MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 104


__ADS_3

🌛🌛🌛


Matahari sudah mulai terbit dari timur, dan cahayanya mulai masuk kedalam kamar suami istri yang mansih betah dalam mimpinya, dan sepertinya mereka masih enggan untuk bangun akibat nyamannya didalam selimut saling pelukan menambah kehangatan tubuh mereka.


Dengan nyaman si istri menempel didada suaminya tanpa memakai baju itu, dia adalah Via dan Derson. sekarang jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi mereka belum bangun juga. keduanya tertidur jam 5 pagi tadi karena tengah malam Via bangun minta-minta diantarin membeli sate yang ada di pinggir jalan.


Setelah siap makan sate Derson pura-pura meminta sesuatu kepada via Sebagai ucapan terimakasih, Via malah menyodorkan dirinya untuk dilahap oleh Derson, dan dengan senangnya Derson langsung melahap Via hingga jam 5 tadi baru mereka selesai.


"Sayang bangun" ucap Via pelan tapi masih betah dalam mata yang terpejam.


"Kita tidur sebentar lagi sayang, baru juga kita tidur" tolak Derson malah mengencangkan pelukannya membuat Via tidak bisa bergerak.


"Sayang dibawah ada sesuatu yang keras apa itu? apa ada botol dibawah?" tanya Via polos karena selama ini ia tidak tau kalau suaminya bangun pasti ada sesuatu yang keras dibawah sana.


"Hm... diamlah sayang! itu sudah hal biasa bagi ku. kalau kamu bergerak terus bisa-bisa pagi ini kita tempur lagi seperti tadi" ucap Derson.


Karena rasa penasarannya dengan ucapan Derson, Via malah menyibakkan selimut dengan spontan,dan benar saja junior Derson sedang berdiri dan menantang. terlihat jelas dapat dilihat mata Via karena derson tidak memakai apa-apa.


"Astaga sayang kok bisa seperti itu, sayang pengen ya?" tanya Via.


Derson menarik tangan via lalu merebahkan via dikasur dan dipeluk kembali, dan tidak lupa Derson menarik selimut dan meyelimuti badannya mereka.


"Udah jangan banyak tanya tidur saja!" ucap Derson.


"Kalau kamu pengen aku mau kok?".


"Nggak lho sayang aku nggak pengen, tapi aku masih mengantuk, dan lagian aku tidak mau membuatmu terlalu lelah walaupun aku pengen" ucap Derson.


"Kalau begitu aku mau mandi dulu, bukankah pagi ini kita ikut jengung paman" Via berusaha melepas pelukan Derson, lalu ia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan badannya.


Tidak menunggu lama ia sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya, diliriknya derson sudah bersandar di dasbor ranjang.


"Ciee yang pagi-pagi sudah keramas, habis ngapain buk?" goda Derson dengan senyum jahilnya.

__ADS_1


"Anakku ini rindu papanya makanya tadi malam aku suruh dijenguk oleh papanya" jawab Via tidak mau kalah.


"Haha.... cepat pake baju nanti masuk angin!" ucap derson sambil berjalan juga kekamar mandi untuk membersihkan diri.


🌛🌛🌛


Didepan kantor polisi Derson dan Via masih duduk didalam kursi mobil, saat ini mereka sedang menunggu Amelia dan Mamanya. hari ini mereka pergi sama-sama untuk melihat keadaan Harry.


"Sayang itu mereka sudah datang, kita keluar yok!" ajak Via saat melihat motor scoopy Amelia sudah mendekati kantor polisi.


Via dan Derson keluar sama-sama, ketika bertemu dengan Marry Via tidak lupa memeluk Marry dengab erat.


"Bagaimana kabar tante?" tanya Via dengan senyum ramahnya.


"Tante baik-baik saja kok sayang, ayok kita masuk" ajak Marry


Via sering melirik Amelia ia ingin melihat apakah Amelia masih ingin menggoda suaminya itu tapi sudah hampir ke 10kali Via melirik amelia 1 kali pun Amelia tidak ada melirik Derson.


