MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 49


__ADS_3

"Hari ini kita check kedokter ya, kamu siap-siap biar kita berangkat sekarang".


Via berjalan kearah lemari mengganti baju dan juga memakai make-up yang natural, Via selalu menolak kalau diajak untuk periksa kedokter dan hari ini rasanya Via tidak tahan lagi kalau sampai sakitnya ditahan-tahan.


Mobil yang berwarna silver itu yang dikendarai oleh derson langsung melaju dengan sempurna membalah jalanan kota, setibanya disalah satu rumah sakit terbesar dikota Jakarta Derson langsung menuntun Via masuk kedalam.


Setelah menunggu antrian kini bagian Via yang akan diperiksa bagaian dokter umum karena penyakit Via belum ada yang tau, setelah melakukan pemeriksaan terhadap Via dokter umum bernama Lia itu menyarankan Via untuk pemeriksaan yang lebih lanjut.


"Begini tuan Aderson dan nona Olivia saya mendeteksi kalau nona Olivia saat ini mengidap penyakit kanker rahim, jadi saya sarankan untuk diperiksa lebih lanjut".


"Maksudnya dok saya kena penyakit kanker rahim? apa saya masih bisa sembuh dan punya anak dok?" tanya Via dengan mata yang berkaca-kaca. Derson yang ada disamping Via merasa terpukul mendengar ucapan dokter itu dia hanya bisa diam dan menenangkan Via dengan tangannya.


"Ini masih dugaan saya nona, tapi saya anjurkan untuk diperiksa lebih detail lagi, supaya cepat diberi tindakan".


"Lakukan yang terbaik dok, saya mau sekarang juga segera periksa istri saya dan lakukan yang terbaik, saya akan bayar berlipat-lipat dari biaya normalnya" kini laki-laki yang beberapa bulan ini berubah lemah lembut kini kembali menunjukkan sisi kejamnya terlihat dari sorot matanya menatap dokter Lia itu.


"Baik tuan akan kami lakukan yang terbaik untuk nona Olivia".


Setelah melewati beberapa test kepada Via dokter mengatakan kalau hasilnya Via positive kena kanker rahim dan masih stadium 1.


"Bagaiaman hasilnya dok?" tanya Via tidak sabar.


"Nona Via positive kena kanker rahim stadium satu, dan hal ini masih bisa kita sembuhkan".


"Saya mau beberapa dokter dari rumah sakit ini pindah kerumah saya untuk menangani istri saya, dan kalian persiapkan alat-alat yang lengkap untuk kesembuhan istri saya".


"Baik tuan akan segera saya laporkan kepada atasan saya, dan sore ini kami akan langsung terjun kerumah tuan Aderson" jawab dokter itu.


"Dan satu lagi, dokter yang menangani istri saya khusus perempuan tidak ada laki-laki satu orang pun".


"Baik tuan" jawab dokter itu dengan menundukkan kepalanya.


Derson menuntun tubuh Via yang lemas menuju parkiran mobil, setelah membukakan pintu untuk Via, Derson berlari menuju pintu mobil untuk mengemudi.


"Sayang" panggil Derson sambil membelai rambut Via.

__ADS_1


"Iya sayang".


"Kamu jangan sedih ya, aku akan bawa kamu berobat kalau selama berobat disini tidak ada perkembangan" ucap Derson sambil membelai rambut Via dan juga wajah Via.


"Iya... kita pulang sekarang ya aku mau istrahat saja dirumah" jawab Via.


Derson mulai menjalankan mobilnya, sambil menyetir mobil Derson berbicara kepada Via, tapi sayangnya Via lebih banyak diam dan tidak menjawab pertayaan dari Derson. sampai mobil itu sampai diperkarangan rumah Aderson.


"Sayang kita sudah sampai apa perlu aku gendong kalau kamu masih lelah".


"Tidak usah sayang aku bisa berjalan kok tapi pelan-pelan ya" jawab Via lirih sambil membuka pintu mobil dan segera keluar.


Sesampainya mereka ditangga menuju kamar mereka, tidak sengaja James dan Lily juga keluar dari kamar untuk sarapan pagi.


"Kakak dari mana pagi-pagi begini?" Tanya Lily.


