MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 48


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Aku takut" bisik Via tepat ditelinga Derson dan tangannya menggemgam tangan Derson dengan kuat.


"Nggak usah takut sayang aku akan menjaga mu" ucap Derson sambil menenangkan Via.


Helipkopter sudah mulai berjalan kurang lebih 2 Jam perjalan helikopter itu sudah mendarat dengan sempurna, sehingga membuat Via sedikit lega dari ketakutannya.


Keempat orang itu sudah memasuki hotel yang ada disana, karena sebelumnya mereka sudah memesan kamar jadi mereka tinggal meminta kunci dari resepsionist.


Dengan gagahnya kedua laki-laki itu menarik koper besar yang berisi baju yang akan mereka gunakan selama liburan nanti.


"Sekarang kita istrahat saja ya... nanti siang kita akan keluar untuk melihat pemandangan disini" ucap Derson lalu pergi dari hadapan Lily dan James sambil merangkul pinggang Via.


Sesampainya didepan pintu kamar Derson segera membuka pintu lalu membawa Via masuk kedalam.


"Sayang kamu mandi dulu ya, kamu pasti capek biar aku yang susun baju kita kelemari" ucap Derson saat melihat mata sayu Via.


"Yaudah aku mandi duluan ya" jawab Via sambil membuka pintu kamar mandi. tidak menunggu lama Via sudah keluar dengan ritual mandinya dan keluar menggunakan handuk.


"Aku lupa bawa baju tadi makanya hanya menggunakan handuk keluar" ucap Via saat melihat mata Derson melotot melihatnya.


"Aku tidak marah kok cuman aku ingin sekali melahap mu siang ini" jawab Derson sambil berjalan mendekati Via. tanpa banyak rayuan siang ini terjadi lagi kegiatan panas yang mengundang keringat diruangan yang Penuh dengan ACE itu.


Kamar itu dipenuhi dengan suara-suara yang saling menyahut bertanda keduanya menikmati penyatuan hingga keduanya merasa lelah dan memutuskan untuk tidur dulu sebelum mandi lagi.


🌛🌛🌛


Sedangkan dikamar lain James dan Lily dari tadi menelfon nomor Derson dan Via tapi tidak diangkat oleh mereka.


"Mereka kemana sih kak? telfon kita kok nggak diangkat" omel Lily karena sudah lebih dari 10 kali ia menelfon tapi tidak ada dijawab oleh Via maupun Derson.


"Kakak nggak tau, tadi juga aku ketuk pintu nggak ada dibuka".


"Kita pergi saja yok kak mungkin mereka lebih betah dikamar" ajak Lily tidak sabar ingin segera keluar dan memandang pemandangan yang indah.


"Yakin nggak nunggu mereka?".


"Yakin dong kak" jawab Lily dengan riang.

__ADS_1


Sepasang suami istri mulai berjalan dipinggir-pinggir danau menikmati pemandangan yang ada, sambil melihat-lihat orang yang berenang. tanpa mereka sadari mereka sudah 3 jam disana sampai matahari mulai terbenam.


"Kak lihat sunset-nya indah sekali" Lily menunjukkan matahari yang mulai terbenam dengan sinarnya yang indah.


"Kamu mau poto nggak?".


"Mau dong kak, tapi poto berdua ya" jawab Lily senang.


James memanggilkan potograper untuk memfoto mereka berdua dibawah sunset yang indah itu. keduanya berfoto sampai puas dengan berbagai gaya.


"Pak hasilnya kirim ke email saya saja, dan ini bayarannya" James memberikan beberapa kertas berwarna merah itu kepada potograper tadi.


"Baik pak akan segera saya kirim, terimakasih. ngomong-ngomong apa nona ini istri anda?" tanya potograper itu sambil melirik Lily.


"Iya pak dia istri saya".


"Semoga langgeng ya pak, kalau begitu saya permisi dulu".


Setelah potograper itu pergi James maupun Lily kembali kehotel tempat mereka menginap, keduanya berjalan beriringan sampai mereka sampai didepan pintu kamar.


"Kalian pergi kok nggak ngajak kami" tanya Derson yang saat ini keluar dari kamar bersama Via.


"Kami sudah menelfon kalian dan juga mengetuk pintu kamar kalian tapi nggak ada jawaban" jawab James.


"Kalau tidak percaya kakak lihat saja HP kakak dan HP kak Derson, berapa kali kami menelfon" jawab Lily.


Via dan Derson langsung mengecek hpnya dan betul saja ada banyak panggilan tidak terjawab dari Lily.


"Heheh tadi kami ketiduran" jawab Via cengengesan sambil menggaruk kepalanya.


"Yaudah kami mau keluar sebentar mau nyari makanan diluar" jawab Derson lalu pergi dari sana sambil memeluk pinggang Via.


"Tangannya lepas banyak orang yang lihat" tolak Via sambil melepas tangan Derson dari pinggangnya. tapi bukan Derson namanya kalau tangannya ia lepas begitu saja, Derson malah makin mempererat pelukannya.


Dengan sedikit kesal Via hanya bisa mengalah dan berjalan seiring berjalan mengikuti langkah kaki Derson dengan cepat.


"Jalannya pelan sedikit ya, aku lelah" ucap Via.


"Kamu sakit ya sayang kok, lelah padahal kita baru berjalan sebentar" ucap Derson kuwatir.

__ADS_1


"Nggak tau akhir-akhir ini aku mudah lelah, dan saat kita berhubungan terkadang aku merasa tidak nyaman" jawab Via jujur.


"Kalau kita sudah pulang nanti kita coba cek kedokter ya! apa kita pulang kekamar saja?".


"Aku masih kuat kok, kita keluar dulu sebentar baru balik kemamar untuk istrahat" jawab Via yang saat ini ingin mencari makanan.


Derson dan Via sudah sampai disalah satu rumah makan batak yang menyediakan makanan yang halal yang dimasak dari jenis-jenis ikan.


Derson membawa Via duduk disalah satu meja yang kosong yang terdapat dipojok.


"Kamu makan apa sayang?" Tanya Derson sambil menarik kursi untuk Via.


"Terimakasih sayang, aku mau makan ikan arsik" jawab Via dan hal itu membuat telinga Derson berbunga-bunga, biasanya hati yang berbunga-bunga tapi kali ini telinga Derson yang berbunga-bunga saat Via memanggilnya sayang.


"Tadi kamu manggil apa?" Tanya Derson memastikan.


"Sayang".


"Coba sekali lagi".


"Terimakasih sayang" bisik Via tepat ditelinga Derson.


"Ok fiks mulai hari ini panggilannya jangan berubah ya, aku menyukainya" jawab Derson senang.


Derson memesan 1 ekor ikan arsik sekitar 1kg, Via maupun Derson menyantap ikan itu dengan lahap ditambah lagi dengan daun ubi tumbuk sehingga membuat kedua orang itu enggan untuk berhenti makan.


"Sayang besok kita pesan ikan arsik lagi ya" ucap Via sambil mencuci tangannya Karena tadi dia makan tanpa sendok.


"Iya sayang, kalau kamu suka aku akan suruh chef dirumah membuat ikan ini untukmu setiap hari".


Setelah keduanya kenyang mereka memutuskan kembali ke hotel dan beristirahat.


🌛🌛🌛


Waktu berjalan begitu cepat sekarang usia kandungan Lily sudah berumur 4 bulan dan perut itu sudah mulai membesar, berbeda dengan Via yang sampai saat ini belum juga hamil setelah menanti kehamilan beberapa bulan ini.


Pagi ini Via keluar dari kamar mandi dengan muka yang pucat sambil berjalan kearah kasur. Derson yang melihat Via langsung menyusul ketempat tidur.


"Sayang kamu kenapa? lelah lagi? atau mual lagi?" Tanya Derson kuawatir, setelah kepulangan mereka dulu dari danau toba Via belum juga memeriksa kesehatannya kedokter karena merasa dirinya baik-baik saja. tapi dua hari ini Via selalu memgeluh lelah dan juga mual.

__ADS_1


"Iya sayang aku mual dan juga lelah sama seperti kemarin" jawab Via pelan.


🌛🌛🌛


__ADS_2