
Kini Dave tengah duduk di bangku pinggir jalan, dengan napas ngos-ngosan. "Huh, Dave, kau ini cemen sekali." gumamnya.
Lelaki itu berdiri dengan tegap meskipun harus menarik napas panjang. Ia melangkah kan kaki nya untuk pergi meninggal kan tempat nya.
"Aku harus pergi ke rumah sakit. Aku harus membawa Kayla bersama ku lagi. Setelah surat itu di tanda tangani olehnya, aku akan membuang wanita menyusahkan itu." Ia mempercepat langkah nya.
––—
Pintu ruang operasi terbuka. Seorang Dokter wanita keluar dari ruangan itu.
Leo yang menyadari itu, segera bangkit dari duduk nya. "Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Leo.
"Begini, Tuan. Anak dan Istri anda selamat. Tapi ... " Dokter Ratna menggantung ucapan nya.
"Apa?" tanya Leo panik.
"Istri anda kehilangan banyak sekali darah. Ia saat ini memerlukan transfusi d4rah. Golongan darah nya O. Apa di antara keluarga nya ada yang memiliki golongan d4rah yang sama? Karna stok d4rah O di rumah sakit ini sedang tidak ada, jenis d4rah ini langka," jelas Dokter Ratna.
"GOLONGAN D4RAH SAYA O." Leo dan Alkan saling menoleh setelah kompak berkara itu.
"Syukurlah ... jadi, siapa yang akan memberikan donor d4rah kepada pasien?"
"Saya," kata Leo.
"Baiklah, kita lakukan donor sekarang," ucap Dokter itu.
———
Sudah satu jam lebih Leo berada di ruangan serba putih, mendonorkan banyak darah untuk istri nya.
__ADS_1
"Kayla, ternyata kehilangan banyak darah itu lemas, ya?" ucap Leo, seolah Kayla berada di samping nya.
Seorang Suster datang menghampiri Leo yang tengah bersandar di atas brangkar, ia memandang Leo dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Ada apa?" tanya Leo, ia merubah posisi tubvh nya, dan hendak berdiri.
"Tuan, bayi anda ... " Suster itu menggantung ucapan nya sendiri.
"Ada apa? KATAKAN!" ucap Leo yang meninggi di akhir kalimat.
"Bayi anda ... dia tidak bisa bertahan, dia pergi menemui Tuhan," lirih Suster itu pelan.
"TIDAK! TIDAK MUNGKIN! KAYLA SUDAH BERJUANG UNTUK NYA! MANA MUNGKIN DIA PERGI MENINGGALKAN AKU DAN KAYLA!" Leo benar-benar marah saat ini. Bukan marah kepada Suster maupun Dokter Ratna, tapi ... kepada semesta, yang sedang mempermainkan perasaan nya.
"Aku ingin melihat anak ku," lirih Leo.
Leo keluar dari ruangan serba putih itu, ia melihat Alkan yang sedang menunggu dirinya di kursi tunggu koridor. Leo menghampiri Alkan yang tengah duduk.
"Anak ku ... dia, dia–"
"Aku sudah tahu," ucap Alkan memotong perkataan Leo.
"Apa yang harus aku katakan kepada Kayla? Dia akan maha kepada ku?"
"Tuan, mari kita lihat jenazah bayi nya," ajak Suster.
Leo dan Alkan mengakhiri pembicaraan mereka, mengikuti langkah kaki Suster muda itu menuju ruang jenazah.
–––
__ADS_1
Saat sudah sampai di ruang jenazah dan melihat tubuh tak bernyawa anak nya, Leo merasakan hal yang tidak beres. Dia merasa bahwa ini adalah sebuah permainan. Tapi ...
Dia memutuskan untuk menyentuh tubvh mungil bayi nya yang tak bernyawa itu. Rasanya ia tak memiliki ikatan batin dengan anak ini. Tapi, inilah takdir. Harus bagaimana lagi, selain menerima nya?
"Leo, aku merasa ada yang aneh dengan semua ini." Alkan berjalan kaearah Leo yang tengah memandang jenazah bayi itu.
"Tuan, istri anda sudah di pindah kan keruang rawat. Tapi, kondisi nya masih sangat lemah," ucap Suster itu seolah mengalihkan pembicaraan Alkan.
"Saya ingin menemui istri saya, Sus," ucap Leo.
"Baiklah," kata suster itu singkat.
———
Leo masuk ke ruang rawat Kayla. Ia melihat seorang wanita yang sangat ia sayangi terbaring lemah di brangkar. Leo mendekat kearah Kayla, dan mengusap pelan rambut Kayla yang terurai.
Leo menggeser kursi agar lebih dekat pada brangkar dan duduk di atasnya. "Aku akan tetap disini, Kayla. Jangan lupa bangun untuk ku," bisik Leo tepat di telinga Kayla.
"Kayla, aku takut kau akan semakin marah kepada ku, aku takut Kayla,"
Cup*
Leo mengecup lembut kening Kayla, setelah nya, ia mengusap lembut rambut wanita itu, memandanginya, dan sesekali tersenyum ke arah nya. "Cantik. Kau selalu cantik, Kay," ucap nya.
___
Maaf ya, kalo part ini gak seru. Pusing banget aku mikirin alur nya hehe...
Janji ya, ramein biar aku semngat up nya...
__ADS_1