"Kami dari rumah sakit dek, kakak mu sedang sakit dan kemungkinan James akan bekerja sendiri beberapa hari ini, kalau kamu kekampus sama sopir dan pengawal saja ya" ucap Derson memberikan pengertian kepada Lily.


"Kita duduk diruang tengah dulu bicaranya kak, nggak enak ngomong sambil berdiri ditangga pula" Ajax Lily.


Keempat orang itu memutuskan untuk sarapan dulu baru bicara lagi, setelah selesai makan Derson kembali melanjutkan ucapannya tadi.


"Iya kak, kak Via sakit apa?".


"Kakak mu penyakit kanker dan mulai hari ini kakak akan menjaganya dan dia akan dirawat dirumah ini, kamu mengerti kan?".


"Lily mengerti kak" ucap Lily iba melihat nasib Via yang tidak seberuntungnya dirinya.


Sama halnya dengan James dia hanya bisa diam melihat Via yang telihat Lemas, baru-baru ini dia merasakan dibahagiaan oleh Derson tapi sudah datang lagi penyakit yang menerpa dirinya.


"Kak yang sabar ya, kakak pasti cepat sembuh" ucap Lily.


"Iya ly".


"Baiklah kalau itu sudah jadi keputusan mu aku akan mengontrol perusaan, dan urusan Lily aku bisa mengantar dan menjemputnya, nanti kita buat sekitar 2 orang pengawal untuk mengawasi Lily dari jauh" ucap James angkat suara tandanya ia setuju dengan keputusan Derson.

__ADS_1


Sebelum berangkat kekantor James mengantar Lily terlebih dahulu kekampus, didalam mobil keduanya hanya diam saja sampai James angkat suara.


"Bagaimana hubungan mu dengan lukas?" Tanya James saat tau beberapa bulan lalu Lily sempat berpacaran dengan Lukas.


"Seperti yang kakak tau, aku memutuskannya rasanya aku tidak tega membohongi dia apalagi kalau sampai berpacaran sangat lama dengannya itu bisa melukai Lukas, apalagi kondisi ku saat ini jadi istri kakak dan juga dalam keadaan mengandung" jawab Lily.


"Apa kamu masih mencintainya?".


"Aku tidak tau kak, tapi sekarang kami hanya berteman baik saja kok berhubung kami akan lebih sering berjumpa saat ada tugas kelompok".


"Kalau kamu masih mencintainya kamu sabar ya, setelah melahirkan nanti kamu bisa kembali padanya dan masalah anak aku bisa kok merawatnya" ucap James.


Deg..... jatung Lily berdetak dengan kencang rasanya Lily tidak bisa memberikan anak yang dia kandung kepada James dan James pasti bakal cari istri lagi dan anaknya bakal punya mama tiri.


"Tenang saja kalau aku cari istri nanti aku jamin anak kita bakal dapat kasih sayang yang layak dari mama tirinya kamu tidak usah cemas" ucap James.


"Kalau anakku lahir aku yang akan membesarkannya, kalau kamu mau menikah lagi silahkan" jawab Lily ketus.


"Aku hanya mempermudah mu mendapatkan cintamu kembali".


"Terserah kakak mau ngomong apa yang penting anakku tetap untukku dan aku sendiri yang akan membesarkannya bukan kakak atau istri kakak nantinya".


"Udah aku turun disini saja" tambah Lily lagi dengan wajah yang marah.


"Tidak boleh, apa kamu tidak ingat akibat kecorobohan mu itu sampai-sampai umurmu masih kecil perutmu sudah buncit, dan untung orang yang benar yang membuatmu buncit kalau orang lain bagaimana?".


"Tapi aku tidak menyesal kok perutku buncit, dan sebentar lagi aku punya baby" jawab Lily sambil mengelus perutnya.


"Baby ku juga" jawab James tidak mau kalah.


"Iya.... baby kita biar kakak senang".


"Gitu dong" jawab James sambil mengelus perut Lily dengan lembut, hal ini sering dilakukan James saat Lily sedang tidur atau Lily sedang bangun dan hal itu tidak dilarang oleh Lily.


"Semoga anak kita sehat-sehat didalam" ucap James dan dijawab anggukan oleh Lily saat mata mereka bertemu.

__ADS_1


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak iya


__ADS_2