
🌛🌛🌛
Ternyata pagi ini tidak seperti dugaan Via dan Derson, matahari terbit dengan malu-malu hingga langit terlihat mendung, setelah bangun dari tidurnya siap mandi Via berjalan kebalkon kamar meninggalkan Derson yang masih betah dibalik selimut.
"Yahh hari ini sepertinya akan turun hujan, pasti dia malas keluar kalau seperti ini" batin Via sambil memandang ke bawah dan melihat gedung-gedung yang lebih pendek dari hotel yang mereka tempati.
Terpaan angin mengenai kulit Via yang mulus itu membuat bulu-bulu dikulitnya berdiri dan Via merasa kedinginan via memutuskan kembali masuk kedalam kamar, dan ternyata Derson baru bangun dari tidurnya.
"Sayang kamu sudah lama bagun?" tanya Derson sambil mengucek matanya lalu merentangkan tangannya yang terasa kaku.
"Baru 1 jam yang lalu sayang, sepertinya cuaca hari ingin akan datang hujan, apa kita jadi keliling kota ini?".
"Jadi dong sayang, kita akan tetap pergi asalkan jangan hujan badai" canda Terson.
"Aku serius lho sayang".
"Aku juga serius sayang, yaudah aku mandi dulu rasanya badanku ini terasa kotor sekali karena tadi malam aku mandi keringat" Derson berjalan dari kasur kekamar mandi tanpa busana membuat Via berteriak.
"Sayang.... pake celana dulu baru jalan kenapa? apa kamu nggak malu kayak gitu" ucap Via sambil menunjukkan junior Derson yang sedang berdiri karena baru bangun tidur.
"Untuk apa malu? kalau sama mu aku tidak malu sedikit pun" Derson menjawab pertanyaan Via sebelum ia masuk kamar mandi.
Via kembali berjalan kearah pintu saat mendengar suara ketukan pintu kamarnya, Via membuka pintu ternyata yang datang adalah pegawai hotel untuk mengantarkan sarapan untuk mereka.
"Selamat pagi non, kami datang mengantarkan sarapan untuk tuan dan nona" ucap pelayan itu dengan sopan.
"Silahkan masuk pak, letakkan diatas meja saja semuanya" Via mempersilahkan pegawai itu masuk dan meletakkan semua sarapan diatas meja.
"Terimakasih ya pak" sahut Via saat beberapa pelayan itu hendak pergi dari ruangan itu.
"Sama-sama nona".
Setelah menutup pintu kembali Via mendekati meja makan, seketika cacing diperut Via minta dikasih makan, Via ngiler melihat sarapan diatas meja penuh dengan berbagai jenis makanan Dubai, walau ini sarapan tapi menu yang diminta Derson seperti makan siang atau makan malam.
"Dia lama amat sih mandinya, aku udah lapar lagi" batin Via sambil memandangi makanan didepannya.
__ADS_1
"Kalau aku makan duluan boleh nggak ya? tapi tunggu aja lah biasanga dia mandi tidak terlalu lama" akhirnya Via menunggu Derson siap mandi dan menahan seleranya untuk menyantap hidangan didepannya.
Hanya memakan waktu sekitar 20 menit Derson sudah rapi dengan pakaian bagusnya dan menghampiri Via yang berada dimeja makan, tidak lupa Derson memeluk Via dari belakang sebelum duduk dikursinya.
"Sudah lapar ya sayang? kok makanannya cuman diploti saja?".
"Iya aku lapar sayang, cepat dong duduk dikursi biar kita makan, nanti malam lagi peluk-peluknya" ucap Via lalu mengisi piring dengan makanan yang ada setelah Derson melepaskan pelukan dari tubuhnya.
"Sayang kamu makan yang banyak ya, walau hari ini sedikit mendung aku tetap akan membawa mu untuk mengelilingi kota ini, walau hanya diam dan duduk didalam mobil. kalau tidak aku akan membawa mu ke mall yang paling besar dikota ini".
"Hehe iya sayang, kita makan dulu ya".
Derson dan Via begitu menikmati hidangan diatas meja, walau ini pertama kali Via memakan makanan di Dubai tapi ia merasa makanan ini cocok di lidahnya sampai ia menambah makanan ke piringnya dua kali.
