
🌛🌛🌛
"Sayang.... yang lalu biarlah berlalu sekarang ini yang perlu aku pikirin bukan paman melainkan tante dan juga Amelia".
"Dulu kamu orang yang tidak baik tapi sekarang kamu lebih dari kata baik, aku tidak menyesal walau dulu paman memaksa ku menikah dengan mu" sambung Via lagi.
"Tapi sayang".
"Plisss bantu mereka kali ini aja" pinta Via dengan serius.
"Baiklah" jawab Derson dengan pasrah, Derson tidak tega melihat wajah memelas dari Via karena bagi Derson kebahagian Via yang paling utama.
"Aku yang akan membeli rumah mereka" tambah Derson lagi, Via yang sempat memeluk tubuh Derson langsung mendongak menatap wajah Derson.
"Kenapa begitu sayang?".
"Supaya situa bangka itu tidak bisa lagi menjual rumah itu, aku akan membelinya atas namamu dan akan ditempati situa bangka itu dan keluarganya" ucap Derson kesal, kesal mengingat wajah Harry yang tidak memiliki pemikiran.
"Ohhhh sayangku kamu begitu baik, aku makin mencintai mu" ucap Via sambil menenggelamkam kepalanya di dada Derson. Derson tidak mau menghilangkan momen ini langsung memeluk dan membelai rambut Via.
"Aku selalu lebih mencintai mu istriku, apapun akan aku lakukan untuk mu supaya selalu bahagia".
"Terimaksih sayang".
*******
Sore ini sepulang kerja Derson dan Via langsung pulang kerumah harry, untuk mengurus pembelian rumah milik Harry. sesampainya didepan rumah Derson langsung memarkirkan mobilnya, Via dan Derson langsung turun dan masuk kedalam rumah.
Disana Amelia dan Marry sudah duduk diatas sofa menunggu Via dan Derson.
"Silahkan duduk dulu tuan" ucap Marry sopan kepada Derson. Derson dan Via langsung duduk berdekatan membuat perempuan didepan mereka merasa iri.
Tanpa basa basi Derson langsung mengutarakan niatnya tentang penjualan rumah Harry.
"To the poin saja, sebenarnya saya malas berurusan dengan keluarga kalian tapi karena permintaan istri saya maka saya bermurah hati untuk menolong kalian".
"Terimakasih tuan" sela Amelia.
"Dengarkan dulu saya bicara sampai habis" ucapan yang dingin itu membuat nyali Amelia menciut.
"Karena kalian ingin menjual rumah ini maka saya akan membelinya dengan harga yang tinggi, dan kalian boleh tinggal disini sampai kalian mempunyai rumah lagi" seru Derson membuat Amelia sedikit tersudut.
"Kalau kami tidak punya rumah dalam jangka panjang bagaimana?".
__ADS_1
"Maka kalian bisa tinggal dirumah ini sampai rumah ini roboh dan intinya rumah dan tanah ini akan menjadi hak milik saya".
"Kalau ada yang ingin kalian tanyakan, tanyakan sekarang sebelum kami pergi" ucap Derson lagi.
"Tuan derson terimakasih atas kemuran hati tuan yang telah menolong kami" ucap Marry.
"Kalau begitu kami permisi dulu" Derson langsung mengajak Via berdiri dan hendak pergi.
"Tunggu makan malam dulu tuan, saya sudah masakkan makanan spesial untuk tuan dan juga Via" ucap Amelia.
"Sayang kita makan malam disini dulu ya, kasian Amelia sudah capek-capek memasak untuk kita" ucap Via saat Derson tidak menggubris ucapan Amelia dan hendak pergi.
Mendengar permintaan Via Derson langsung berhenti ditempatnya dan mengajak mereka makan.
"Ini permintaan istri saya, kalau begitu mari makan malam sekarang, soalnya saya sibuk dan masih banyak pekerjaan saya yang menumpuk".
Amelia langsung mengajak mereka dengan berjalan lebih dulu kemeja makan, disana sudah ada beberapa hidangan yang sangat lezat.
Via dan Derson langsung menarik kursi untuk mereka, Marry juga mengambil kursi untuknya.
