
🌛🌛🌛
Saat ini Shopi dan kedua orang tuanya duduk diruangan direktur tempat dimana Lily kuliah, saat ini kedua orangtua itu meminta maaf kepada direktur dan berjanji akan mengawasi dan mendidik anak mereka, asal anak mereka bernama Shopi tidak dikeluarkan dari kampus.
"Pak kami akan bayar 2 kali lipas biaya anak kami di kampus ini, dan kami berjanji kalau masalah ini tidak akan terulang lagi" ucap ayah Shopi.
"Maaf sekali lagi pak, ibu anak bapak dan ibu tidak bisa kami terima dikampus ini lagi, dan keluarga Aderson sudah menjamin kalau anak bapak bernama Shopi tidak akan diterima dikampus mana pun untuk melanjutkan study".
"Kenapa bisa seperti itu pak, bukankah anak saya bermasalah dikampus ini kenapa jadi dikampus lain pun anak saya tidak bisa melanjutkan kuliahnya?".
"Itu sudah menjadi keputusan tuan Aderson dan juga tuan James, kalau kalian ingin bicara lebih lanjut silahkan langsung menghubungi mereka" jawab direktur itu sedangkan Shopi yang mereka bicarakan hanya bisa diam, dan menyesali perbuatannya tapi sayangnya semuanya sudah terlambat, akibat cintanya terhadap Lukas membuatnya buta akan sekitarnya.
"Baiklah pak kami permisi dulu" ucap ayah Shopi lalu membawa keluar anak dan istrinya dari ruangan itu.
Didalam taman kampus ketiga orang itu bukannya langsung pulang, tapi ayah Shopi marah-marah kepada Shopi sampai menampar wajah Shopi dengan kuat, adegan itu tidak lepas dari pandangan Lukas yang kebetulan duduk ditaman kampus sedang mengerjakan tugas kuliahnya.
"Maafkan Shopi pa, Shopi nggak tau kalau masalah ini bisa sampai begini" ucap Shopi terisak.
"Sudah dari dulu kami mengajarkanmu untuk tidak nakal diluar rumah dan apa yang kami dapat kamu bahkan membunuh anak orang yang belum lahir keduania ini".
"Shopi janji nggak bakal berbuat seperti itu lagi pah hiks... hiks...".
"Semuanya sudah terlambat Shopi, apa kamu yakin habis ini perusaan yang kita punya masih bisa berjalan lancar seperti biasanya, keluarga Aderson bukan keluar yang sembarangan Shopi" ucap papa Shopi kecewa sambil berjalan kearah mobil dan tidak lupa membawa istrinya.
Kini tertinggal Shopi ditaman itu tanpa rasa malu shopi terisak disana sampai setengah jam, kini rasa malu Shopi sudah hilang suaranya sangat keras saat memangis. tapi tiba-tiba sebuah sapu tangan diberikan seseorang untuk menglap air matanya.
"Sudah jangan menangis, semua pasti ada jalan keluarnya" ucap Lukas yang baru datang dari arah depan Shopi.
Shopi tidak menjawab ucapan Lukas, dia hanya diam dan menerima sapu tangan itu untuk menghapus air matanya, hari sudah semakin sore tapi kedua orang itu masih betah duduk di kursi taman itu dan keduanya masih enggan untuk beranjak.
"Terimakasih ya" ucap Shopi pelan.
"Tidak usah berterimakasih, apa kamu mau pulang biar aku antar?".
Sore ini Shopi diantara oleh Lukas pulang kerumah dengan hati yang berantakan, Shopi turun dari mobil lukas dan langsung masuk kedalam rumahnya setelah mengucapkan terimakasih.
__ADS_1
Sifat shopi yang dulu mengejar-ngejar Lukas hari ini telah dihilangkan dari dalam hatinya.
🌛🌛🌛
Ditempat lain tepatnya dikamar milik James dan Lily keduanya berada dikamar yang sama, Lily yang saat ini tidur diatas kasur sedangkan James duduk disofa sambil merokok.
"Kakak jangan ngerokok didalam, kakak dibalkon saja" ucap Lily, mendengar ucapan Lily James langsung mematikan rokoknya dan meminum air putih yang ada didepannya.
