MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 78


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Sayang makan yang banyak ya, tambah lagi kalau bisa" ucap Derson kepada Via, Derson melihat isi piring Via sangat sedikit berbeda dengan dirinya.


"Nanti nggak habis sayang".


"Biar cepat gemukan dikit yank" Derson menambah sedikit masi dan beberapa lauk diatas piring Via.


Via hanya bisa pasrah dan berusaha menghabiskan makanan yang ada dipiringnya. Via sudah terbiasa makan sedikit hingga makan dalam porsi yang banyak membuatnya kekenyangan, seperti saat ini mereka sudah ingin pulang karena sudah siap makan tapi Via masih menahannya.


"Sayang tunggu bentar lagi ya sepertinya aku kekenyangan perut ku sampai mau pecah" seru Via sambil memegang perutnya.


"Kalau kalian ingin pergi duluan pergi saja, biar aku suruh supir yang me jemput kami nanti" seru Derson saat melihat Lily dan James sudah sempat berdiri.


James melirik Lily ingin tau apa Lily ingin pergi sekarang atau nanti, James mendapatkan jawabannya saat Lily menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu kami duluan ya" seru James.


"Bye kak Via, kami duluan" seru Lily juga dan melambaikan tangannya kepada Via.


"Kalian hati-hati ya" Via kembali melampaikan tangannya kepada Lily. sedangkan James dan Derson saling melirik melihat kedua perempuan itu.


"Apa segitunya ya?, harus melambaikan tangan" batin Derson tanpa sadar tangannya melambai saat James dan Lily diambang pintu.


"Sayang mereka sudah pergi ngapain melambaikan tangan?" tanya Via dan saat ini posisinya Derson masih berdiri didepan Via.


"Aku hanya memperaktekkan kalian yang saling melambaikan tangan, padahal nanti ketemu lagi dirumah" mendengar ucapan Derson Via hanya terkekeh


Perut Via berangsur-angsur sudah mulai enakan, Via pun mengajak Derson untuk pulang.


"Sayang kita pulang yok!".


"Sudah?".


"Sudah sayang".


Derson langsung berdiri dari duduknya saat mereka sudah berdiri Derson tidak lupa menyatukan tangan mereka layaknya pasangan yang romantis.


Derson dan Via berjalan kearah parkiran disana sudah ada yang menunggu mereka, Derson dan Via segera masuk kekursi belakang dan mobil itu mulai berjalan menyusuri jalanan.


"Sayang besok cek lagi kan?" tanya Derson.

__ADS_1


"Iya sayang, besok aku cek lagi".


"Hmmm semoga kesehatan kamu makin membaik ya" ucap Derson penuh harap.


Mobil yang mereka naiki sudah mulai memasuki gerbang rumah, Derson dan Via sama-sama turun saat mobil itu sudah sampai didepan teras rumah.


Derson berjalan disamping Via mereka bertemu dengan dokter Fani saat ingin menaiki tangga dan kebetulan dokter Fani ingin masuk kedalam kamar.


"Ehh dokter Fani sudah dirumah kapan sampai?" tanya Via dengan ramah, karena selama Via pergi liburan dokter Fani pulang kerumahnya.


"Baru 1 jam yang lalu non, bagaimana kabar nona apa sudah makin membaik".


"Sepertinya sudah mulai membaik aku dapat merasakannya tapi tunggu besok ajalah kepastiannya. yaudah kalau begitu aku naik dulu ya" ujar Via.


"Iya non silahkan".


Via dan Derson kembali melanjutkan jalannya menuju kamar mereka, sedangkan James dan Lily saat ini sudah dikamar sibuk dengan kegiatan masing-masing.


James sibuk dengan urusan kantor sedangkan Lily sibuk mengejakan tugas kuliahnya apalagi sekarang sudah mendekati akhir semester.


"Kak".


"Hmmm" James menyahut tapi matanya masih tertuju kepada latope didepannya.


"Iya".


"Iklas nggak nih? dari tadi jawabannya hmm, iya aja".


"Iklas lho istri ku, tapi aku lagi sibuk" kini James berbicara sambil melihat Lily yang sudah ada disampingnya.


"Yaudah aku tidur duluan ya kak, aku sudah siap mengerjakan tugas" ucap Lily hendak pergi tapi ditarik oleh James hingga Lily jatuh dipangkuannya.


