
hari ini author kasih kalian 3 bab masak kalian masih pelit sama jempolnya sayang-sayang akuh.
kasih dukungannya biar besok makin rajin lagi buat up
🌛🌛🌛
Sedangkan ditempat lain Lily yang sedang duduk dikantin kampus didatangi oleh Shopi dengan wajah yang memelas dan kebetulan Lily hanya duduk sendirian.
"Lily boleh nggak bicara sebentar" ucap Shopi.
Mendengar ada yang menyebut namanya Lily langsung menoleh.
"Aku nggak ada waktu" jawab Lily ketus dan langsung beranjak dari duduknya meninggalkan Shopi.
"Lily aku minta maaf, aku tau aku salah" teriak Shopi membuat Lily kembali berbalik dan menampar wajah Shopi dengan sekuat tenaganya.
"Apa dengan kamu meminta maaf anakku bisa kembali? ha...?" bentak Lily dengan geram.
"Aku tau aku tidak bisa mengembalikan anakmu tapi aku mohon maafkan aku".
"Tidak semudah itu untuk memaafkan wanita ular seperti mu" ucap Lily lalu berlari kearah mobilnya parkir dan kebetulan mata kuliahnya hari ini sudah habis.
Didalam mobil Lily kembali terisak, dengan melihat Shopi ia jadi teringat kandungannya yang sudah tiada.
"Pak kita kerumah mama Mawar ya" ucap Lily dengan lirih. saat ini dia butuh sandaran untuk menumpahkan isi hatinya kepada sang mama yang selalu mengerti akan dirinya.
"Baik non" jawab supir itu lalu menginjak pedal gas nya dan melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan.
Sesampainya disana Lily langsung menyuruh supir itu kembali kerumah lalu Lily memencet bel rumah kediaman Alfi dan Mawar.
Ting tong.....
Setelah memencet bel rumah 2 menit kemudian satpam penjaga rumah datang menemui Lily dan bertanya.
"Mau bertemu dengan siapa mbak?".
"Saya mau bertemu dengan mama Mawar apa dia ada dirumah" tanya Lily.
"Nyonya Mawar dan tuan Alfi lagi kebandara menjemput nona Isla".
"Apa saya boleh masuk, saya Lily anaknya mama Mawar" ucap Lily tapi satpam itu yang tidak tau seluk beluk Lily dengan Mawar tidak mengijinkan Lily masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Lily langsung merogoh hpnya dari dalam tas dan menelfon Mawar dalam deringan ketiga panggilan itu sudah diangkat oleh Mawar tanpa basa-basi Lily langsung menyerahkan hp itu kepada satpam supaya langsung berbicara dengan Mawar.
"Maaf non saya tidak tau, silahkan langsung masuk saja anggap rumah sendiri" ucap satpam itu setelah selesai berbicara dengan Mawar.
Kaki Lily terus berjalan dari gerbang dan terus berjalan sampai Lily sampai diruang keluarga, karena ini pertama kalinya Lily kerumah ini Lily hanya bisa diam dan mendudukan bokongnya diatas sofa sambil menunggu sang empunya rumah pulang.
"Permisi... non Lily ya? mau minum apa non biar saya buatkan?" tanya pelayan dirumah itu setelah mendapat perintah dari Mawar.
"Saya mau air putih saja buk".
"Baiklah non, ditunggu ya" pelayan itu langsung pergi setelah Lily memberi tahu minuman yang diminta menuju dapur.
Tidak menunggu lama pelayan datang membawa segelas air putih beserta cake untuk Lily makan sembari menunggu Mawar pulang.
Sudah hampir sejam Lily menunggu tapi Mawar juga belum nongol, membuat Lily sedikit bosan dan mulai mengantuk.
Hoam....
"Mama kok lama kali pulangnya? mending aku tidur disini aja" batin Lily lalu merebahkan badannya diatas sofa dan untung Lily tadi pagi memakai celana jins untuk kekampus.
Jam sudah menunjukkan jam 5 sore Mawar, Alfi dan juga Isla baru nyampe dirumah, dengan hati yang senang Isla berjalan kearah ruang tamu dia sudah tidak sabar bertemu dengan Lily.
Isla melihat tubuh Lily sedang tidur diatas sofa "Kak Lily bangun kami sudah sampai" ucap Isla sambil menggoyangkan tubuh Lily.
