
🌛🌛🌛
Sambil menunggu taksi lewat Lily melirik ada yang jualan rujak dipinggir jalan tanpa banyak mikir Lily langsung menghampirinya dan memesan rujak itu, disamping jualan rujak masih ada yang jualan es dawet.
"Pak pesan rujaknya 2 porsi ya".
"Baik kak" tukang rujak itu langsung menyiapkan pesanan Lily.
"Pak pesan es dawetnya 2 juga ya ehh 3 aja deh" ucap Lily.
Setelah membayar rujak dan es dawetnya Lily langsung pergi dan kebetulan ada taksi yang lewat Lily langsung menyetopnya.
"Pak kantor Aderson comppany ya" ucap Lily setelah ia duduk dikursi belakang".
"Baik non".
Mobil taksi itu mulai berjalan dan sesuai dengan permintaan Lily, mobil itu terus melaju sampai didepan kantor Aderson company baru berhenti.
"Makasih ya pak, ini ongkos saya" ucap Lily lalu ia keluar dari dalam mobil.
Lily sangat mudah untuk masuk kedalam kantor Aderson company karena semua karyawan disana menganel kalau Lily adik dari Aderson dan istri dari James.
Lily berjalan dengan riang menuju lift, ia memakai lift khusus untuk CEO dan sekretarisnya supaya ia cepat sampai diatas.
Ting....
Lift itu sudah sampai dilantai paling atas lantai itu khusus untuk Derson dan juga James dan para pejabat tinggi lainnya.
Lily langsung masuk kedalam ruangan kakaknya setelah selesai diketok, Lily melihat kakak dan juga suaminya duduk diatas sofa sambil berbincang.
"Hay kakak, aku bawa es dawet nih, kita minum dulu ya" ucap Lily lalu menyerahkan plastik asoi itu kepada Derson dan James.
"Itu apa dek?" tanya Derson saat melihat satu platik asoi lagi yang belum dibuka Lily.
"Ini rujak kak, kakak mau?".
"Nggak dek, ini aja sudah cukup makasih ya".
"Kata kakak ada kerjaan yang sangat penting tapi kok sekarang kalian bersantai?".
"Sudah kakak kerjakan semuanya, suamimu ini sekarang yang jadi boss nya datang terlambat dan tinggal bersantai saja" jawab Derson sambil melototi James yang ada didepannya.
"Hmm brarti nggak sibuk lagi ya kak?".
"Nggak dek".
"Aku bawa kak James ya" ucap Lily lalu menarik tangan James supaya ia berdiri dari duduknya.
"Kita keruangan kakak yok!".
__ADS_1
"Ngapain? tunggu dulu sayang, lihat es dawetnya aja belum habis" ucap James.
"Yaudah aku tunggu disana ya" Lily langsung meninggalkan kedua laki-laki itu.
Brakkk.... lily menarik pintu dengan sangat kuat dan kedua laki-laki itu sangat terkejut sambil memegang jantung mereka yang hampir copot
"Kalau setiap hari dia ada disini pasti bangunan ini akan roboh dibuatnya" ucap Derson.
"Haha adik kamu tuh".
"Adik aku tapi dia istrimu".
Kedua laki-laki iti saling menyalahkan atas kelakuan Lily yang barusan, Derson mengatakan kalau James harus mengajari Lily dengan benar apalagi James sebagai suami. James menyalahkan Derson karena terlalu memanjakan Lily dari dulu.
"Sana keluar istrimu sudah menunggu" usir Derson setelah selesai dengan pertengkaran mereka.
James langsung pergi menuju ruangannya disana sudah ada Lily duduk dikursi yang biasa digunakan James untuk bekerja sambil memakan rujak yang ia beli tadi.
"Sayang kok makan disana, masih ada meja disana" sambil menunjukkan meja yang ada diruangan itu.
"Pengennya disini kak" jawab Lily cuek dan terus memakan rujaknya.
James mendekati Lily dan mengangkat Lily keatas meja lalu menatap mata Lily yang sudah sejajar dengannya.
