
🌛🌛🌛
"Kak James nggak terlalu suka main sosmed kok kak, oh ya kak bagaimana dengan kak Via?".
"Dia baik-baik saja sudah diperiksa dokter dan operasinya sebentar lagi akan dimulai, semoga bayi dan istri ku selamat" ucap Derson penuh harap.
"Amin. mama sama yang lainnya mana kak?".
"Itu mereka baru sampai" tunjuk Derson kearah lorong dan disana sudah ada Mawar, Riri dan Alfi sedang berjalan menghampiri mereka.
"Hehe umur panjang, baru juga diomongin sudah datang".
Lily langsung menghampiri Mawar yang sedang berjalan, lalu memeluk Mawar dengan erat sambil terisak.
"Ada apa sayang kok nangis?".
"Mah Lily senang, ternyata kakak Lily masih hidup, kakak Lily sudah kembali".
"Ia sayang mama juga senang kakak mu kembali, rasanya hidup mama sudah lengkap kembali setelah tiga bulan mama jalani dengan rasa sedih dan rasa kehilangan".
Mawar menuntun Lily kekursi tunggu, mereka semua berbincang satu sama lain terlihat dari wajah mereka memancarkan kebahagiaan yang mendalam, saat ini mereka menunggu kabar baik dari Via, karena Via saat ini sudah mulai operasi untuk mengeluarkan babynya.
Hampir 1 jam berlalu baru dokter keluar dari ruang operasi menemui Derson.
"Bagaimana keadaan anak dan istri saya dok?".
"Selamat pak bayinya perempuan, ibu dan anak sehat?".
"Terimakasih dok, apa saya sudah bisa menemui istri saya?".
"Maaf pak untuk saat ini bapak belum bisa menemuinya, tunggu dipindahkan dulu keruang perawatan baru bisa dilihat ya pak, saya permisi".
"Silahkan pak" jawab Derson lalu ia duduk kembali dikursi tunggu.
derson langsung menghampiri mamanya dan memeluknya dengan erat.
"Mah, aku sudah jadi daddy".
"Iya sayang, kamu harus bisa jadi suami dan daddy yang baik buat anak dan istri mu, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab kepada mereka dengan menjaga mereka dengan sepenuh jiwa dan ragamu, jangan pernah sakiti mereka baik itu lahir dan batin" ucap Mawar memberi saran.
"Iya mah Derson bakal usahakan semua yang terbaik untuk mereka" air mata bahagia itu jatuh dari mata Derson, ia lalu menglapnya dengan tissu yang ia pegang sebelumnya.
__ADS_1
Beberapa menit kamudian perawat membawa via keruangan VIV karena sudah siap ditangani beserta baby mereka.
"Apa kami sudah bisa ikut buk?" tanya Derson kepada perawat itu.
"Boleh pak, tapi jangan terlalu berisik nona Via butuh ketenangan saat ini".
"Baiklah kamu saja dulu yang temani Via ya sayang nanti kami ikut kesana jika Via sudah stabil saat ini dia hanya butuh ketengan dulu" usul Mawar.
Akhirnya Mawar dan lainnya pergi mencari makanan sedangkan Derson mengikuti perawat tadi yang membawa Via dengan brangkar rumah sakit.
Sesampainya diruangan VIV itu Via diletakkan ditempat tidur rumah sakit, via tidak berbicara sama sekali ia hanya diam saja saat melihat Derson.
"Sayang kamu marah ya sama aku? kok sepertinya kamu memandangku dengan tatapan sinis?" tanya Derson.
"Hehe nggak ko sayang, aku hanya membayangkan seandai kamu tidak ada saat ini sudah dipastikan aku pasti bersedih karena hanya sendiri melihat putri kita, dan saat ini aku senang, senang banget" ucap Via dengan wajah yang riang tapi suaranya sedikit lemah.
"Aku sampe jantungan aku pikir kamu marah padaku, apa kamu mau lihat putri kita dia cantik seperti kamu" ucap Derson.