"Ini mama sayang, tumben kamu datang kerumah mama, ada apa?" tanya Mawar yang baru datang dari luar.
"Lily hanya rindu mama".
Ketiga wanita itu duduk disofa setelah saling berpelukan melepaskan rindu, sedangkan Alfi ijin pamit pergi keruang kerjanya.
"Jadi itu masalah makanya kamu datang kesini?" tanya mawar saat Lily selesai cerita masalahnya.
"Iya ma, Lily rindu calon anak Lily saat melihat wajah wanita ular itu hiks... hiks..." kali ini Lily tidak tahan untuk tidak memeluk Mawar.
"Kamu harus sabar dan harus bisa mengontrol emosi, tidak ada gunanya membenci orang, yang sudah terjadi pun tidak bisa kita sesali terus menerus, kita harus bangkit dari keterpurukan" ucap Mawar.
Sedangkan Isla selaku pendengar setia dari kakak dan mamanya hanya bisa ikut sedih melihat kesedihan sang kakak, mulai dari masalah dari amerika hingga saat ini belum-belum selesai-selesai.
"Bagaimana sifat James kepadamu saat kamu sudah tidak hamil lagi? apa dia sering memarahimu?" tanya Mawar dijawab gelengan kepala oleh Lily.
"Kalau begitu jangan bersedih, masih banyak yang mendukungmu untuk tetap bahagia mulai dari Mama, Isla, Derson, Via dan juga suami mu James".
__ADS_1
Setelah selesai dengan pembicaraan mereka Lily memutuskan akan tidur dirumah mawar malam ini, tapi sayangnya Lily lupa mengabari kepada James kalau dia tidur dirumah Mawar.
Tepat pukul 12 malam Derson dan James baru pulang dari luar kota, karena merasa lelah kedua laki-laki itu langsung masuk kedalam kamar masing-masing.
Klek....
Derson membuka pintu kamar dan kebetulan Via tidak menguncinya dari dalam, melihat Via yang sudah tidur pulas derson langsung menuju kamar mandi untuk meyengarkan badannya.
Derson keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk dipinggangnya sambil meng-lap rambut basahnya dengan handuk.
"Bajumu sudah aku siapkan sayang" ucap Via saat Derson ingin berjalan kearah lemari baju tidur.
"Kamu sudah bangun sayang, aku mengganggu tidurmu ya?" Derson berjalan kearah Via duduk diatas kasur lalu menc*um kening Via dengan lembut.
"Aku mendengar suara air, jadi aku bangun untuk menyambut suami ku pulang kerja" ucap Via.
"Terimakasih sayang kamu memang istri yang sangat pengertian" jawab Derson sambil mendudukan badannya disamping Via.
"Bagaimana hasil pemeriksaanya tadi pagi sayang?" tanya Derson tidak sabar.
"Belum sembuh sayang, kita harus bersabar lagi" jawab Via dengan lirih walau dia berusaha enjoy tapi hati kecilnya masih sedikit sakit.
Reflek Derson langsung memeluk tubuh Via, Derson tidak mau kalau sampai Via merasa tertekan karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh.
"Kenapa memasang wajah seperti itu? aku sudah katakan supaya kamu jangan terlalu memikirkan hal itu" Derson memeluk tubuh Via sambil membelai rambut Via. Derson melepaskan pelukannya lalu tangannya memegang wajah Via yang sudah tersenyum sedikit.
"Kamu pakai baju dulu sayang nanti masuk angin, udaranya sangat dingin" ucap Via saat memperhatikan badan Derson.
"Apa kamu tidak ada niat untuk menghangatkan tubuhku dengan cara lain sayang?" tanya Derson sambil mengedipkan matanya.
"Apa kamu tidak lelah sayang? kalau kamu mau aku mau kok menghangatkan tubuh mu ini dengan cara yang spesial" goda Via sambil meraba tubuh Derson.
Derson yang merasa dapat lampu hijau dari Via langsung menyerang Via, tapi saat Derson hendak memulai yang lebih serius suara ketukan pintu mengganggu pekerjaannya.
🌛🌛🌛
Jangan lupa
Like
Komen
__ADS_1
Vote
Kasih hadiah ya