
🌛🌛🌛
James mengendarai mobilnya kesebuah supermatket, supermarket yang ada disini semuanya lengkap memudahkan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
James dan Lily turun dari mobil, tanpa disuruh James langsung mengambil Troly yang besar, sepertinya sore ini mereka belanja dalam porsi banyak.
Lily berjalan didepan James lalu James berjalan dari belakang untuk mendorong troly sedangkan Lily memilih-milih prodak yang akan mereka beli.
Seperti biasa Lily berjalan kearah prodak-prodak seperti sabun, deterjan,shampo dan yang lainnya. lalu Lily berjalan kembali ke rak yang isinya cemilan dam minuman shaset setelah selesai memastikan semua sudah beli oleh Lily, Lily kembali berjalan ke arah bagian fress. disana ada sayur-sayuran yang lengkap beserta daging dan juga ikan.
"Sayang sudah siap?" tanya James saat keranjang itu sudah dipenuhi dengan berbagai macam belanjaan.
"Belum kak, aku mau beli ice krim tadi aku lihat disana ada tapi sengaja belum aku ambil biar jangan sampai meleleh.
"Yaudah aku tunggu disini ya".
"Nggak, kakak ikut aja, soalnya aku mau beli banyak ice cream".
James kembali mengikuti langkah kaki Lily kesebuah frezer yang isinya semuanya ice cream berbagai rasa.
"Kak ambilkan ice creamnya dong, tapi banyak ya" seru Lily.
"Sebanyak apa yank?".
"Pokoknya banyak banget".
James mengambil icer cream hampir 50pcs sesuai dengan permintaan istri kecilnya.
"Sudah cukup sayang?" James ingin memastikan kalau ice yang ia ambil sudah cukup menurut Lily.
"sudah sayang, ayok pulang" ajak Lily dengan santainya berjalan didepan james.
Saat pembayaran dikasir Lily meminta kepada kasir itu untuk membedakan plastik ice cream sebanyak 2 pcs.
"Untuk apa yang dua itu sayang kok dipisah?".
"Mau aku makan dimobil kak heheh" ucap Lily James hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Lily yang tidak sabar untuk memakan ice cream dirumah.
Semua belanjaan sudah tersusun rapi dibagasi mobil, lily duduk disamping james sambil memakan ice cream yang ia beli.
"Kak buka mulut?" ucap Lily saat James sedang fokus menyetir.
__ADS_1
"Untuk apa, aku lagi nyetir sayang".
"Aaaa... makan ice ini juga" Lily menyodorkan ice yang i makan kepada James, James mebuka mulutnya dan memakan ice cream yang di berikan Lily. beberapa kali Lily memberikan ice cream kepada James sampai 2 pcs ice cream itu habis mereka habiskan.
"Sampahnya nanti dibuang ya sayang nanti mobilnya datang semut" ucap James.
"Beres bos" ucap Lily seperti anak kecil.
Mobil mewah itu sudah memasuki kawasan perumahan, sesampainya didepan rumah james memarkirkan mobilnya dengan rapi lalu keluar dari mobil dan berjalan kedalam rumah diikuti oleh Lily.
"Bik ambilkan barang belanjaan dari bagasi mobil ya, belanjaannya banyak minta tolong sama bapak aja, ice creamnya langsung dimasukkan kedalam frezer sebelum meleleh" seru James yang baru masuk kedalam mobil dan melihat bu Ani sedang berjalan kearah dapur.
"Baik tuan" jawab Ani dengan sopan.
James dan Lily melanjutkan jalan menuju kamar tujuan mereka sekarang untuk mandi menyegarkan badannya.
"Sayang mandi bareng yok?".
"Nggak achh nanti mandinya kelamaan" jawab Lily.
"Kalau bareng malah lebih cepat sayang, menghemat waktu juga".
"Nggak betul itu, yang ada kakak nanti nakal" ucap Lily apalagi mengingat waktu sebelum-sebelumnya saat mandi bareng bukannya suara air yang terdengar tapi suara-suara aneh yang keluar kedua mulut mereka.
"Nggak mau, kakak mandi dulu aja habis itu baru lily mandi" ucap Lily kini ia merebahkan badannya diatas sofa dan menaikan kakinya ke sandaran sofa.
"Bagaimana kalau disofa itu aja sepertinya dengan posisi mu sekarang lebih menantang?".
"Mau nggak kakak aku lempar pakai vas bunga ini" Lily kesal saat james menggodanya.
"Hahaha" James pergi kekamar mandi dengan tawanya, istri kecilnya ini sekarang lebih susah digoda tapi sekali kena, seperti singa lapar nggak ada puas-puasnya.
"Nggak tau apa dia aku sedang capek habis belanja?" batin Lily, ia memejamkan matanya sebentar untuk menghilangkan penat tapi diluar dugaannya ternyata dia jadi tidur beneran.
🌛🌛🌛
Seminggu telah berlalu dikediaman Marry saat ini terjadi keributan disebabkan Bowo datang lagi melamar Amelia.
"Bagaimana apa kamu bersedia jadi istriku Amelia, aku akan memberikan mu fasilitas yang lengkap dan kebutuhan yang cukup".
"Apa bapak tidak punya istri kok ngebet banget punya istri, kalau pengen perempuan kenapa nggak ngelont* aja" sindir Amelia tidak terima.
__ADS_1
"Aku punya istri tapi aku ingin menjadikan mu istri mudaku".
"Seharusnya bapak bukan datang kesini tapi ke rumah sakit jiwa, sepertinya bapak butuh penangan yang khusus".
"Iya saya tergila-gila pada kemolekan mu".
"Cuihh... saya tidak sudi menikah dengan bapak cari yang lain saja" tolak Amelia terang-terangan setelah selesai meludah dilantai ruang tamu itu.
"Kalau kamu tidak mau dengan cara baik-baik terpaksa saya menggunkan cara yang kasar" ucap Bowo berapi-api.
"Cukup.... sekarang anda boleh keluar dan jangan pernah datang lagi kerumah kami" seru Marry yang dari tadi menahan amarahnya.
"Haha tidak bisa saya tegaskan lagi kepada kalian minggu depan aku dan Amelia menikah, kalau kalian tidak mau saya berlaku baik, maka saya buat berlaku kasar".
"Keluar......" kali ini Amelia berteriak tidak lupa ia melempar Bowo dengan bantal yang ia pengeng dari tadi.
"Baiklah my darling, aku akan keluar. ingat minggu depan aku menjemput mu kesini sebelum hari pernikahan kita" ucap Bowo lalu segera pergi dari rumah mereka.
"Mah bagaimana ini aku tidak mau dengannya" adu Amelia kepada Marry.
"Mama juga nggak tau sayang, apa perlu kita pindah rumah saja yang tidak bisa mereka lihat?".
"Bagaimana kalau kita pindah kerumah Via aja ma disana pasti aman" usul Amelia.
"Kalau kita pindah mendingan kita ngontrak aja, tidak usah repotkan Via kalau pindah kesana mama kurang setuju, lagian pasti Derson tidak mengijinkannya".
"Pasti minggu depan bowo datang lagi kesini, mirisnya nasib ku" ucap Amelia pura-pura sedih.
"Kamu jangan sedih mama akan cari kontrakan besok supaya kita bisa pindah besok".
"Terserah mama saja deh, tapi kalau nanti ujung-ujungnya kita ketahuan terpaksa aku menikah dengan Bowo".
"Jangan ngomong seperti itu, mama akan melindungi mu semampu mama".
"Yaudah deh ma Amelia pergi kekamar dulu, mau istirahat" Amelia berjalan kekamarnya dengan lesu padahal tadi ia sudah mendapat angin segar kalau ia akan tinggal dirumah Derson tapi mamanya malah tidak setuju.
"Mama.... mama.... anak mu ini menyukai laki-laki tampan itu" batin Amelia sambil terus berjalan menuju kamarnya, ia ingin menenangkan pikirannya supaya lebih fress sedikit.
🌛🌛🌛
Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.
__ADS_1
Makasih ❤❤❤