"Apa kamu sudah lapar biar aku ambilkan makanan?" tanya James lalu berjalan kekasur tempat Lily berbaring.
"Aku belum lapar kak, oh ya kak malam ini Lily pindah kekamar Lily aja ya".
"Tunggu beberapa hari saja dulu, kalau kamu mau pindah biarlah beberapa hari ini aku akan merawat mu sebagai tanggung jawabku padamu".
"Aku sudah baik-baik saja kok kak, aku tidak nyaman lagi disini kemaren aku betah disini karena aku masih hamil dan sekarang alasan itu sudah tidak ada lagi" ucap Lily.
"Baiklah kamu boleh pindah malam ini, tapi ijinkan aku masuk kekamar mu untuk mengecek kesehatan sebelum kita resmi bercerai" ucap James sambil membelai rambut Lily.
"Kamu istirahat dulu aku mau mengecek pekerjaan ku dulu" James membuka latopenya sambil duduk dikasur.
Trakhir James memeriksa laporan keuangan bulan ini dan ternyata Aderson company mendapat penghasilan yang meningkat sebanyak 2%. disaat James lagi fokus dengan latope tapi suara ketukan pintu membuat fokusnya terhadap latopenya hilang.
Tok.... Tok... Tok....
Mendengar pintu diketuk James berjalan kearah pintu, dan membukakan pintu dan ternyata yang mengetuk pintu adalah Via.
"Ada apa kakak ipar?".
"Kita makam malam sekarang ya, apa Lily sudah bisa berjalan kebawah, bilang sama Lily ada mama Mawar yang nungguin dibawah" ucap Via.
"Baiklah kak ipar kami akan turun".
James kembali masuk kedalam kamar dan memgajak Lily untuk turun makan malam.
Malam ini meja makan Via dan Derson sudah duduk manis menunggu James dan Lily turun dan satu lagi ada Mawar yang duduk disamping Via, Mawar sengaja datang untuk menjenguk Lily dan juga Via.
__ADS_1
Tidak menunggu lama James dan Lily turun dan duduk dikursi masing-masing, seperti biasa Via melayani Derson mengambilkan nasi dan lauk pauk.
Sedangkan sepasang suami istri satu lagi suami yang melayani istri, kali ini James yang melayani Lily, James mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Lily.
"Sayang kamu makan yang banyak ya" ucap Derson kepada Via saat melihat Via mengisi piringnya dengan nasi yang sedikit.
"Tapi aku tidak biasa makan banyak".
"Harus terbiasa sayang" jawab Derson menambah isi piring Via.
Kelima orang itu makan dengan diam hanya dentingan sendok yang terdengar sampai kelimanya selesai makan.
Setelah selesai makan Via dan Derson pergi kekamar mereka untuk istrahat, hari ini keduanya merasa sedikit lelah apalagi keduanya habis liburan dari pantai sore tadi.
"Sayang kamu pijitin aku dong, kayaknya badanku sedikit lelah" ucap Via sambil merebahkan badannya.
Derson mendudukan badannya dikasur lalu memijit kaki, tangan, dan seluruh punggung Via, saat Derson dengan serius memijit tubuh Via ternyata Via sudah tertidur dengan nyenyak.
Derson merebahkan badannya disamping Via sesungguhnya Derson juga merasakan pegal dibadannya tapi mengingat kondisi Via yang kurang sehat jadi Derson hanya diam saja.
Derson mulai memejamkan matanya yang sudah mulai sayu hingga beberapa saat Derson sudah menyusul Via kealam mimpi. padahal jam masih menunjukkan pukul sembilan malam.
******
Sedangkan diruang tamu Lily, James dan Mawar masih duduk, sambil bercengkrama.
"Sayang mama pulang dulu ya, kapan-kapan mama main kesini lagi" ucap Mawar sambil mengbil tasnya dari meja lalu pergi meninggalkan mereka berdua diruang tamu.
"Kamu juga sudah boleh istirahat sudah jam 9 malam" ucap James sambil melirik Lily yang belum ada niat untuk bergegas.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya like komen dan juga kasih vote, kasih hadiah mawar juga.
terimakasih
__ADS_1