
🌛🌛🌛
Ting.... tong.... suara bel apartemen milik Lily berbunyi bertanda ada orang yang datang, Derson segera melangkah kakinya menuju pintu untuk membukakan pintu kepada orang yang baru datang.
"Siapa yang datang kak?" tanya Lily saat melihat yang berjalan hanya ada Derson.
"James".
"Dimana kak Jamesnya?" Lily cilingak-cilinguk untuk melihat James tapi Lily tidak ada melihat James masuk.
"Masih diluar sedang menelfon" kini Derson sudah duduk santai disofa sambil meminum susu hangat buatan Lily.
"Dek buatkan minum juga buat James dia pasti belum sarapan sekalian buatkan sarapan untuk kita ya!".
"Kakak mau makan apa biar Lily masakkan?" tanya Lily, walau Lily termasuk orang kaya tapi kalau soal memasak Lily jagonya.
"Buatkan bubur ayam saja dek, kayaknya enak dimakan pagi-pagi begini".
Setelah mendengar ucapan Derson Lily langsung meluncur kedapur untuk mempersiapkan bubur pesanan Derson, dengan sigap dan lancar Lily menyiapkan semua bahan diatas meja dan mulai memulai memasak.
Diruang tengah Derson dan James sedang berbincang dengan sangat serius.
"Apa yang sudah kamu lakukan buat orang yang telah menyakiti Lily?".
"Aku belum melakukan apa-apa, tapi ketiga orang itu sekarang sudah mendekam dipenjara".
"Bagaimana dengan keluarga mereka?".
"Keluarga dari ketiga orang itu termasuk golongan orang kaya, dan kabar bahagianya ketiga-tiga orang itu membutuhkan kita dalam menjalan perusaan ayah mereka".
"Salah satu dari mereka memasok bahan dari perusaan kita dalam pembuatan baju, dan dua lagi perusaan yang membutuhkan investasi kita diperusaan mereka sebesar 30%. dan aku punya rencana untuk memutuskan kerja sama dengan mereka" ucap James lagi.
"Bagus laksakan secepatnya, aku tidak mau lagi bekerja sama dengan orang yang berani mengganggu keluargaku" ucap Derson tegas.
Kedua orang itu berbicara dari hal masalah Lily, kepindahan Lily dan juga tentang pabrik yang akan dibuka beberapa hari lagi, tapi kali ini Derson mulai bertanya tentang Lily kepadanya.
"Apa kamu tidak berniat menikah dengan Lily?".
"Aku sama sekali tidak ada niat, tapi kalau dia bersedia menikah denganku ya bersedia atau tidak aku harus mau, kamu tau sendiri dari dulu sudah kita tanamkan tidak akan pernah melecehkan perempuan apalagi diatas ranjang" ucap James membuat Derson tersenyum.
"Aku hanya bertanya saja, takutnya kalau sampai Lily hamil kamu tidak bersedia itu yang membuat pekerjaan ku bertambah".
__ADS_1
"Tenang saja aku bukan pria yang seperti itu".
Ditengah pembicaraan mereka Lily datang dari arah dapur untuk memanggil Derson dan James untuk sarapan berhubung bubur yang ia buat sudah matang.
"Kak sarapan yok, buburnya sudah matang".
"Ok dek kakak akan datang" Derson maupun James menghentikan pembicaraan mereka dan mengikuti langkah Lily kemeja makan.
🌛🌛🌛
Semua pekerjaan di Amerika Serikat sudah selesai dikerjakan oleh Derson dan James besok pagi keberangkatan mereka untuk pulang kembali dan malam ini ketiga orang itu menghabiskan waktu disebuah restoran.
Hanya makan malam biasa tidak ada yang spesial tapi ketiga orang itu begitu menikmati hidangan didepan mereka disebuah ruangan VIV.
"Kak.... Lily udah kenyang, terus Lily juga sudah ngantuk kita pulang sekarang yok" ajak Lily sambil mengelus-elus perutnya yang sudah kenyang.
"Udah ngantuk ya? yaudah kita pulang sekarang" jawab Derson lalu berdiri dari duduknya lalu berjalan meninggalkan ruangan VIV itu.
