MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini usia kandungan Kayla sudah menginjak lima bulan. Perutnya sudah terlihat lumayan besar, dan mulai meminta hal-hal aneh pada Leo.


Hari ini adalah hari dimana Leo merasa sangat kebingukan. Karna, Kayla meminta Leo untuk membuatkannya es krim. Leo bisa saja menirunya di internet. Tapi, Kayla tidak mengijinkannya membuka ponselnya.


"Tuan, ayo buatkan aku es krim!" pinta Kayla.


"Aku tidak bisa membuat es krim."


"Ini bukan permintaanku, ini permintaan anakmu sendiri"


"Oke, aku akan membuatnya. Sekarang, izinkan aku melihat ponselku. Aku akan mencari tutorialnya di internet."


"Tidak!" ketus Kayla.


"Tapi aku tidak bisa membuatnya, jika tidak melihat caranya" Leo berusaha membujuk Kayla untuk memberikan ponselnya yang di genggam erat oleh Kayla.


"Aku tidak bisa membuatnya. Aku menyerah" Leo mengangkat kedua tangannya.


Mendengar pernyataan Leo. Kayla merasa kecewa dan marah. Ia langsung pergi ke kamar dan i dari dalam kamar.


Tok


Tok


Tok


"Kayla, aku akan membuatkanmu es krim. Tapi tolong jangan mengunci dirimu di kamar. Kau harus menyaksikan aku membuat es krim" pinta Leo


"Tidak!" teriak Kayla.


"Sangat sulit membujuk wanita hamil" Leo mengusap kasar wajahnya.


"Aku harus meminta bantuan Alkan" batin Leo.


–––


"Ah, akhirnya kau datang juga." Leo beranjak dari tempat duduk kala melihat Alkan datang.


"Ada apa?" tanya Alkan


Leo menceritakan semua kepada Alkan. Mendengar perkataan Leo, Alkan langsung tertawa "hahaha, suami takut istri"


"Aku tidak takut!" bantah Leo.


"Ayo kita mulai membuat es krim" ajak Alkan


Leo dan Alkan kini sedang membuat es krim. Kakak beradik itu di bantu oleh para maid tentunya. Karna jika tidak dibantu, mungkin rasanya akan berbeda dari es krim biasanya.


"Ada hal yang ingin aku bicarakan" ucap Alkan


"Tentang?"

__ADS_1


"Tentang istrimu, Kayla." jawab Alkan.


"Apa itu penting?" tanya Leo.


"Lebih dari penting"


Setelah mereka selesai membuat es krim, mereka memutuskan untuk duduk di taman sambil membicarakan hal yang ingin Alkan sampaikan.


"Begini, kau ingat Pak Adijaya?" tanya Alkan


"Ya, aku ingat ketika aku men3mb4knya. Tapi sayangnya, aku keliru. Aku salah, seharusnya aku m3n3mba4k si tua Abraham. Si4lnya dia melarikan diri dariku" tutur Leo.


"Pak Adijaya, adalah ayah kandung Kayla" ucap Alkan


Degh'


"A-apa kau berbohong?" Leo tidak percaya pada perkataan Alkan.


"Aku tidak berbohong. Kau men3mbaknya di bagian dada dan kepala. Kau bisa menanyakannya langsung pada Kayla." tutur Alkan.


"Tapi bagaimana jika ini benar?" gumam Leo.


"Tapi, kau tidak bisa menyembunyikan ini selamanya bukan?"


"Aku akan berusaha menutupinya. Karna, jika dia tau, dia akan pergi meninggalkanku" lirih Leo.


Tok'


Tok'


Tok'


Kayla segera bangkit dari king sizenya, dan membuka pintu kamar. Nampaklah Leo yang sedang berdiri menunggunya membuka pintu.


"Dimana es krimnya?" tanya Kayla.


"Sudah aku siapkan di bawah. Ayok, turun!" ajak Leo.


Saat ini Kayla tengah memakan es krim buatan Leo dan Alkan. Rasanya enak, dan tidak buruk. "Eumm, enak" Kayla mengacungkan kedua jempolnya kearah Leo. Leo yang melihat itu hanya tersenyum.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Leo.


"Boleh" ucap Kayla yang masih asyik memakan es krim.


"Kenapa ayahmu bisa meninggal? Apa dia sakit?" tanya Leo.


Saat mendengar pertanyaan Leo, Kayla langsung menyimpan sendok es krim yang ia pegang. Pertanyaan yang terlontar dari mulut Leo mampu membuat Kayla mengingak kejadian saat ayahnya meninggal.


"Papah ... eum– di t3mb4k" lirih Kayla.


"Aku masih mengingat setiap lukanya. Itu adalah hal yang membuatku menderita. Aku belum tau siapa yang m3n3m4k Papah. Yang pasti aku membencinya."

__ADS_1


Degh'


"Jika Kayla tahu aku yang membunuhnya, akan sehancur apa hubunganku dengannya?" batin Leo


"Lalu, ibumu?" tanya Leo


Kayla menghela nafas panjang,"Mamah meninggal di rumah sakit terkena serangan jantung, dihari yang sama dimana papah meninggal." ucap Kayla sambil menyodorkan mangkuk es krim kearah Leo.


"Apa?" tanya Leo yang kebingungan


"Aku tidak ingin makan es krim. Aku ingin tidur saja" dengan wajah muramnya, Kayla beranjak dari meja makan dan pergi meninggalkan Leo.


"Bagaimana jika dia mengetahui yang bahwa akulah orang yang sudah membuhun Pak Adijaya?" batin Leo.


–––


"Hey, ada apa denganmu hmm?" Leo mendekati Kayla yang tengah duduk melamun di tepian ranjang.


"Tidak ada. Apa kau mengantuk tuan?" tanya Keyla.


"Tidak terlalu,"


"Tuan, aku butuh bantuanmu sekarang" ucap Kayla


"Apa kau bisa membantuku?" sambungnya


"Tentu saja bisa." sahut Leo.


"Bantu aku menemukan pelaku pembunuhan papah," ucap Kayla.


Leo tentu saja kaget, dia merasa bingung dan juga takut. Apa yang harus dia lakukan? Mencari pelakunya? Padahal dirinya adalah pelaku sebenarnya.


"Tuan, kenapa kau terlihat tegang?" tanya Kayla.


"E–itu, ti-tidak. Aku akan membantumu," ucap Leo gelagapan.


—–—


"Aku tidak suka Kayla dekat dengan Leo!"


"Aku harus memisahkan keduanya, bagaimanapun caranya." ucap seorang pria bertopeng, kala menegetahui bahwa hubungan antara Leo dan Kayla semakin harmonis.


"Tuan Zii, apa kau gila? Kayla tengah mengandung sekarang. Kita akan sulit memisahkan mereka" ucap seorang wanita yang memakai jubah hitam.


"Aku tidak peduli. Aku sudah tidak sabar. Aku ingin segera menikmati semua kekayaan milik Kayla." ucap Zii.


"Aku bahkan sudah rela memakai nama Zii untuk menutupi identitas asliku. Apa kau muak Miss?" tanya Zii.


"Tentu saja aku sudah muak. Aku menggunakan nama Miss untuk menutupi identitasku."


"Tapi aku adalah orang yang sabar. Bagaimanapun rencananya, aku akan menjalaninya. Demi menjadi nyonya Tuan Leo" ucap Miss.

__ADS_1


Nama Zii dan Miss, adalah nama samaran untuk menutupi identitas asli mereka. Zii dan Miss memang sudah lumayan lama bekerja sama untuk memisahkan Kayla dan Leo.


__ADS_2