MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Dua Surat


__ADS_3

Saat ini Leo masih setia berada di samping Kayla, sesekali menc1umi punghung tangan wanita yang saat ini masih dalam keadaan lemah.


"Aku akan tetap disini, sampai ..."


"Sampai keadaan mu membaik. Setelah itu, aku akan kembali menghukum diriku," Leo melanjutkan ucapan nya.


Leo memejamkan matanya, menarik nafas dalam kemudia membuangnya kasar, "aku tidak ingin seperti ini, Kay. Aku tersiksa. Aku gila. Kayla, jika kau sudah sadar, dan melihat ku disini, apa kau akan marah?" tanya Leo pada Kayla yang masih memejamkan mata. Lelaki itu mengajak Kayla bicara, meskipun ia tahu, Kayla tidak akan menjawabnya.


Ceklek'


Suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan Leo, "Alkan, kau sudah membeli barang yang aku minta?" tanya Leo.


Alkan meyodorkan dua kertas korong dan satu pulpen pada Leo, pria itu kembali pergi ke luar ruangan, meninggalkan Leo di dalam.


———


Ceklek


Leo keluar dari ruangan bersama dua lembar kertas dan pulpen di tangan kirinya, ia memberikan kertas itu kepada Alkan yang tengah duduk, "jika Kayla sudah sadar, berikan ini kepadanya," kata Leo.


"Apa ini?" Tangan Alkan menaruk kertas itu.


"Surat dariku, untuk Kayla," jawab Leo.


"Ck. Jaman modern, masih menggunakan benda jelek ini untuk berkomunikasi? Memalukan," ledek Alkan.


"Diam, atau aku patah kan lehermu sekarang?"


———


"Euh, di–dimana ini?" gumam Kayla, yang baru saja sadar dari tidur panjangnya.


"Di rumah sakit," ucap Alkan.


"A–alkan, di mana tuan Leo? Apa dia tega membiarkan aku seperti ini? Anak ku, dimana dia?" ucap Kayla berturut-turut.


"Apa aku boleh berdiri dari tidurku?" tanya Kayla.


"Sebaiknya, jangan. Kau masih belum kuat," saran Alkan.


"Aku kuat. Tolong bantu aku, Alkan." Ucapnya, ia berusaha merubah posisinya menjadi duduk.


Alkan membantu Kayla untuk merubah posisinya menjadi duduk, ia merapikan selimut yang tersingkap saat itu. Setelahnya, ia mengeluarkan kertas pemberian Leo.

__ADS_1


"Ini, Leo menitipkan ini," Alkan menyodorkan lipatan kertas pada Kayla.


Perlahan Kayla membuka kertas itu, dan membacanya.


***


Isi surat :


Lembar 1


Kayla–ku sayang ... maafkan aku yang pengecut ini.


Maafkan aku yang tidak berani untuk menampakan wajahku di hadapan mu. Sungguh, aku terlalu takut untuk itu.


Kayla, jika suatu saat nanti, ada seseorang yang mengatakan bahwa aku tidak mencintai mu ... berarti, dia berbohong. Jangan percaya. Karna untuk setiap denyut nadiku, aku siap menyerahkan nya untuk mu.


Selamat untuk dirimu, yang berhasil membuat ku se‐hancur ini, membuat aku se-takut ini, membuat aku se-gila ini, dan membuat aku se-lemah ini.


Seperti yang kau inginkan, aku tidak akan muncul di hadapan mu lagi. Tapi, aku akan selalu menjagamu di mana pun itu. Percayalah, aku menjagamu dalam ke–tidak tahuan mu.


Kayla, aku mencintai mu. Sungguh. Aku tidak main-main untuk ini. Aku siap mencintai mu dengan cara berlebihan. Karna, kau pantas untuk di perjuangkan dengan cara apapun.


Kayla, setelah membaca lembar ke dua dari surat ini, mungkin kau akan membenciku dari sebelumnya. Aku, akan tetap mencintai mu. Sungguh. Kau bisa merobek bagian surat ini untuk di simpan, dan di buktikan.