"Apa dia sudah tobat ya karena sudah menikah?" batin Via.


Sekarang mereka sudah berada disatu ruangan untuk bertemu dengan Harry, saat Harry keluar Derson bukannya kasihan ia malah ingin tertawa saat melihat wajah Harry yang lebam. berbeda dengan Marry, Amelia dan juga Via, bagaimana pun sifat buruk Harry selama ini tapi saat melihat Harry tidak baik-baik saja hati mereka sangat perih.


"Kalian datang untuk membebaskan ku kan? aku sudah tidak betah disini" ucap Harry dengan bahagia.


"Tidak pah, kami hanya ingin melihat keadaan mu" ucap Marry lirih tidak tega melihat wajah Harry yang saat ini lebam dan biru.


"Pah... mama harap saat papa keluar nanti dari sini papa bisa berubah ya".


"Nggak usah ceramahi aku, kalau tidak mau membebaskan ku untuk apa kalian datang ke sini? membuang waktuku saja" omel Harry.


"Dasar situa bangka nggak berubah-berubah" sindir Derson denban terang-terangan.


"Diam kamu, memangnga kamu siapa? percuma kamu disegani semua orang kalau membebaskan ku saja kamu tidak bisa" ucap Harry.

__ADS_1


"Diluar sana pun nanti kamu tidak ada kerjaan mending disini saja dikasih makan gratis, tempatmu berjudi biasanya juga sudah dihancurkan karena ketahuan tempat itu jadi tempat berjudi" seru Derson.


"Sialan kamu, apa kamu pikir aku tidak bisa cari kerja untuk makan hingga harus makan gratis?".


"Apa kamu lupa kalau kamu tidak bisa kerja lagi dimana-mana kecuali jadi pemulung, jadi nikmati makanan gratis yang ada disini, kami mau pulang sebentar lagi".


"Pah... kami pulang iya... jaga diri baik-baik disini, mama tunggu papa pulang dengan sifat yang lebih baik lagi" seru Marry penuh harap. sedangkan Via dan Amelia tidak mampu berkata-kata mereka hanya diam dan pamit untuk pergi.


"Ingat dlDerson aku akan membalas semua ucapan mu barusan, aku pastikan kamu bakal meyesal nantinya" teriak Harry karena mereka sudah pergi menjauh.


*****


"Sebelum pulang kita ngobrol-ngorol di kafe depan sebentar yok, berhububg hari ini hari minggu kita nikmati waktu sebentar saja" ajak Amelia.


Via maupun Derson setuju dengan ucapan Amelia, tapi dengan syarat tidak lebih dari sejam karena siang ini mereka ingin kerumah mawar seperti janjinya minggu lalu.


Ditengah-tengah perbicangan mereka didalam cafe tiba-tiba Marry bertanya kepada Derson tentang hubungannya dengan Mawar.


"Nak Derson apa kamu tau dimana tinggal Mawar sekarang?" tanya Marry.


"Mamaku?" tanya Derson balik.


"Iya dia itu teman aku waktu itu, kita dulu sempat tetanggaan tapi mungkin kamu kurang mengingat tante karena tante pernah operasi akibat luka diwajah tante".


"Aku juga pernah berjumpa dengan namanya Mawar mah, dia nanyain mama tapi karena kau tidaj begitu mengenalinya jadi pergi saja tidak mau lama berbasa basi" ucap Amelia.


"Apa Mawar ini yang kalian cari?" tanya Derson sambil memberikan foto Mawar kepada Marry dan Amelia.


"Iya benar ini dia" jawab Amelia sontak.


"Kalau begitu kita kesana hari ini, hari ini mama sedang berada dirumahnya karena setiap hari minggu mama pasti tidak kekuar dari rumah menunggu kami untuk datang kesana" seru Derson.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa dukung ya.


__ADS_2