung berjalan kearah kamar mandi umum dimana disana tersimpan berbagai alat sabun dan perlengkapan kebersihan rumah.


James dan Lily sibuk dengan aktivitas mereka meng-lap semua perabot. setelah selesai James menyapu dan langsung di pel oleh Lily, peralatan dirumah ini masih menggunakan alat manual hingga keduanya merasa lelah.


"Kak capek lap keringat ku dulu" ucap Lily disela-sela mengepel itu sambil mencondongkan wajahnya kepada James, James langsung mengambil sapu tangan dari sakunya dan betul saja didahi sampai leher Lily sudah banyak keringat yang berjatuhan.


James dengan sabar meng-lap keringat didahi sampai leher Lily tanpa sengaja tatapan mereka bertemu dan saling memandang sampai beberapa detik.


Cup... Cup... Cup....


James yang usil menci*m b*bir lily sampai tiga kali membuat perempuan itu langsung mengamuk.


"Ngapain sih c*um-ci*m segala bau tau" omel Lily.

__ADS_1


"Apanya yang bau?".


"Nafas kakak lah bau nafas ular" ucap Lily dengan kesal.


"Itu masih nafasnya yang keluar kalau sudah ularnya yang keluar apalagi sampai berbuat sesuatu padamu siap-siap perutmu bakal buncit" ucap James dan langsung membelakangkan Lily lalu melanjutkan pekerjaanya.


Mendengar perut buncit Lily langsung mengerti arah pembicaraan James, dengan wajah jahilnya Lily langsung mendekat kearah James dan memeluknya dari belakang.


"Kak.... Lily mau lagi perut buncit, kakak nggak mau ngasih lagi ya" ucap Lily pura-pura sedih.


"Kamu lanjutkan saja pekerjaan mu itu dulu, kamu itu masih kecil belajar yang giat biar cepat tamat kuliah dan bekerja" jawab James dengan cuek.


Tanpa terasa keduanya sudah selesai dengan aktivitas mereka, keduanya tepar diatas sofa sambil meng-lap keringat masing-masing.


"Kenapa nggak sewa jasa bersih-bersih aja sih?".


"Aku tidak punya uang untuk menyewa jasa pembersih rumah makanya aku ajak kamu kesini sekalian membantu aku bersih-bersih" canda James dengan senyum yang jahil.


"Terserah kakak deh, sana gih masak aku udah lapar".


"Aku sudah pesan makan, sebentar lagi bakal sampai" dan benar saja setelah mengucapkan kata itu suara bel rumah berbunyi tandanya ada yang datang.


Ting... Tong....


Saat Lily ingin mengambil nasinya ternyata makanannya belum dibayar oleh James, karena malas masuk lagi kedalam Lily langsung merogoh saku celananya dan masih untung Lily nemukan 2 lembar uang merah dari saku celananya.


"Ini pak bayarannya sisanya ambil saja" ucap Lily dengan senyum dibibirnya.


"Terimakasih mbak".


Lily kembali menutup pintu dan masuk kedalam, dilihatnya James sudah memegang piring dan juga sendok.


"Dasar laki-laki nggak modal" ucap Lily kesal sedangkan James hanya tertawa mendengar omelan Lily.


Setelah selesai makan dan mencuci piring kotor keduanya kembali masuk kedalam mobil dan kembali kerumah utama Aderson.


Sedangkan di lain tempat saat ini Via dan Derson baru sampai dikediaman Harry dan Marry. Via turun dari mobil tidak lupa mengambil keranjang buah yang ada dikursi belakang.


Derson mengikuti langkah Via dengan wajah datarnya, sebenarnya Derson menolak datang kesini tapi berkat bujukan Via Derson pun ikut kerumah ini.


Disinilah mereka sekarang duduk diatas sofa milik Harry, Marry datang dari kamar yang dibantu oleh Amelia.


Via melihat wajah pucat dari Marry, hati Via sedikit terluka melihat keadaan Marry dan makin kurus. tapi Via hanya melihat ada Marry dan Amelia sedangkan Harry tidak ada disana.


Marry mendudukan bokongnya tepat didepan Via, dengan tersenyum Marry langsung menyapa Derson dan juga Via.

__ADS_1


"Terimakasih tuan sudah sudi datang kerumah kami ini" ucap Marry kepada Derson.


"Tidak usah berterimakasih kepada saya, saya datang karena paksaan dari istri saya saja kok" jawab Derson dengan angkuhnya, Via yang mendengar ucapan Derson langsung mencubit pinggang Derson.


"Maaf tante dia memang seperti itu kalau bicara" jawab Via kikuk tidak enak hati dengan ucapan Derson.


"Tidak apa-apa kok nak. oh ya? kalian mau minum apa?".


"Air putih saja tante".


Amelia yang mendengar ucapan Via langsung berdiri dari duduknya dan mengambil air putih dari dapur.


Saat amelia datang datang dari dapur matanya selalu tertuju pada Derson, sepertinya Amelia sedang mengagumi ketampanan Derson tapi sayangnya Derson hanya bisa dimiliki oleh Via seorang.


"Ini minumannya tuan" ucap Amelia sambil meletakkan air putih tepat didepan Derson, Derson tidak menyahut dari gerak gerik Amelia Derson tau kalau Amelia sedang menggodanya apalagi saat melihat kancing baju Amelia terbuka diatas.


"Kamu pikir aku tergoda dengan tubuhmu itu, juniorku ini akan berdiri jika didekat pawangnya saja" batin Derson sambil tersenyum mengejek.


Amelia kembali duduk disamping Marry tapi mata dan pikirannya masih tertuju kepada Derson.


"Paman dimana tante kok dari tadi Via tidak ada melihatnya?".


"Kamu tau sendiri bagaimana sifat paman mu itu, apalagi hari ini hari minggu sudah dipastikan dia sedang berjudi sambil minum-minum" jawab Marry dengan lirih.


"Apa tante sudah berobat kerumah sakit?".


"Sudah kok nak, tinggal menunggu pemulihan saja, malam ini kita tidur dirumah ini saja ya nak tante merindukan mu" ucap Marry dan dijawab anggukan oleh Via.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Like


Komen


Vote


Favorite


Kasih hadiah mawar juga


Kalau suka kasih bintang 5nya.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2