MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 89


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Iya, tadi malam tente sudah telfon".


"Aku takut Via, aku nggak mau kalau sampai aku menikah dengan orang yang sudah tua".


"Dari pada kamu kesepian, mending terima yang tua setidaknya ada yang menghangatkan tubuh mu setiap malam" mulut pedas Derson tidak bisa lagi ia tahan.


"Sayang jangan ngomong gitu, kalau Amelia tersingging bagaimana?" Via memperingati Derson.


"Aku bicara serius lho sayang, itu memang kenyataannya diumur dia yang sudah dewasa pasti dia butuh penghangat badan yang membuatnya mendesah setiap malam, nggak dapat muda dapat tua juga nggak apa-apa" lagi-lagi Derson berkata kasar.


"Sayang"bentak Via dengan mata yang melototi Derson.


"Via suami kamu kok bicara begitu?" Amelia pura-pura sedih mendengar ucapan Derson.


"Jangan dengarkan mulut embernya" ucap Via.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya sepertinya suami mu tidak suka melihatku datang kesini, padahal aku hanya ingin meminta tolong kepada mu".


"Kalau sadar nggak disukai orang ngapain datang kesini? udah sana pergi ganggu orang kencan saja" usir Derson.


Amelia langsung pergi meninggalkan mereka dimeja makan, Amelia tersenyum senang sepertinya ia bisa acting didepan Via untuk memberi Derson hukuman mengingat Via begitu mempercayai ucapan dirinya.


"Derson.... Derson ternyata kamu lemah kalau Via sudah berbicara. dasar bo*oh" umpat Amelia.


"Tapi kamu tampan membuat ku ingin memiliki mu" batin Amelia lagi sambil terus berjalan menuju scoppy nya yang terparkir rapi khusus parkiran motor.


Sedangkan dimeja restoran Via sedang marah kepada Derson, saat ini via mengomeli Derson yang sedang duduk santai sambil meminum capoucino didepannya.


"Sayang kamu dengarin aku ngomong nggak?" Via meninggikan sedikit suaranya saat Derson hanya diam saja.


"Iya aku dengar sayang".


"Terus kok nggak ditanggapi?".


"Itu masalah kecil bagi ku, tapi untuk menolongnya sepertinya hatiku tidak tergerak sedikit pun" ucap Derson saat Via mengakan kalau Desron harus meolong Amelia jika sampai Amelia dipaksa menikah denga tua bangka.


"Kenapa?".


"Aku merasa dia itu wanita yang tidak baik".


"Dia itu orang baik sayang sama seperti tante Marry" Via terus membela Amelia saat Derson menyudutkannya.


"Terserah padamu saja sayang, tapi maaf aku tidak bisa membantunya kali ini, mereka itu keluarga harusnya saling melindungi bukan saling menjatuhkan, mau sampai kapan mereka bergantung kepada kita".

__ADS_1


Via diam mendengar ucapan Derson, Via berpikir ada betulnya juga ucapan Derson tapi ia juga tidak tega membiarkan Amelia menikah dengan laki-laki tua.bagaimana pun mereka tetap yang keluargan satu-satunya.


"Sayang kita pulang ya sepertinya aku mau istirahat saja" ucap Via lemah, kepalanya terasa sedikit pusing saat bersitenggang dengan Derson.


"Kamu sakit sayang?".


Via hanya menggelang dan berdiri dari duduknya saat ini dia hanya butuh merebahkan badannya.


"Sayang kita kekantor saja ya, kamu tiduran disana kalau kerumah terlalu jauh" bujuk Derson.


*****


"Sayang kamu istirahat ya! apa perlu aku temani tidur?" ucap Derson saat mereka sudah sampai diranjang milik Derson yang berada diruangannya.


"Iya temani aku sampe nyenyak ya".


"Kok nggak ada sebutan sayangnya?" tanya Derson.


"Temani aku sampe nyenyak ya suamiku tercinta" ucap Via dengan lebay saat mengulangi ucapannya dengan embel-embel suamu tercinta.


Derson membuka pelan hijab yang dipakai Via lalu membelai rambut itu dengan lembut sampai nafas yang keluar dari hidung Via keluar dengan teratur.