Seketika mata mereka bertemu dan saling pandang dalam waktu lama.


"Buatkan aku kopi ya, sepertinya aku mau lembur malam ini".


"Kirain minta jatah" ucap Lily dan berdiri dari pangguan James lalu pergi membuat kopi.


James tersenyum senang saat Lily mengatakan jatah, mulai mereka nikah James sengaja menahan hasratnya kalau tidak Lily yang meminta. James mengingat kala Lily menolaknya dan mengatakan James hanya seorang asisten dan sepertinya ia malu mempunyai suami seperti James.


Sejujurnya James sudah mulai nyaman dengan hubungan ini tapi dia sengaja tidak memperlihatkannya kepada Lily supaya jangan sampai Lily menginjak harga dirinya lagi. beberapa kali ia juga merasakan ingin berbagi hasrat. laki-laki mana yang tidak bergairah saat satu ranjang dengan wanita wantik mulus dan juga menggemaskan dan semua itu ditepis oleh James dari pikirannya

__ADS_1


Klek.....


Lily sudah datang membawa kopi sesuai dengan keinginan James dan diletakkannya diatas meja lalu ia pergi ke ranjang tanpa bicara sepatakah kata pun.


Lily mulai masuk dalam selimut dan mencoba memejamkan matanya, tidak menunggu lama mata itu mulai terlelap mungkin akibat seharian beraktifitas membuat malam harinya mengantuk dan ingin segera tidur.


Walau mata sudah mulai mengantuk James mencoba menahannya karena pekerjaannya sedikit lagi akan kelar, James melirik kekasur melihat Lily sudah tidur nyenyak dengan kaki yang melebar.


"Untung dalam selimut kalau nggak pasti aku melihat kaki dan paha mulusnya" batin James dan mencoba fokus kembali ke latope.


Tepat pukul 11 malam James selesai dengan tugasnya, ia mematikan latopenya dan meletakkannya diatas meja lalu berjalan kekasur.


James memasukkan badannya ke dalam selimut dan tepat Lily bergerak memutar arahnya menghadap kearah James, James memperhatikan lekat-lekat wajah mungil itu, james mendekatkan bib*r dan ********** dengan lembut.


Lama James melakukan hal itu dan tangan nakalnya meraba kedalam baju Lily.


"Ehhhmm" Lily merasa ada mengganggu tidurnya ia membuka matanya ternyata James tepat didepan matanya sedang ******* b*birnya dengan lembut. tidak ada penolakan dari Lily dia hanya diam dan pasrah hingga malam ini terjadi lagi adegan panas antara keduanya.


🌛🌛🌛🌛


Sinar matahari sudah mulai masuk kedalam kamar melalui celah-celah horden, Lily mengerjapkan mata lalu bangkit dari tidurnya.


Lily memungut baju-baju yang berserakan dilantai dan memasukkannya kedalam keranjang kotor sembari memungut baju kotor Lily tersenyum bahagia mengingat kegiatannya bersama James, ini pertema kali James melakukannya tanpa diminta oleh Lily.


Lily dan James menuruni anak tangga bersama-sama, sasampai dibawah James langsung menyuruh pelayan membawa barang mereka dari kamar dan memasukkannya kedalam mobil.


"Kita makan dulu baru pergi" ucap James tanpa ekspresi.


"Ihhh ini beruang kutub kenapa? kok masem begitu?" batin Lily sambil mengikuti langkah James kemeja makan. disana sudah ada Via dan Derson dan pagi ini ada Fani juga disana biasanya Fani makan dikamarnya tapi kali ini berbeda.


"Pagi".


"Pagi" mereka menjawab sapaan dari James.


"Idih udah gila ini orang tadi ngomong sama ku dingin dan sekarang sok ramah. padahal kalau pengen bantuan selalu meminta kepadaku, awas kamu nggak aku kasih jatah lagi" batin Lily kesal sedangkan James yang melirik Lily sedang kesal tersenyum senang ia berhasil membuat Lily kesal lagi pagi ink.


"Rasain itu anak kecil" batin James lalu mendudukan bokongnya dikursi tepat disamping Lily.


🌛🌛🌛


Dukung karya ini dengan

__ADS_1


Like, Komen, Vote, Kasih Hadiah Mawar, Favorite, Dan Juga Bintang 5 nya.


Makasih ❤❤❤.


__ADS_2