MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Alkan


__ADS_3

Dua bulan terlah berlalu. Kayla tidak terlalu fokus pada kuliahnya, ia sibuk mengurusi bisnis milik ayahnya. Meskipun dia belum mengerti, tetapi dia rela meninggalkan kegiatannya hanya demi mengurusi bisnis ayahnya.


"Nona, sekarang ada meeting dengan klien." ucap Dave


Dave adalah orang yang di utus Hendrik untuk membantu Kayla mengurusi semua bisnis ayahnya. Ia sudah menemani Kayla sejak Hendrik pergi. Kurang lebih dua bulan.


"Dave, kau akan mewakiliku-kan?" tanya Kayla


"Ya Nona, itu pasti." jawab Dave.


Kayla berdiri dan menenteng tas miliknya yang berwarna merah, "Oke, kita berangkat ke kantor sekarang"


——


"Dave, siapa klien kita?" tanya Kayla


"Tuan Alkan." jawab Dave singkat sambil mengendarai mobil.


"Alkan?" beo Kayla


"Iya Nona, dia adalah pebisnis hebat" ucap Dave


"Apakah dia mempunyai Kakak yang bernama Leo?"


"Iya Nona, mengapa kau tau? Apa kau sudah mengenal mereka?" tanya Dave.


"E–itu, aku tidak mengenal mereka. Aku hanya mengatahuinya saja" Jawab Kayla gugup.


––


Kini Kayla sudah sampai di kantornya, ia begitu gugup sekarang. Buakan tanpa sebab, ini karna ia akan bertemu dengan Alkan.


"Apa aku harus berurusan dengan mereka lagi?" gumam Kayla.


"Bagaimana aku menghindari Tuan Alkan?"


"Nona, ada apa?" tanya Dave yang melihat Kayla seperti orang yang kebingungan.


"Eh, tidak ada"


"Ayo, sebentar lagi kita akan melaksanakan meeting nona," ajak Dave


"Baiklah," ucap Kayla pasrah.


––


Saat Kayla memasuki ruangan meeting, ternyata di sana sudah ada Alkan. Kayla sangat terkejut sekaligus takut. Taku Alkan akan membawanya pada Leo lagi.


"Gadis itu, tenyata dia yang memiliki perusahaan ini" gumam Alkan.


"Tapi, bukankah ini adalah bisnis Tuan Adijaya? Gadis itu, siapa dia sebenarnya?" Alkan betanya-tanya dalam pikirannya sendiri.


Kayla duduk di sebelah Alkan. Sesekali Alkan tersenyum padanya. Ia sangat risih dengan tingkah Alkan yang seperti sedang menggodanya, tapi Kayla berusaha untuk tidak menghiraukannya.


"Orang ini, mengapa dia selalu menyebalkan? Sama seperti Kakaknya" gumam Kayla.


––


Meeting telah selesai, semua orang keluar dari ruangan. Tapi, Alkan tetap duduk di tempatnya. Ia tengah mencari kesempatan untuk bisa berbincang dengan Kayla.


"Kenapa kau tidak keluar?" tanya Kayla


"Nona cantik, apa kau tau? Kakakku begitu menderita tanpamu" ucap Alkan


"Dasar pembohong. Bagaimana bisa dia menderita? Dia itu laki-laki tak punya hati" ketus Kayla


"Kenapa kau tidak menemuinya saja?" Alkan menatap mata Kayla.


"Tidak" Kayla segera berdiri dari kursinya.


Saat beranjak dari kursi, tiba-tiba penglihatan Kayla kabur, dia merasa pusing. Perlahan-lahar penglihatannya menghitan dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


 


Ketika Kayla membuka matanya, ternyata dia sudah berada di sebuah rungan di rumah sakit. Ia melihat sekeliling ruangan dan melihat Leo yang tengah duduk sembari memandangnya.


Saat Kayla di bawa ke rumah sakit, Alkan menelpon Leo dan memintanya untuk segera pergi menyusulnya ke rumah sakit.


"Mengapa kau ada disini? Aku tidak ingin memiliki urusan denganmu lagi!" pekik Kayla


"Diam, jangan banyak bergerak." Leo mencekal pergelangan tangan Kayla


"Sudahlah! Aku bilang, aku tidak ingin berurusan denganmu lagi!" bentak Kayla


"Benarkah?"


"Tapi, itu akan menjadi urusanku juga" Leo menunjuk pervt rata Kayla.


"Apa?" Kayla melirik Kayla.


Terlintas dari pikiran Kayla tentang ketakutannya selama ini. Ya, ketakutannya! Apalagi jika bukan tentang kehamilan.


"Apa aku hamil" tanya Kayla


"Ya, itu anakku" ucap Leo.


Ketakutan yang selama ini Kayla takutkan, ternyata terjadi. Ia mengandung anak Leo, mau tidak mau, ia akan memiliki urusan lagi dengan Leo. Bahkan mungkin lebih dari sekedar urusan.


Kayla menatap wajah sendu Leo dengan tatapan yang sulit di artikan. Kedua matanya berair, menahan tangis. Apa yang harus dia lakukan sekarang?


"Jangan menangis dihadapanku, aku tidak suka" Leo memegang kedua pipi Kayla dan menghapus air mata yang membasahi pipi Kayla.


"Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Bagaimana mungkin aku hamil?"


"Apa aku akan mengandung tanpa adanya suami?" lirih Kayla


"Sutt," Leo meletakan jari telunjuknya di b1b1r Kayla.


"Kau ini bicara apa? Aku, akulah ayahnya. Aku akan menjadi suamimu juga" tutur Leo.


"Malam itu, bukankah sudah aku katakan padamu kalau aku menyukaimu?" tanya Leo


"Suka? Kau pikir pernikahan itu atas dasar suka?!" bentak Kayla.


"Bagaimana caranya membuat dia paham kalau aku benar-benar menginginkannya?" batin Leo


"Apa kau memang terlahir dengan sifat keras kepala Nona?"


"Aku akan bertanggung jawab, disitu ada anakku. Darahku!" tegas Leo


"Jika kita tidak saling mencintai, mengapa kita tidak belajar untuk saling mencintai?" tanya Leo


"Kau pikir cinta itu sebuah pelajaran?" beo Kayla


"****! Gadis ini benar-benar membuatku kesal" gumam Leo.d


"Oke, fine!"


"Aku akan menikahimu atas dasar kewajibanku. Ya! Kewajiban seorang ayah mepada anaknya" tegas Leo.


"Jadi kau akan menikahiku atad da—"


"Diam! Turuti aku, jangan banyak bicara!" potong Leo.


"Besok kita akan menikah" ucap Leo


"Apa!"


"Secepat itukah?"


"Aku belum mempersiapkan diriku untuk sebuah pernikahan"


"Kita tidak akan mengadakan pesta kan?"

__ADS_1


"Apa kau menginginkan pesta?" tanya Leo


"Tidak!"


"Kita akan menikah dengan sembunyi-sembunyi" ucap Kayla.


Leo mengerutkan dahinya, dia tidak setuju dengan perkataan Kayla, "apa? Tidak ada pesta? Apa kau sidah g1la?" tanya Leo.


"Kau yang g1la! Jika kita mengadakan pesta, aku takut orang-orang akan mengetahui bahwa aku sedang mengandung" ucap Kayla


"Itu tidak mungkin, lihat perutmu." ucap Leo


"Ada apa dengan perutku?"TanyaKayla


"Rata" jawab Leo dingin.


--- --- ---


Kayla sudah pulang dari rumah sakit, dia pulang diantarkan oleh Leo tentunya. Dave? Bagaimanadengan dia? Tentu saja dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika berhadapan dengan Leo.


"Pulanglah, besok aku akan kembali menjemputmu" ucap Leo


"Ingat! Pokonya, tidak boleh ada pesta." tekan Kayla.


"Hmm baiklah."


Kayla memang tidak menginginkan pesta atas pernikahannya dengan Leo. Dia malu, karena saat ini dia tengah mengandung.


Kayla juga tidak ingin acara pernikahannya dilangsungkan di rumahnya, dia susah meminta Leo untuk melangsungkan pernikahan di kediaman Leo. Itupun hanya orang-orang tertentu yang datang. Jadi tidak akan banyak tamu yang hadir.


––


"Tuhan, seburuk inikah takdirku?" gumam Kayla.


"Apa aku harus menikah dengan dia?"


Malam ini tidur Kayla sangat tidak nyenyak. Ia memikirkan tentang Leo, tentang pernikahan, tentang kehamilannya, dan tentang aset-aset milik ayahnya yang ia jaga. Jika dia menikah, siapa yang akan menjalankan bisnis? Jika sudah menikah, dia tidak mungkin menjalankan bisnis ayahnya, apalagi dia sedang mengandung.


––


Hari ini, tepatnya hari dimana Kayla dan Leo akan menikah, Kayla tengah mempersiapkan dirinya dikamar. Ia sempat menangis untuk hal-hal yang seharusnya tidak untuk ditangisi. Tapi, kesedihan sesungguhnya adalah ketika dia haru menikah dengan lelaki yang terkenal kejam.


Tok'


Tok'


Tok'


"Nona, buka pintunya" pinta pembantu di luar kamar.


"Ada apa?" tanya Kayla setelah membukakan pintu.


"Ada seorang pria yang menanyakanmu, dia memakai mobil putih" jelas pembantu itu.


"Tuan Leo" gumam Kayla


"Dimana Dave?" tanya Kayla.


"Dia ada di bawah" jawab pembantu itu.


Kayla segera pergi ke bawah untuk menemui Dave. Dia ingin menjelaskan semu yang terjadi padanya dan Leo. Dia juga akan meminta Dave untuk mengurus semua sementara.


"Dave, kau disini rupanya" Kayla melihat Dave tengah memandang mobil putih milik Leo.


"Nona, apa dia itu kekasihmu?" tanya Dave.


"Eum–itu ... aku akan jelaskan. Kemari, ayo kemari" pinta Kayla.


Kayla menceritakan semua rahasia yang selama ini terpendam. Tanpa sedikit malu, ia menceritakan saat mengambil kesuciannya pada malam itu.


Wajah Dave seketika berubah, ketika ia mendengar penuturan Kayla tentang kehamilannya. Dia sangat tidak percaya juga kecewa. Karna sebenarnya Dave sangat menyukai Kayla.

__ADS_1


__ADS_2