MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Perjuangan Leo


__ADS_3

(Ringing...)


Suara nyaring dari ponsel Alkan, mampu mengalihkan pandangan nya. Ia meraih ponselnya, melihat nama sang penelpon itu.


"Zea, ada apa dia menelponki malam-malam begini?" gumam Alkan.


Tanpa berfikir panjang lagi, ia begera mengangkat telpon dan menelpenkan ponsel di telinganya.


"Ada apa?" tanya Alkan to the point.


"Gawat! Dave akan memberikan obat untuk Kayla." ucap Zea dengan nada gemetar.


"Obat? Apa maksud mu? Katakan dengan jelas Ze!" ucap Alkan. Ia merubah posisinya menjadi berdiri.


"Chytot3c. Dave akan memberikan Kayla Chytot3c!" ucap Zea was-was.


"Chytot3c? Apa itu?" tanya Alkan. Dari banyaknya obat yang ia kenal, hanya nama obat itu yang terdengar asing baginya.


"Obat untuk menggugurkan kandungan," jelas Zea.


"****!"


"Aku akan bertindak sekarang juga. Dan ... " Alkan menggantung ucapannya.


"Apa?" tanya Zea di sebrang.


"Terima kasih, Zea," kata Alakn sebelum mematikan telpon.


Zea memandang ponsel nya bingung. Sejak kapan Alkan suka mengucapkan terima kasih? Dia itu 'kan lelaki yang menyebalkan.


"Sejak kapan kau suka ber terima kasih, Alkan?" gumam Zea.


———

__ADS_1


Brak'


Alkan membuka pintu secara kasar dengan nafas yang tak beraturan. Sangat terlihat di wajahnya, bahwa dia sekarang tengah panik.


"Ada apa?" tanya Leo santai.


"Si4lan! Si Dave. Dave akan memberikan Kayla obat untuk menggugurkan kandungan nya," jelas Alkan.


"Kayla, dalam bahaya. Ayo bertindak!" tegas Leo.


Leo dan Alkan segera mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Mereka ingin cepat-cepat sampai di tempat Kayla.


———


Dave membuka botol berisi obat itu. Ia mencengkram kuat dagu Kayla dan memaksanya untuk membuka mulutnya, agar ia bisa memberikan obat itu pada Kayla.


"Buka mulutmu!" bentak Dave.


Tidak ada suara dari Kayla. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menangis karna takut. Ia berusaha untuk tidak membuka mulutnya, agar Dave tidak memaksanya meminum obat penggugur itu.


"Hahaha, bagus Kayla bagus!" seru Dave.


"Pergi kau ibl1s!" senyak Kayla.


"Pergi? Baiklah, aku akan pergi sekarang juga. Selamat menahan sakit." Dia melangkah menuju pintu dan kemudian pergi begitu saja.


Kayla sangat ketakutan saat ini. Ia segera menelpon Alkan untuk mengadukan semuanya. Toh, hanya Alkan yang bisa dia andalkan. Bagaimana dengan Leo? Kayla belum tau Leo sudah keluar dari penjara, 'kan.


Kayla menekan beberapa nomol pada layar ponsel nya, dan segera menempelkan nya di telinga kirinya. "Alkan ... aku mohon angkat ...." gumam nya.


"Kayla?!" akhirnya, Alkan mengangkat telponnya.


"Kayla?!" tanya Alkan sekali lagi dengan nada khawatir.

__ADS_1


"Alkan ... perutku. Perutku mulai sakit ... tolong aku. Aku mohon Alkan," mohon Kayla.


"Tunggu aku!" kata Alkan.


"Aaaahhgrr sakit, semakin sakit Al---kan,"


Leo yang sedari tadi mendengar percakapan antara Kayla dan Alkan di telpon, segera menpercepat laju mobilnya. Ia tak mampu menenangkan Kayla saat ini. Rasanya, Leo ingin sekali menenagkan Kayla–nya. Tapi, sekarang ia menjadi pengecut. Ia terlalu takut menampakan diri, atau bersuara kepada Kayla.


———


Brak'


Leo menendang pintu rumah itu dengan kuat. Ia segera berlari masuk kedalam kamar dan melihat Kayla–nya yang sedang nemahan rasa sakit.


Tanpa lama-lama, Leo tangsung menghampirinya. Dia perlahan mengelus lembur pipi Kayla yang basah, karna sedari tadi, kayla menangis.


Kayla mendongakkan wajahya, ia melihat pria yang memakai scraf di wajahnya juga topi yang melekat di kepalanya. Sorot matanya sangat tajam sekali. Siapa dia? Bagi Kayla sentuhannya tidak asing, ia merasa nyaman di dekat pria ini.


"Si–siapa k–kau?" tanya Kayla terbata-bata, karna menahan sakit.


Leo tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya saja. Akhirnya, setelah sekian lama, ia bisa berhadapan lagi dengan Kayla meskipun harus menyembunyikan wajahnya.


Kayla memegangi perutnya yang semakin sakit. "Ka–kau anak buah A–Alkan?" tanya nya.


Leo mengangguk kecil, dan hendak membantu Kayla untuk berdiri. Tapi, rasa sakit di perut Kayla semakin menjadi, dan kini sudah ada d4r4h yang mengalir dari sel4ngk4ngannya.


"Agghh, sa–kit ... tolong aku. Aku mohon, hiks," ucapnya.


Tanpa berlama-lama lagi Leo langsung menggendong Kayla dan membawanya Keluar.


Perlahan tubvh Kayla semakin melemas suara erangan nya semakin parau. "Sa–kit, tu–tuan Leo di mana? A–apa dia tega? Mem–biarkan aku sa–kit?" ucapan nya terpotong-potong.


Leo segera masuk kedalam mobil bersama Kayla yang berada di gendongannya. Tepatnya, di kursi penumpang. Karna, saat ini yang bertugas melajukan mobil adalah Alkan. Sementara, Ia masih mendekap tubvh Kayla di p3lukan nya dengan rasa sayangnya. Juga, tanpa sadar sesekali ia menc1umi pucuk kepala Kayla.

__ADS_1


"Sa–kit ... aghrghh sa–kit." lirihnya dengan mata tertutup.


"Tu–tuan Leo, dimana? Tu–an ... aku kesakitan ... tu–an Leo ... anak kita ... tuan ... Le–Leo," sedari tadi Kayla menyebut nama Leo dengan mata tertutup. Kayla masih merasa bahwa Leo tidak datang untuk menyelamatkan dirinya, padahal yang mendekap tubvh nya saat ini adalah Leo.


__ADS_2