"Disini aja sekalian sayang biar lebih mantap".
Lily mandangi mata hitam itu beberapa detik lalu Lily tersandar kalau posisinya diatas meja dengan kaki yang mengapit badan James.
"Nggak sekarang kamu makan rujak disini dan aku makan yang ini" ucap James sambil meremas dengan pelan sesuatu yang menonjol didepannya.
"Jangan kak ini kantor, mending kakak makan ini" Lily langsung memasukkan rujak kedalam mulut James.
"Asam....." ucap James sambil menutup matanya karena nggak tahan dengan mangga muda yang masuk kedalam mulutnya.
"Iya tadi aku sengaja pilih mangganya yang muda".
James menelan mangga muda itu dengan menutup mata sambil menggelengkan kepalanya.
"Sayang kamu makan disana saja ya" ucap James mengalah tidak mau lagi menjahili Lily.
"Turunkan kalau begitu" ucap Lily sambil memegangi rujak dan juga tusuk rujaknya.
James langsung mengangkat Lily dari meja dan langsung mengantarnya kesofa supaya Lily tidak akan menyodorkan makanan itu lagi kedalam mulutnya.
Dari meja kerjanya James memandangi Lily yang sangat lahap dengan makanannya, dan sepertinya Lily tidak ingin berhenti makan sebelum rujak itu habis dari plastiknya.
"Enak ya sayang?".
"Hmmm enak banget kak, besok beli kek gini banyak ya".
__ADS_1
"Iya" jawab James, tiba-tiba ia mengingat saat ia makan mangga muda dan waktu itu Via sedang hamil dia juga kena imbasnya memakan mangga muda itu, James langsung mendekati Lily.
"Ada apa?" tanya Lily sambil melototkan matanya karena James sangat dekat dengannya.
"Apa bulan ini kamu sudah datang bulan sayang?".
Lily berhenti makan sambil berpikir sejenak lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Belum kak, kenapa?" tanya Lily tidak mengerti.
"Apa kamu ada mual-mual atau pusing sayang?" tanya James lagi.
"Nggak" jawab illy sambil menggelengkan kepalanya lagi.
"Yahh aku pikir kamu sudah hamil sayang" ucap James melemas.
"Ha... ? Hamil?".
"Iya aku ingat Via dulu makan mangga muda saat hamil, aku pikir kamu hamil sayang".
"Bagaimana kalau kita cek kedokter dulu kak, soalnya aku sudah telat 3 minggu, dan hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya" usul Lily.
"Baiklah sayang, nanti kita kedokter setelah pulang kerja ya, kamu istirahat dulu" ucap James sambil membelai rambut Lily.
******
RS
Saat ini Lily sudah berada didalam ruangan dokter kandungan, Lily dan James duduk dikursi dan didepannya ada dokter Riri yang menangani Via saat hamil dulu.
"Dok saya ingin dokter memeriksa istri saya apa dia saat ini sedang mengandung atau tidak" ucap James denga sopan.
"Nona lily ayok naik keatas, biar saya periksa dulu" ucap dokter Riri dengan ramah.
Dokter Riri mulai mengoleskan gel keperut Lily dan mulai pemeriksaan, dokter Riri memperhatikan layar monitor dengan tiliti lalu ia tersenyum.
"Nona lily pisitif hamil dan usianya sudah 5 minggu".
"Tapi kok saya nggak ada mual-mual atau pusing ya dok? dulu saat saya hamil saya mual dan juga pusing".
"Setiap kehamilan itu berbeda non, nona seharusnya bersykur tidak mengalami mual dan pusing pada saat ini".
"Hm... begitu ya dok?".
"Iya non"
Setelah selesai pemeriksaan James dan lily memutuskan untuk pulang kerumah mereka, didalam mobil sebelum pulang james memeluk tubuh istrinya dengan gemas ia juga menciumi perut Lily beberapa kali, dan saat ini james menciumi tangan Lily.
"Kak udah achh dari tadi cium-cium mulu" protes Lily.
__ADS_1
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya