
Kini mobil yang di tumpangi oleh Kayla dan Leo berhenti di depan rumah yang cukup mewah. Rumah itu tidak kalah mewah dengan rumah milik Leo.
"Apa ini rumah mu?" tanya Leo
"Iya, memangnya kenapa?"
"Kau anak orang kaya ternyata" ujar Leo
Kayla membuka pintu mobil dan keluar. Tapi setelah berada diluar mobil,.Kayla hanya menatap sendu kearah Leo yang masih berada di dalam mobil.
"Apa yang sedang dia pikirkan?" gumam Leo
Leo membuka pintu mobil dan segera menghampiri Kayla. Tapi, setelah Leo berada di hadapannya, Kayla tak kunjung mengatakan sepatah katapun.
"Ada apa? Bukankah kau ingin pulang? Aku sudah mengantarkanmu. Cepat kembalilah kerumahmu" tutur Leo
Plak'
Tanpa aba-aba Kayla langsung menampar pipi kiri Leo dengan keras, sampai-sampai Leo langsung menoleh kesamping.
"Laki-laki bej4d! Kau sudah merusak mahkotaku! Dan kau akan melepaskanku begitu saja?!" bentak Kayla
"Bagaimana aku akan mengatakan pada calon suamiku nanti hah? Bagaimana caranya?!" Kayla memukul dada bidang milik Leo
Leo sangat merasa bersalah kepada Kayla atas semua perbuatannya. Kayla benar, Leo telah merusak kehormatannya.
"Aku, aku akan menikahimu" tutur Leo
"Tidak!" pekik Kayla
"Aku tidak akan pernah menikahi laki-laki bej4d dan jahat sepetimu!"
Perkataan Kayla seperti pisau yang menyayat hati Leo. Rasanya sakit ketika Kayla menghinanya. Tapi apalah daya seorang Leo, semua yang Kayla adalah kebenaran.
"Pergi! Aku membencimu, aku tidak ingin bertemu dengan iblis sepertimu, hiks"
Perlahan Leo berusaha mencekal pergelangan tangan Kayla,"Dengarlah, ak–".
"Diam! Jangan menyentuhku." Kayla menepis kedua tangan Leo yang hendak memegang tangannya.
"Baiklah, aku akan pergi" ucap Leo
Setelah pertengkarannya dengan Kayla usai, Leo langsung masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.
Leo saat ini memang benar-benar sedang hancur. Bagaimana tidak, Leo mencintai seseorang tetapi dia malah dihina habis-habisan. Apalagi ketika Kayla pergi, mungkin Leo akan kembali kesepian lagi.
———
__ADS_1
"Paman, Kayla merindukan paman" Kayla mem3lvk tvbuh pamannya dengan erat.
"Darimana saja kamu selama ini, Kay? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Paman Hendrik
"Kayla baik paman,"
"Syukurlah. Kayla, ada yang ingin paman bicarakan" ucap Paman Hendrik.
"Apa itu?" Kayla melepaskan pelvkannya
"Aku akan kembali ke Amerika. Semua perusahaan akan di berjalan di tanganmu" tutur Hendrik
"Aku akan mengirimkan seseorang untuk membantumu menjalankan semua bisnis ini" lanjut Hendrik
Keyla sebenarnya tidak terlalu paham tentang perbisnisan. Tapi mau tidak mau, Kayla harus mau melanjutkan bisnis kedua orang tuanya.
Selama ini Hendrik lah yang mengatur dan menjalankan bisnis milik ayahnya. Namun, Hendrik juga memiliki keluarga di amerika. Dia tidak mungkin meninggalkan anak dan istrinya sendiri disana. Jadi dia akan kembali ke amerika dan menyerahkan semua perusahaan milik Pak Adijaya kepada anaknya.
"Ba-baiklah paman, aku akan berusaha menjalankan bisnih milik papah"
"Lusa aku akan pulang, kau harus menjaga dirimu dengan baik Kayla," Paman Hendrik memegang kedua pergelangan tangan Kayla.
"Disini ada banyak pelayan, kamu bisa berbincang dengan mereka, jadi kamu tidak akan kesepian" tutr Hendrik
"Iya paman"
---- ---- -----
#Part15 |• Bagaimana jika aku meng4ndvng? •|
Prankkk'
"Suara apa itu?" tanya Alkan pada anak buahnya.
"Sepertinya tuan Leo sedang marah" jawab anak buah Alkan
Alkan langsung bergegas pergi untuk menghampiri Kakanya yang sedang marah. Ia melihat Leo tengah membanting semua barang yang ada di dekatnya, termasuk gucci yang harganya tidak main-main.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Alkan
"Diam! Pergilah, aku tidak ingin melukai siapapun saat ini. Cepat pergi!" Bentak Leo
Alkan langsung pergi kala mendengar perkataan kakaknya. Jika dia terus mengganggu Leo, bisa-bisa nyawanya melayang di tangan Leo.
"Sepertinya ini ada hubungannya dengan gadis itu" gumam Alkan.
———
__ADS_1
"Wahh indah sekali kamar ini" ucap Alkan saat melihat kamar Leo yang berantakan.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Leo, ia hanya duduk di pinggir king size miliknya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ada apa?" Alkan duduk secara perlahan di samping Leo.
"Tidak ada, aku hanya sedang membenci semua orang hari ini" lirih Leo.
"Jangan mengangguku Alkan. Pergilah, urus semua perkerjaamu" pinta Leo.
Tidak ada pilihan lain, Alkan langsung turun ke lantai bawah. Karna jika tidak dia akan menjadi bahan pelampiasan kemarahan Leo.
–—
Kini Kayla tengah duduk di depan kaca riasnya. Ia merasa kesepian. Terlintah dipikirannya tentang bagimana keadaan Leo sekarang?
"Dia sedang apa sekarang?" gumam Kayla
"Ish Kayla, jangan mengingat laki-laki itu" Kayla mengacak-acak rambutnya.
Sempat terlintas dipikiran Kayla, jika dia sampai mengandung anak dari Leo, bagaimana nasibnya? Bagaimana nasib anaknya?
"Nanti disini..." Kayla meraba-raba perut ratanya.
"Eh, enggak-enggak! Gak mungkin"
"Gisell, aku harus telpon dia" Kayla buru-buru mengambil ponselnya yang berada di depannya dan menghubungi sahabatnya Gisel.
– – –
Alkan kini tengah kebingungan dengan sikap Leo yang berubah, Leo menjadi pemarah akhir-akhir ini. Bahkan ketika Alkan bertanya sesuatu, Leo kadang tidak menjawab pertanyaannya.
"Sepertinya aku harus membawa gadis itu" gumam Alkan
"Apa kau tau tentang gadis itu?" tanya Alkan pada anak buahnya
"Tidak tuan, tapi saya akan mencaritahunya" jawab anak buah Alkan
"Bagus" ucap Alkan singkat.
——
"Kay, ada apa? Tumben malem-malem nelpon" ucap Gisel di sebrang telpon.
"E– aku itu-" Kayla merasa gugup ketika hendak membicarakan tentang hal yang terjadi padanya dan Leo.
"Tumben gugup Kay" ucap Gisel
__ADS_1
"Eh gak jadi deh, aku mau tidur dulu ya Sell" ucap Kayla mematikan telpon.
Kayla lebih memilih untuk tidak menceritakan semua yang ia alami kepada Gisel. Sebab jika ia bercerita, mungkin saja Gisel akan marah dan kecewa kepadanya.