MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
bab 86


__ADS_3

🌛🌛🌛


Hari berganti dengan minggu disinilah sekarang seorang Bowo, dikediaman Harry saat ini ada seorang laki-laki paruh baya itu datang untuk melamar Amalia, dia adalah laki-laki bernama Bowo laki-laki yang tempo hari bernegoisasi dengan Harry disebuah club.


Harry dan Marry duduk diruang tamu menyambut tamu itu, Marry belum tau tujuan tamunya datang kerumah Ia hanya berpikir kalau itu teman suaminya bekerja.


"Saya sedang sibuk langsung keintinya saja, sayang ingin melamar putri kalian" ucap Bowo to the poin.


"Maksud anda apa? anda mau melamar anak saya bernama Amelia?" tanya Marry dengan tatapan membunuhnya.


"Iya benar, saya bisa membahagikan anak kalian, saya orang kaya apapun bisa saya berikan kepadanya untuk membuatnya bahagia" jawab Bowo dengan sombongnya.


"Tapi maaf tanpa meminta peesetujuan anak saya, saat ini juga saya menolak lamaran anda. umur anda mungkin lebih tua dari suami saya" ucap Marry lantang.


Harry yang melihat ada ketegangan disana mengajak Marry ke kamar untuk berbicara.


"Saya bicarakan dulu ya sama istri saya, ayok mah papa mau bicara" ucap Harry lalu menarik tangan Marry sedikit kasar karena Marry enggan untuk berdiri.


"Sakit pah, jangan kasar begitu" ucap Marry berapi-api sekarang ia tahu kalau ini pasti ulah suaminya lagi.


"Makanya ayok papa mau bicara".


Marry mengikuti langkah Harry kedalam kamar disana mereka bicara sampai mereka ingin bertengkar.


"Apa maksud papa?".


"Mah... pak Bowo itu orang kaya, kita tidak akan menyesal jika menikahkan putri kita dengannya".


"Kamu gila ya pah, pikiran mu selalu orang kaya, uang, uang terus sampe mamp*s" jawab Marry.


"Aku bicara baik-baik dengan mu kalau kamu tidak setuju terpaksa aku buat dengan cara memaksa juga, ini juga demi kebaikan Amelia. lihat Via sekarang dia sudah hidup bahagia bersama suami kayanya".


"Via sama Amelia beda, Via kamu berikan kepada laki-laki yang masih wajar umurnya, tapi kalau ini wajahnya aja sudah tua begitu, bentar lagi m*ti itu orang, yang ada anak mu sengsara" tantang Marry lagi.


"Kalau dia m*ti bagus dong, otomatis harta warisannya jatuh ketangan Amelia".


"Dasar bodoh" umpat Marry lalu pergi keluar dari dalam kamar menjumpai Bowo diruang tengah disana sudah ada Amelia yang duduk manis sambil berbicara kepada Bowo.


"Silahkan keluar dari rumah kami" ucap Marry dingin.

__ADS_1


"Tidak bisa begitu, saya sudah sepakat dengan Harry".


"Tapi saya tidak menyetujuinya. Amelia masuk kamar sayang mama akan usir laki-laki ini" ucap Marry kepada Amelia sedangkan yang ditatap merasa bingung.


Amelia hanya menurut melihat kemarahan mamanya, biasanya mama orang yang sabar dan lembut dalam berbicara tapi kali ini mamanya sperti ingin memangsa laki-laki didepannya.


"Keluar....." teriak Marry dengan kencang, Bowo pun keluar dari sana dan mengedipkan matanya kepada Harry yang ada dibelakang Marry.


Setelah bowo meninggalkan ruangan itu Marry mengamuk memecahkan pot bunga yang ada disana, membuang bantal-bantal dari sofa, meja sudah terbalik, emak-emak yang marah itu sekarang sudah banyak tenaga mungkin karena diselimuti rasa amarah.


"Aku mau cerai dan Amelia tinggal bersama ku. tinggalkan kami disini" ucap Marry dengan wajah yang sudah merah.


