MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 36


__ADS_3

🌛🌛🌛


Pilot didalam helikopter itu sudah mulai menjalan helikopter untuk menuju perjalanan pulang, ketiga orang yang didalam sana sudah duduk dengan santai.


Lily yang duduk didekat kakaknya mulai berbicara dan menanyakan tentang Mawar, karena selama ini Derson selalu melarang Lily untuk bertemu dengan Mawar, dengan alasan tidak jelas.


"Kak" panggil Lily.


"Hmmm.... ada apa dek?" Derson langsung menoleh kearah Lily yang sudah mengahadap kearahnya.


"Kak kenapa sih kita nggak bisa ketemu mama? mama nggak pernah berbuat salah kepada kita" tanya Lily serius.


"Dia bukan mama kita, dia meninggalkan kita saat papa kita sakit dan hidup miskin, dan dia memilih pergi bersama laki-laki yang kaya. kamu lihat sendirikan tadi wajahnya begitu bahagia tanpa kita? dia sudah punya keluarga yang sempurna untuk apa mempedulikan kita yang tidak apa-apanya dibandingkan keluarga bahagianya itu".


"Walau sekarang mungkin kita lebih bahagia dari pada dia" ucap Derson lagi, saat mengingat akhir-akhir ini Mawar selalu ingin menjumpai mereka.


"Tapi beberapa kali Mama selalu menjumpai ku, tapi aku takut kakak marah aku langsung pergi begitu saja" ucap Lily lagi.


"Apapun itu jangan parnah kamu mau didekati, kalau bisa anaknya yang selama ini jadi temanmu jangan pernah menemuinya dan ganti semua sosial mediamu".


Mendengar ucapan ucap derson Lily hanya bisa diam, ada kalanya Derson yang penurut itu membatah keinginan Lily kalau itu bertantangannya dengan Derson seperti saat ini keputusan Derson tidak bisa dibantah oleh siapapun termasuk Lily.


Karena tidak mau membuat Derson marah, Lily kembali memutar arah badannya menjadi fokus kedapan dan mulai memejamkan matanya, Lily seorang anak yang beranjak dewasa itu membutuhkan kasih sayang dari ibu, walau kasih sayang yang diberikan Derson seperti ayah dan ibu.


Tanpa terasa Lily yang memejamkan matanya tidak sadar air mata keluar membasahi sudut matanya, Derson yang melihat hal itu tidak tega tapi hatinya masih tidak terima kalau Lily sampai dekat dengan Mawar.


lily yang merasa sudut matanya mulai basah membuka matanya, lalu me-lapnya dengan tisu yang ada didepannya.

__ADS_1


"Kak aku pengen peluk mama, kalau kakak nggak kasih dalam waktu lama atau pun sering aku mohon sekali aja biarakan aku memeluk mama, dan kalau mama menolak pelukan ku, itu bisa membuat ku lebih tenang" Lily kembali bernegoisasi dengan sang kakak.


"Sudah jangan menangis tidak perlu menangisi orang yang tidak perduli padamu" lagi-lagi Derson menolak keinginan Lily.


"Kak.... hiks.... hiks.... sekali aja kak" pinta Lily dengan suara tangis yang sudah mulai keras, James yang melihat kelakuan bossnya yang keras kepala itu angkat bicara.


"Biarkan saja Lily sekali bertemu dengan tante Mawar, apa kamu tega membiarkan Lily larut dalam kesedihan hanya karena pengen memeluk tante Mawar. kamu boleh keras kepadanya tapi jangan sampai kamu membatasinya untuk bertemu dengan tante Mawar, bagaimana pun tante Mawar yang telah melahirkan kalian kedunia ini. tanpa tante Mawar kalian bakal tidak ada didunia ini" ucap James dengan bijak.


"Hanya aku yang mengerti semua itu, kalian berdua tidak tau sakitnya jiwaku ketika dia meninggalkan kami waktu itu" ucap Derson lirih, luka yang ia pendam bertahun-tahun kini terluka kembali, seketika air mata Derson tumpah dari matanya.