Kayla, anak kita sudah bahagia. Dia di peluk oleh langit, di selimuti awan putih. Maaf, karna tidak bisa menahan nya untuk pergi. Tuhan tidak ingin dia berada di dunia yang kejam ini. Jadi, dia memerintahkan langit untuk menjaga dan memeluknya.


Kemarin, Dokter sempat memintaku untuk meilih salah satu dari kalian berdua. Hingga pada akhirnya, pilihan ku, jatuh kepadamu. Kepada cintaku, kepada kehormatan ku.


Kau boleh membenciku karna tidak memilih anak kita. Kau berhak untuk itu.


Bagaimana pun keadaan nya, aku akan memilih mu. Sungguh. Memilih mu.


Kay, aku tidak bisa berbuat apa-apa saat bayi kita pergi. Aku hanya marah pada semesta, ia begitu kejam kepadaku.


Kayla, aku ayah yang tidak berguna, aku ayah yang pengecut, aku membiarkan anak ku pergi meninggalkan kita. Apa aku pantas di sebut sebagai ayah?


Kayla, aku sakit. Sangat sakit. Sungguh, ini benar-benar sakit. Aku kehilangan kehidupan ku, aku kehilangan diriku.


Untuk menulis surat ini saja, aku takut. Tapi, untung nya, ada Alkan yang memberi semangat untuk ku.


Maaf untuk semua sakit juga kecewa. Sungguh aku tidak sedikit pun berniat untuk mengecewakan mu.


Kayla, aku akan selalu ada untukmu.

__ADS_1


Aku, mencintaimu. Selalu.


Janji. Setelah membaca ini, kau harus tersenyum. Karna aku jatuh cinta kepadamu, terutama, saat kau tersenyum.


Aku ingin masa panjang ini segwra berakhir.


Leo Syam Argantara (Suami–mu)


***


Rasa sesak menjalar di rongga dada Kayla saat dirinya membaca surat itu. Ia sungguh tidak menyangka kalau Leo memang benar-benar sedang menghukum dirinya sendiri atas banyak hal yang terjadi antara Leo dengan nya.


Kayla meremas lembaran kertas berisi curahan hati Leo itu, ia melemparnya ke sembarang arah, ia menangis, berusaha melepas jarun infus yang melekat di tangan nya.


Alkan yang melihat aksi Kayla, ia langsung menahan nya, berusaha memberika ketenangan kepada Kayla, "tenanglah, Kayla. Tenang," ucap Alkan pelan. Pria itu berusaha menghentikan Kayla.


"DIAM! KAU TIDAK TAHU BAGAIMANA RASANYA JADI AKU. KAU DIAM!"


Alkan berusaha menenangkan Kayla, ia berusaha untuk memeluk Kayla, ingin memberikan ketenangan ke0ada wanita itu. Kayla memukul-mukul dada bidang milik Alkan berusaha lepas dari pelukan nya.


"Kau jangan memukulku, pukul saja Leo nanti!" kata Alkan.


"Dimana dia? Dimana? Alkan, katakan, dimana dia?" lirih Kayla. Badan nya meluruh ke pelukan Alkan, dia benar-benar merasa hancur.


"Dia akan tetap bersama kita, hanya saja dia punya cara tersendiri untuk melakukan itu," ucap Alkan.


"Bahkan saat aku membutuhkan nya, dia tidak ada untukku. Alkan, aku sudah memaafkan dia, tolong, katakan pada dirinya aku benar-benar merindukan nya." Kayla melesai pelukan nya, ia mengusai air di yang membasahi pipinya.


"Aku akan memintanya untuk menemuimu. Tapi ... dia mengatakan kalau dia takut membuatmu marah, Kay." Alkan mengusap perlahan bahu Kayla.


"Aku akan menemuinya. Dimana dia , aku akan segera kesana." Kayla beranjak dari brangkar, ia melepas jarum infus yang melekat di tangan nya secara kasar hingga membuat lengan nya berdarah.


___


Aaaaaa Leo so swett bangett nulis surat😭


Alkan juga perhatia bangettt 😭


Kalian mau bilang apa ke Leo ?


Mau bilang apa juga ke Author yang udah ngasih part yang lumayan panjang ini😭😂


Aku telat up karna mikirin isi suratnyaa loh😂😭

__ADS_1


__ADS_2