
🌛🌛🌛
"Sayang... aku berharap anak kita laki-laki dan wajahnya mirip kamu supaya rasa rinduku bisa diobati olehnya. aku janji tidak akan pernah menggantikan mu dari hidupku aku juga tidak akan mencari ayah sambung untuk anak kita. kamu percaya aku kan sayang?".
"Hehe aku cengeng ya sayang? maaf ya mengganggu mu malam-malam begini, aku mau tidur dulu, bye sayang tenanglah dialam sana" ucap Via lalu menyimpan kembali poto itu, dan meng-lap air matanya yang jatuh.
Via merebahkan badannya disofa sambil menerawang ke langit-langit kamar dan mulai memejamkan matanya secara berlahan hingga ia tidur dengan lelap.
*****
Malam berganti dengan pagi, Pagi berganti dengan sore, Via, Riri, Mawar dan Alfi sudah bersiap untuk kerumah Aderson yang sudah hampir 3 bulan tidak dipijak mereka.
Terlihat dari raut wajah Via sepertinya ia sangat senang saat ini, mungkin ia merindukan tempat mereka dulu bersama suaminya.
"Sayang kamu senang ya?" tanya Mawar.
"Hehe nggak tau kenapa rasanya aku senang banget mah, sudah lama kita tidak kesana" jawab Via dengan hati yang gembira.
"Mama ikut senang mendengarnya sayang, yaudah ayok masuk mobil biar kita berangkat" ucap Mawar.
Via langsung masuk kedalam mobil diikuti oleh dokter Riri, setelah keempat orang itu masuk kedalam mobil, mobil itu mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah dan mulai membelah jalan raya.
Sesampainya disana Via langsung pergi kekamarnya, sedangkan Riri dan Mawar serta Alfi duduk diruang tamu sekedar berbasa basi dan saling berbincang.
"Hari ini Via begitu berbeda ya?" ucap Mawar.
"Saya juga merasa begitu buk, wajahnya begitu bersinar mungkin ia tidak sabar menanti kelahiran anaknya" jawab Riri.
"Apa setelah Via melahirkan kamu bakal kembali dan tidak bekerja lagi disini?".
"Saya bakal kembali bekerja dirumah sakit buk".
"Kenapa nggak disini aja terus, kamu nggak betah ya?".
"Betah kok buk, cuma kalau saya disini kapan saya bersama suami dan anak saya? kalau saya kerja dirumah sakit otomatis saya bisa berjumpa dengan mereka setiap hari".
__ADS_1
"Ohh iya ya, jadi lupa ternyata dokter Riri sudah bekeluarga, saking inginnya saya kalau dokter riri disini terus hehe" ucap Mawar dengan tawanya.
"Makasih buk".
Jam terus berputar mengelilingi arah jarum jam dan kini jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Via sudah berada dikamarnya ia ingin istirahat yang cukup karena besok ia akan operasi.
Malam semakin larut saat Via tidur dengan nyenyak ia bermimpi lagi kalau ia tidur dengan Derson dipeluk oleh Derson, Via menenggelamkan kepalanya didada Derson dan tidur itu membuat Via sangat nyenyak tidur malam ini dari malam-malam biasanya.
Pagi saat Via bangun dari tidurnya, ia melihat kesamping ternyata tidak ada Derson.
"Ternyata aku bermimpi lagi berjumpa dengannya dan tidur dipelukannya " ucap Via dengan lirih.
"Selamat pagi sayang".
Duarr..... jantung Via ingin cipot saat suara laki-laki yang ia kenal memanggilnya sayang.
"Astaga aku berhalusinasi lagi, pasti karena aku kepikiran dengannya makanya sampai terbawa sampai pagi ini" ucap Via.
"Kamu tidak berhalusinasi aku nyata, aku kembali lagi untuk kalian, untukmu dan anak kita" ucap Derson sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Cup...apa ini tidak nyata?" tanya Derson.
"Aaaa rasanya kok nyata sih" ucap Via lagi merasa ia masih berhalusinasi.
Derson yang ada didepannya langsung memeluk Via dengan erat lalu menggedong Via kamar mandi untuk mencuci otaknya yang sudah kotor.
Hiks.... hiks.... Via malah memangis didalam kamar mandi padahal ia belum dimandikan oleh derson, Via refleks memeluk tubuh Derson dengan erat.
"Apa kamu nyata sayang?" tanya Via saat kesadarannya sudah pulih dan merasa didepannya adalah Derson beneran.
"Hiks.... hiks.... kamu dari mana aja? kenapa baru pulang setelah pergi selama tiga bulan?. aku tidak mencintamu lagi kenapa kamu datang saat aku tidak mencintai mu lagi" ucap Via sambil memukul-mukul bahu Derson.
"Kalau kamu tidak memcintai ku, maka aku yang akan mencintai mu" ucap Derson lalu memumat bibir Via dengan lembut dan makin dalam hingga ia menginginkan lebih.
"Hiks.... hiks... kenapa kamu pergi, dan kemana kamu pergi selama ini? apa kamu sengaja menghukumku? aku salah apa?".
__ADS_1
"Kamu nggak salah sayang, aku yang salah tidak mendengarkan ucapan waktu itu" Derson kembali menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya, pelukan itu berhenti saat Mawar masuk kedalam kamar tanpa mengetok pintu.
Mawar melihat seorang laki-laki memeluk menantunya langsung mengambil catokan yang berada diatas meja.
Tok.... dengan kuat Mawar menggetok kepala Derson.
"Siapa kamu? kenapa berani memeluk menantuku" ucap Mawar sebelum Derson berbalik arah mekihatnya.
"Mah... menantu mama ini istriku, apa jangan-jangan mama sudah menikahnhya dengan Jhosua?" tuduh Derson sambil berbalik arah.
"Anakku....hiks....hiks... kamu sudah kembali sayang, kamu dari mana kenapa selama ini mama tidak melihat mu, mama sangat sedih saat tau kamu pergi untuk selamanya meninggalkan mama yang baru akur denganmu beberapa bulan" ucap Mawar sambil memeluk Derson dengan erat.
"Mahh maafkan anak mu ini, sudah dua kali menghilang dari pandangan mu dan membuatmu sedih, sebenarnya aku juga tidak mau hal ini terjadi tapi aku tidak menghindari mah".
"Sayang berjanjilah sama mama kalau kamu tidak akan pernah meminggalkan mama lagi, kamu harus janji untuk selalu baik-baik saja".
"Derson akan usahakan mah, Derson sayang Mama Derson juga minta maaf".
"Sayang apa kamu lapar mama akan buatkan bubur untukmu dan menantu mama pagi ini" ucap Mawar antuias.
"Iya mah, Derson lapar tadi malam Derson belum makan sengaja cepat pulang supaya Derson cepat kembali kerumah ini, derson merindukan kalian semua".
"Baiklah sayang kamu habiskam waktu berdua dulu disini mama buatkan bubur untuk kalian" ucap Mawar dan buru-buru pergi dari sana.
Setelah kepergian Mawar, Derson mendekati Via yang mematung, tanpa banyak bicara Derson membuka gamis yang mempel dibadan Via, Derson langsung melihat perut yang buncit itu dan membuka semua baju yang melekat dibadan Via.
"Sayang aku akan memandikan mu pagi ini" ucap Derson Via hanya diam dan mengangguk.
Setelah selesai mandi Derson memakaikan handuk dan menglap semua badan Via dari sisa-sia air mandinya.
"Sayang..... daddy sudah kembali lho, kamu rindu nggak dengan Daddy? tapi sayangnya Daddy tidak bisa menjegukmu dengan cara yang dulu-dulu, kita berjumpa di dunia nyata saja ya" ucap Derson sambil mengelus perut Via yang masih tel*njang itu.
"Sayang apa selama ini kamu nakal sama mami mu? kalau daddy tau kamu nakal sama mami, bakal daddy hukum kalau sudah besar" ucap Derson.
🌛🌛🌛
__ADS_1
...jangan lupa tinggalkan jejak ya...