"Dek bukannya kakak tidak perduli padamu atau tidak menyanyangi mu, waktu itu kamu masih kecil dan tidak merasakan sakit yang kakak rasakan, banyak orang yang menghina kakak karena kakak orang miskin dan ditinggalkan oleh ibu kandung, dan pada saat itu papa sakit parah dan untuk mengobati papa pun kita tidak ada uang sehingga papa meninggal dan saat itu dia sama sekali tidak datang untuk melihat kita".


"Mulai saat itu kakak sudah menanamkan didalam hati kakak, kalau kakak akan menjadi orang kaya yang dihargai banyak orang, kakak juga mulai saat itu berusaha melupakan mama dan berjanji akan membesarkanmu dengan kasih sayang yang melimpah, supaya kamu tidak merasakan apa yang kakak rasakan" ucap Derson lagi.


Saat ini Lily sudah menggenggam tangan Derson memberinya kekuatan.


"Kamu janji ya sama kakak, jangan bicarakan dia didepan kakak, kalau kami membicarakan dia hati kakak kembali sakit" ucap Derson dan dijawab anggukan oleh Lily.


🌛🌛🌛


Ditempat lain Via dan Chloe saat ini berada diruang tamu menonton serial drama korea, keduanya sangat asik menonton sambil menikmati makanan ringan dan minuman.


"Nona sama tuan kapan pulang?" tanya Chloe.


"Tidak tau bu, selama disana Derson tidak pernah menelfon ku atau memberi ku kabar" ucap Via tiba-tiba mengingat Derson yang sudah seminggu ini pergi dan tidak memberi kabar sama sekali.


"Dasar buaya ngomong aja manis saat dekat, kalau sudah jauh ingat aja nggak" batin Via.

__ADS_1


"Tapi ngomong-ngomong kapan ya mereka pulang?" Via malah bertanya pada Chloe.


"Disinikan yang jadi istri tuan rumah non Via, kok malah nanya ibu yang hanya pelayan dirumah ini".


"Betul juga ya buk, nggak usah dipikiri lah bu, kapan dia nongol brarti sudah datang, kalau belum nongol brarti masih di Amerika serikat" ucap Via cuek tidak mau memikirkan Derson.


Kedua perempuan itu kembali menonton dengan asik tanpa sadar ternyata mereka menonton sampai jam 11 malam.


"Hoam.... aku udah ngantuk buk, kita tidur yok, tapi malam ini aku tidur dikamar ibu ya" ucap Via lalu berdiri dari duduknya menuju kamar Chloe.


Chloe yang sudah mulai ngantuk hanya mengangguk dan segera mematikan TV baru menyusul Via yang sudah sampai dikamar milik Chloe.


Ternyata tepat pukul 2 malam Derson, Jemas dan Lily sudah sampai dikediaman Aderson, tanpa banyak bicara ketiga orang itu masuk kedalam rumah menuju kamar masing-masing.


Klek.... Derson membuka pintu kamar, sangat gelap tidak ada penghuninya membuat Derson menyergitkan kening.


"Kemana Via malam-malam begini? apa dia keluar dari rumah dan melanggar ucapanku" batin Derson sambil berjalan menuju kasur. kasur itu terlihat rapi sepertinya tidak ada yang menempatinya hari ini.


Dengan langkah besar Derson segera berjalan menuruni anak tangga menuju kamar Chloe, karena sebelum berangkat Derson sudah menitipkan Via selama Derson pergi tanpa sepengetahuan Via.


Tok.... Tok... Tok... tidak ada yang membuka pintu.


Tok... Tok... Tok.... .belum ada juga yang membuka pintu membuat kesabaran Derson sudah habis.


Tok... Tok... Tok... kali ini Derson mengetuk pintu dengan sangat kuat dan beberapa detik kemudian pintu dibuka oleh Via, dengan rambut yang berantakan, mata yang setengah terpejam khas orang yang masih mengantuk.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak iya


__ADS_2