"Sayang habis ini kamu ganti baju ya, supir dibawah sudah siap mengantarkan kita kemana saja" ucap Derson ketika mereka sudah siap makan dan istirahat sejenak.
Tanpa menjawab ucapan Derson, Via langsung berjalan kelemari lalu pergi kekamar mandi untuk mengganti bajunya, kali ini Via menggunakan gamis keluaran baru minggu lalu dan penampilan kali ini sedikit berbeda Via menggunakan hijab untuk pertama kalinya didepan Derson.
Saat Via keluar dari kamar mandi Derson hanya memandangi Via dari atas sampai bawah tanpa berbicara sampai Via menepuk pundak Derson.
"Sayang kok bengong, mikirin apa?".
"Ngapain?".
"Aku hanya mengagumi mu sayang, sepertinya pakaian seperti ini bagus untuk mu dan aku suka dengan pakaian mu hari ini".
"Apa aku cantik sayang?" tanya Via sambil memutar-mutar tubuhnya dan mengembangkan bajunya didepan Derson.
"Sayang kamu cantik, cantikkkkk... banget. mulai hari aku akan membeli mu baju yang model seperti ini dan membeli mu banyak hijab".
"Itu belum cukup sayang".
"Apa yang masih kurang sayang?".
"Aku mau kita lebih mendekatkan diri lagi kepada TUhan" seru Via sambil mendudukan bokongnya diatas kursi.
__ADS_1
"Aku akan mencobanya sayang".
Via dan Derson sudah turun dari kamar menuju parkiran disana sudah ada dua mobil yang akan membawa mereka mengelilingi kota Dubai, satu mobil khusus untuk derson dan via dan satu mobil lagi khusus untuk pengawal yang akan menjaga mereka.
"Sayang kamu yakin ingin meyetir?".
"Yakin dong sayang, hari ini aku khusus jadi supir pribadi mu dan merangkap sebagai suamimu" ucap Derson lalu mulai menjalankan mobilnya.
Mobil yang bagus itu sudah mulai keluar dari lobi hotel dan berjalan dijalan raya, Via tidak henti-hentinya mengagumi kota itu sedangkan derson hanya diam terkadang tersenyum melihat tingkah Via. tidak lupa juga tangan derson terkadang menggemgam tangan Via dan satu lagi fokus menyetir.
Sepertinya cuaca hari ini berpihak kepada Derson dan Via hari yang tadinya mendung berubah menjadi cerah, Derson membawa Via keberbagai tempat wisata disana sampai hari sudah mulai sore.
"Sayang apa kamu nggak capek?" tanya Derson saat mereka keluar dari restoran yang ada digedung Burj khalifa, tadi sebelum makan gedung ini sudah dijelajahi oleh Derson dan Via.
"Iya sayang aku sudah capek, kita pulang sekarang aja aku mau istirahat dihotel" ucap Via.
Derson menuntun Via berjalan kemobil mereka dan tidak lupa saat mereka sudah sampai didepan mobil Derson membukakan pintu untuk Via setelah memastikan Via duduk dan kembali mengunci pintunya Derson berjalan kearah kursi kemudi.
Sepanjang perjalanan Via terus memandangi Derson yang sedang fokus mengemudi, Derson mengetahuinya saat tidak sengaja melirik Via.
"Kenapa mandang-mandang aku? kamu mengagumi ku ya sayang?".
"Iya sayang, aku heran deh makin hari kamu kok makin romantis gitu?".
"Supaya kamu makin cinta padaku sayang".
"Tapi habis itu nggak ada niat mencampakkan ku kan?" tanya Via.
"Sampai kapan pun itu tidak akan terjadi sayang, aku setia kepada pilihanku".
"Aku bukan pilihan mu sayang".
"Seiring berjalannya waktu yang kita jalani, aku memilihmu dan tidak ada pilihan lain".
"So sweet banget sih sayang" ucap Via lalu memeluk lengan Derson.
__ADS_1
🌛🌛🌛
gayss jangan lupa tinggalkan jejak ya