"Iya sayang" Derson langsung berjalan ke box dimana bayinya diletakkan dalam keadaan tidur, derson mengangkatnya dengan pelan takut dia terbangun dan menangis.
Derson membaringkan putrinya disamping Via lalu menggemgam satu tangan Via.
"Terimakasih ya sayang, kalian telah mewarnai hidupku, kalian segalanya bagiku. terimakasih sudah mengandung anak kita sampai ia bisa tumbuh sampai sekarang" ucap Derson lalu mencium punggung tangan Via dengan lembut.
"Sayang apa aku noleh mencium mu?" tanya Derson dengan gemas.
"Boleh dong sayang, tapi jangan salahkan aku jika kamu menginginkan lebih karena bagian mu hanya ada disini" ucap Via menunjukkan bibirnya.
"Kenapa sayang begitu sayang?".
"Karena kita belum bisa melakukan hubungan suami istri sampai 40 hari kedepan dan kalau yang ini khusus untuk putri kita" ucap Via sambil menunjukkan nen*nnya.
"Yaudah itupun jadi, tapi kalau putri kita tidur boleh ya kami gantian?" nego Derson.
"Iya... iya boleh" jawab Via pasrah dan Derson malah memegang wajah putrinya bukan menciumnya.
"Sayang nggak jadi cium nih?".
Tanpa aba-aba Derson langsing menempelkan bibirnya dengan bibir Via cukup lama bibir itu saling menyatu, dan saling berbagi, berbagi rasa dan berbagi cinta diatas kerinduan yang terpendam selama ini.
Derson melepasnya saat Ia dan Via membutuhkan oksigen, lalu meng-lap bibir Via karena basah akibat dirinya. Derson dan Via sama-sama tersenyum setelah melakukan adegan ciuman itu tanpa berbicara mungkin keduanya merasa bahagia tanpa bisa diungkapkan dengan kata-kata.
__ADS_1
Derson dan Via memandangi wajah putri mereka yang sedang tertidur nyenyak, lalu keduanya saling pangdang lagi dan saling ******* lagi.
"Sayang nama anak kita siapa apa kamu sudah menyiapkannya?" tanya Via.
"Aku ingin buat namanya Devi. apa kaku setuju sayang?" tanya Derson.
"Hmmn kenapa Devi sayang?".
"Derson Via, heheh alay ya sayang?".
"Nggak kok sayang, Devi aja nama yang cantik sama kayak putri kita cantik" jawab Via lagi.
Mawar dan lainnya datang di ruangan itu termasuk Harry dan Marry juga datang setelah dikabari oleh Mawar.
Semua orang mengucapkan selamat kepada Via dan Derson termasuk Harry musuh bebuyutannya Derson.
"Kapan Via sudah bisa pulang?" tanya Mawar.
"Besok juga sudah bisa mah, hari ini biar Via istirahat full dulu disini".
Marry dan Mawar saat ini sedang menggendong baby Devi dengan cara bergantian karena keduanya rebutan untuk menjaganya.
"Mah gantian dong, Lily juga mau gendong dedek bayi" rengek Lily.
"Makanya jangan ditunda lagi, segera buat bayi kalian biar tau rasanya punya baby" ucap Mawar.
"Nggak nunda lagi kok mah, ini lagi proses kok".
"Sejak kapan sayang?" tanya Mawar penasaran.
"Sejak tadi malam mah, itu pun karena pengaman kak james habis jadi kami putuskan aja untuk tidak menunda lagi".
Tok.... kepala Lily digetok oleh Derson.
"Ngomong kok nggak disaring dikit, ceplas ceplos gitu, malu banyak orang" omel Derson.
"Hehe lupa kak" Lily malah nyengir kuda saat itu juga dan melihat sekelilingnya banyaknya orang tua, seketika urat malunya tumbuh.
"Selamat siang semua" James datang dari balik pintu dengan setelan kantornya, Derson dapat melihat badan James sedikit kurusan saat ditinggal sendiri dan matanya juga sedikit menghitam seperti mata panda.
🌛🌛🌛
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan ya