Derson melangkahkan kakinya kekuar dari ruangan itu dan mulai bekerja sampai selesai.


*****


Sebelum mengerjakan tugas Lukas dan Lily memesan minuman jenis jus, Via memesan jujus peach sedangkan Lukas memesan jus apel.


"Bagaimana hubungan mu dengan suami mu, apa berjalan denga lancar?".


"Iya semua berjalan lancar, sekarang kami sudah saling mencintai dan dia juga sudah memaafkan ku saat kita pernah berpacaran dibelakang dia".


"Banguslah kalau begitu, apa kamu tidak ada niat untuk hamil lagi?".


"Kami menunda sampai aku tamat kuliah dulu".


"Hmmm, Lily apa aku boleh tanya sesuatu?".


"Tanya aja, mau nanya apa emang?" tanya Lily lalu menyeruput jus didepannya.


"Apa kamu tidak anak niat memaafkan Shopi, kamu tau semenjak kejadian itu dia sudah berubah total, dia juga jadi pendiam dan lebih parahnya lagi dia seperti orang stres kadang dia mau menangis sendirian".


"Kamu jangan membelanya, aku tau dia kekasih mu makanya kamu ikut membujukku memaafkannya" ucap Lily.


"Aku tidak pacaran dengannya, aku kasian melihat dia sangat terluka bagaimana pu ia melakukan itu karena terlalu terobsesi denganku".

__ADS_1


"Jadi kalian tidak pacaran, tapi kok sering bareng?".


"Aku sengaja mengajaknya keluar supaya Ia melihat dunia luar, supaya pikirannya sedikit jernih".


Lily sedikit tersentuh dengan ucapan lukas, ia yang biasanya lemah lembut mau memaafkan tapi kali ini dia seperti batu yang keras dan sulit dipecahkan.


"Aku akan memikirkannya kembali".


"Serius?" tanya Lukas dengan bahagia.


"Iya aku serius. sekarang kita belajar dulu sebentar lagi suamiku akan datang menjemputku" ucap Via.


"Baik nona, kita akan memulai tugas-tugas kampus kita" ucap Lukas dengan gembira.


"Kamu senang banget kayaknya?" Lily melirik lukas yang sedang menunjukkan wajah bahagianya.


"Aku senang aja kamu bisa memaafkan dia, itu artinya aku mempunyai teman yang pemaaf seperti kamu" ucap Lukas.


"Memangnya aku teman kamu?".


"Jadi kamu tidak mau berteman dengan mu? yaudah teman kelompok belajar aja" jawan Lukas.


"Hehe canda kita teman kok" ucap Lily.


Lily dan Lukas melanjutkan tugas-tugasnya, kali ini mereka membuat sebuah laporan dari hasil praktek kerja mereka minggu lalu disebuah perusahaan.


"Sayang sudah siap?" James datang menghampiri Lily yang kebetulan sedikit lagi tigas Lily bakal selesai.


"Sebentar lagi kak, kakak pesan minum dulu biar nggak bosan nunggu Lily".


James memesan lemon tea dingin sambil menunggu dua sejoli ini mengerjakan tugas sesekali ia melirik Lily dalam mengerjakan tugas. diperhatikannya tatapan Lily kepada Lukas dan meneliti apa yang sedang dirasakan Lily terhdapa Lukas.


"Sepertinya istri kecil ku ini tidak menyukai cecunguk ini lagi" batin James dan melirik keduanya secara bergantian.


"Sudah siap kami pulang dulu ya" ucap Lily kepada Lukas lalu melirik James.


"Kak pulang yok, udah sore sekalian kita belanja bulanan" seru Lily.


"Kami pulang ya bro" James sok akrab kepada Lukas.


"Ok kalian hati-hati" jawan Lukas sambil membereskan semua barang-barangnya dari atas meja.


James dan Lily pergi kemeja kasir sebelum pulang, karena mereka belum membayar minuman yang mereka pesan, setelah selesai membayar mereka melanjutkan jalannya menuju supermarket yang dekat dengan komplek rumah mereka.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.


Makasih ❤❤❤


__ADS_2