Setelah siap makan tanpa basa-basi Derson langsung mengajak Via untuk pergi dengan alasan masih banyak pekerjaannya yang menumpuk. tapi saat Via dan Derson didepan pintu Harry datang dengan beberapa orang.
"Siapa mereka?" tanya Derson.
"Tidak perlu,suruh mereka pulang! malam ini akan saya kirimkan sejumlah uang untuk membeli rumah ini, dan untuk surat menyurat akan kita urus esok hari" tanpa mendengar jawaban Harry Derson langsung pergi dari sana dan tidak lupa ia menggandeng tangan sang istri yang hanya diam saja.
Harry langsung menyuruh orang-orang itu untuk pulang dan berjanji akan segera melunasi utangnya, Harry langsung masuk kedalam rumah dan menemui Amelia dan Marry diruang makan.
"Segera kalian kemasi barang-barang kita, besok pagi kita akan mengontrak rumah petak saja tempat kita tidur" seru Harry dengan tidak tau malunya.
Amelia hanya bisa tersenyum mengejek mendengar ucapan sang papa, Amelia merasa percuma punya papa yang bekerja diperusaan besar kalau masalah begini saja tidak bisa ditangani.
Sebelumnya jabatan Harry di Aderson company lumayan bagus, tapi karena masalah Harry tempo hari membuat Harry jatuh menjadi karyawan biasa.
"Kenapa kamu melototi papa?".
"Aku hanya merasa kalau papa itu tidak ada gunanya lagi dirumah ini selain menyusahkan saja" ejek Amelia.
"Jaga ucapan mu" bentak Harry.
"Masih berani membentak setelah papa menjual rumah ini, kalau papa ingin mengontrak silahkan papa mengontrak sendiri, aku dan mama akan tetap tinggal dirumah ini dan masalah mama aku bisa merawat dan menjaga mama".
"Amelia jangan bicara seperti itu nak, bagaimana pun dia tetap papamu yang membesarkan mu dengan kasih sayang selama kamu masih kecil" Marry memperingati Amelia yang bicara di luar batasnya.
__ADS_1
"Mama selalu menolong papa" ucap Amelia kesal lalu pergi kekamarnya.
Marry yang tidak mau bicara banyak meninggalkan Harry dimeja makan sendirian, Marry juga merasa marah dan kesal kepada Harry tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Istri sama anak sama saja, sama-sama tukang marah" ucap Harry dengan tidak tau malunya.
Didalam kamar Amelia yang sedang rebahan tiba-tiba terdengar suara notifikasi, dan ternyata notifikasi dari bank, ternyata Derson baru saja mengirim sejumlah uang yang banyak.
Beberapa saat kemudian pesan dari nomor Via mengatasnamakan Derson, Amelia langsung membacanya.
"Gunakan uang itu untuk keperluan penting, saya sengaja mengirim dengan jumlah banyak dan tidak sebanding dengan harga rumah yang penyok itu" begitulah kira-kira isi dari pesan itu.
Amelia kembali mengecek sms banking itu. Amelia membelalakan matanya saat melihat nomimal dari sms banking itu, Amelia langsung berlari kecil menjumpai sang mama dikamarnya dan kebetulan Harry tidak ada disana.
"Mama...." panggil Amelia.
"Iya sayang ada apa?".
"Ma.... tuan Derson sudah mengirim uang ke rekening ku dalam jumlah yang besar, dan dia berpesan kita harus menggunakan uang ini dalam hal-hal yang penting" seru Amelia sambil menunjukkan pesan dan sms banking itu.
"Kemana rencana mu kita buat uang ini, kita harus mempergunakannya lebih bermanfaat".
"Mah aku punya rencana membangun rumah tanpa sepengetahuan papa, dan rumah itu akan Amelia buat jadi kos-kostan, tepatnya didekat kampus di jl. merak" ucap Amelia dengan senang.
"Baiklah sayang mama setuju dengan keputusan mu, kamu coba bicarakan lagi rencana mu ini kepada Via dan Derson ya" ucap Marry sambil membelai rambut Amelia.
🌛🌛🌛
Jangan lupa
Like
Komen yang positif
Favorite
Vote
Kasih hadiah mawar yang mekar
Dan juga bintang 5 nya kalau suka
Terimakasih ❤❤❤❤
__ADS_1