"Selama ini aku sabar menghadapi mu, tapi apa balasan mu, pertama-tama kamu jual keponakan mu padahal anak dari kakak mu sendiri, kemaren jual rumah, dan sekarang jual anak sendiri. besok mau jual apalagi? ginjal mu? biar sekalian kau m*ti" bentak Marry.


"Keluar dari rumah ini sekarang juga bawa pakaian mu dari sini dan rumah ini bukan rumah mu karena ini milik Via, aku salah memilih laki-laki jadi pendamping hidupku, banyak yang datang padaku tapi aku memilih laki-laki baj*ngan yang tidak bertanggung jawab".


"Ok aku pergi, tapi ingat apapun yang menjadi keinginan ku harus bisa tercapai. ingat itu" ancam Harry.


"Dasar gil*" umpat Marry saat melihat Harry berjalan kekamarnya mungkin mengambil beberapa bajunya.


Beberapa saat kemudian Harry keluar dengan koper yang ia seret dan berjalan keluar dari rumah, sepertinya laki-laki satu ini memang sudah g*la dia tidak memikirkan anak dan istrinya yang ia pikirkan hanya kesengannya saja.


"Apa kamu setuju kalau mama cerai dengan papamu?".


"Kenapa harus bercerai mah?".


"Mama sudah tidak tahan lagi dengan sifat papa mu, kamu tau? laki-laki yang ada diruang tamu tadi adalah laki-laki yang ingin dinikahkan papa mu dengan mu" Marry langsung memberitahu kebusukan suaminya.


Deg.....


jantung Amelia berdetak dengan kencang, ia tidak menyangka menjadi korban dari keegoisan sang papa dan lebih parahnya lagi papanya tega ingin menikahkannya dengan. laki-laki yang nafasnya aja sudah mau bau tanah.


"Amelia nggak mau mah" ucap Amelia dengan tatapan jijiknya.


"Justru itu mama menantang papa mu dan mama ingin bercerai saja dengannya mama nggak kuat lagi dengan tingkahnya".


"Tega banget sih papa, kalau ngasih yang seperti Derson nggak masalah ini yang sudah tua" batin Amelia.


"Sayang bagaimana? apa kamu setuju mama bercerai dengan papa mu?".

__ADS_1


"Iya mah" jawab Amelia mantap sepertinya Ia sama seperti mamanya sudah muak dengan papanya.


Marry kembali kakamarnya dan mengambil hpnya dari nakas dan dilirknya jam masih jam 8 malam, tanpa sepengetahuan Amelia Marry menghubungi Via.


Dalam hitungan detik telfon itu langsung diangkat oleh Via.


"Hallo nak, bagaimana kabar mu" tanya Marry.


"Baik tante, ada apa ya nelfon Via malam-malam begini?" tanya Via dari seberang telfon.


"Nak ada hal peting yang harus tante kasih tau kepada mu".


"Apa itu tante" tanya Via penasaran.


"Sayang paman mu membuat ulah lagi, tante jadi malu mengucapkannya padamu, tapi hanya kamu yang bisa tente andalkan".


"Masalah apa tante?".


"Pamanmu mau menikahkan Amelia dengan laki-laki tua, tente nggak tau mau ngomong apa lagi sama paman mu".


"Tante tenang dulu ya nanti aku bicarakan masalah ini kepada Derson" ucap Via dari seberang telfon.


"Tante juga sudah mengusirnya dari rumah, rasanya tante nggak kuat lagi untuk bersama".


"Terus paman tidur dimana malam ini tente?".


"Tante nggak tau nak biarkan saja dia terlantar, nak tante mau istriharat dulu ya, kamu jaga kesehatan disana" ucap Marry lalu mematikan telfonnya setelah Via menjawab iya.


Derson yang saat ini lagi tiduran bersama Via menyergitkan dahinya saat mendengar sedikit percakapan mereka.


"Kenapa lagi situa bangka itu?" tanya Derson.


"Paman membuat masalah lagi sayang, dia mau menikahkan Amelia kepada laki-laki tua".


🌛🌛🌛🌛


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.


Makasih ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2