Saat Lily, Derson dan James sudah keluar tanpa sengaja Lily dan Isla saling melihat, dengan riang Isla langsung menyamperi Lily.
"Hay kak Lily, kakak makan disini juga?".
"Dek kamu disini makan sama siapa?".
"Sama kakak ku juga, papa dan mama ku juga disini, itu mereka datang" Isla langsung menunjukkan Mawar dan Alfi sedang berjalan kearah mereka sambil berbicara dengan tawa.
Tiba-tiba mata Lily menangkap wajah yang ia kenal dan sudah beberapa kali bertemu dengannya walau hanya sebentar.
"Dek kita pulang sekarang" ucap Derson dingin dengan wajah sudah menahan amarah, ternyata adiknya ini berteman baik dengan anak mamanya hanya berbeda bapak.
"Dek sepertinya kakakku mau ada urusan lagi, lain kali ya kakak berjumpa sama mamamu" ucap Lily lalu segera pergi dari hadapan Isla.
"Kak Lily kenapa ya, kok aneh banget" guman Isla kebingungan melihat tingkah aneh Lily padahal sebelumnya Lily sangat ingin sekali bertemu dengan mamanya Isla.
Mawar dan Alfi datang kedepan Isla dan diikuti oleh Jhosua dari belakang, Mawar sangat heran melihat Isla sedang kebingungan lalu segera bertanya.
"Kamu kenapa sayang? kayak bingung begitu?".
"Teman Isla yang Isla ceritakan sama kemarin, tadi kami kebetulan jumpa disini tapi dia buru-buru pergi bersama kakaknya padahal sebelumnya kak Lily pengen jumpa sama mama" ucap Isla.
"Siapa nama kakaknya Lily?" tanya Mawar penasaran, Mawar menduga-duga kalau Lily yang menjadi teman anaknya itu Lily anaknya sendiri.
__ADS_1
"Kurang tau siapa nama kakaknya, soalnya Isla nggak pernah tanya, nantilah Isla tanya lagi. kita pulang sekarang nenek dan kakek pasti kesepian dirumah" ajak Isla.
Ketiga orang itu mengikuti langkah Isla menuju parkiran mobil, selama di Amerika serikat Jhosua lah yang menjadi supir mereka setiap kemana-mana berhubung supir pribadi Isla sedang cuti.
🌛🌛🌛
Saat ini Isla sudah berada dikamarnya dikediaman kakek dan neneknya, Isla melihat-lihat poto digaleri hpnya untuk menghilangkan kebosanan sebelum tidur.
"Kalau dilihat-lihat wajah mama kok mirip ya sama kak Lily" Isla melihat lekat-lekat poto Lily bersamanya saat berpoto disebuah mall minggu kemaren.
"Apa mungkin kak Lily itu anaknya mama, mamakan dulu pernah cerita kalau dia masih mempunyai putra dan putri selain aku dan kak Jhosua".
"Apa aku tanyakan aja ya sama mama tentang Lily?".
Setelah menimbang-nimbang Isla akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada sang mama. Isla mulai berjalan menuju kamar mamanya setelah sampai didepan pintu Isla langsung mengetuk pintu kamar mamanya.
Tok.... Tok... Tok...
"Ada apa sayang?" yang membuka pintu bukan mamanya tapi papanya Isla.
"Mama mana pah?".
"Sudah tidur ada apa sayang?".
"Sudah tidur ya? yaudah deh pah besok aja Isla ngomong sama mama" ucap Isla lalu berjalan kembali kekamarnya.
"Kapan-kapan ajalah aku tanya sama mama" batin Isla.
🌛🌛🌛
Sesuai dengan rencana, pagi ini Derson James dan Lily akan pulang ketanah kelahiran mereka, ketiganya sudah sampai di depan helikopter yang akan membawa mereka terbang.
"Kamu masuk duluan dek, kami masih mau merokok disini sebentar lagi" ucap Derson kepada lily.
Mendengar ucapan kakaknya Lily mulai manaiki tangga helikopter itu meninggalkan Derson dan James.
Tapi tidak menunggu lama Derson dan James sudah masuk kedalam helikopter, helikopter sudah siap diterbangkan mengingat sang boss sudah masuk kedalam helikopter itu.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak iya
__ADS_1