
"Aku hanya kesal saja terhadap Jhosua dia seolah-olah tau apa yang aku rasakan dari dulu".
"Tapi kamu harus jaga ucapanmu".
"Iya akan aku coba, hari ini kita temua dokter yang merawatmu aku ingin bertanya langsung tentang kesembuhan mu" jawan Derson sambil menuntun Via duduk ke sofa.
"Tapi hari ini mereka sedang pergi keluar dan pulang malam nanti" jawab Via sambil merapikan rambut Derson yang berantakan.
"Kok aku tidak tau sayang?".
"Kamu lupa kalau minggu yang lalu mereka sudah pamit ijin keluar hari ini?".
"Iya aku lupa karena yang ada dipikiranku hanya ada kamu, kamu dan kamu" gombal Derson sambil mencubit pipi Via.
Sifat yang keras dan kejam itu berangsur-ansur melunak menjadi lembut dan makin hari makin romantis, begitulah si Derson yang kejam kalau sudah jatuh cinta kepada seorang wanita.
Matahari sudah mau tenggelam dan digantikan oleh bulan dan bintang-bintang dilangit, saat ini sepasang suami istri duduk dibalkon sambil menikmati secangkir teh dan cemilan.
Dibalkon yang luas itu ada sebuah sofa hingga kedua insan itu sangat nyaman untuk duduk, saat ini posisinya Via sedang duduk disofa dan dipangkuannya ada kepala laki-laki manja itu.
Saat ini Derson tiduran diatas sofa dan kepalanya ia letakkan diatas paha milik Via, dengan lembut Via membelai rambut Derson sampai laki-laki itu mengantuk dan tidur.
"Sayang" Panggil Via sambil menggoyangkan tubuh Derson.
"Hmmm.... biarkan seperti ini dulu sayang aku ingin istrahat sebentar" ucap Derson lalu memutar arahnya menjadi menghadap perut Via yang tadinya menatap keatas.
Hembusan angin malam membuat kulit putih Via merasa kedinginan kini pori-porinya membesar dan merinding akibat menahan dingin sekitar lima belas menit lalu saat Derson memutuskan untuk tidur.
Derson yang merasakan dingin segera membuka matanya dan melihat hari sudah gelap diliriknya jam tangannya ternyata sudah jam setengah tujuh, dan diliriknya lagi Via sedang menahan dinginnya angin malam.
"Sayang kamu kedinginan ya? kenapa nggak bangunin aku?" Tanya Derson dan saat ini Derson sudah duduk disamping Via.
"Tadi katamu mau istrahat jadi aku tunggu bangun dulu baru kita masuk kekamar" jawab Via sambil menggosok-gosok tangannya.
__ADS_1
"Astaga sayang kamu bisa bangunin aku, kalau kek gini aku jadi merasa bersalah padamu. ayok kita masuk" ajak Derson dan saat Via hendak berdiri ternyata kakinya kebas.
"Sayang kakiku kebas, nggak bisa jalan" ucap Via dengan suara manjanya, mendengar keluhan Via tanpa aba-aba Derson langsung menggedongnya menuju kamar.
🌛🌛🌛
Pagi ini Derson dan James pergi keluar kota, Via sudah ikut keteras untuk mengantarkan Derson sampai kemobil sedangkan Lily sudah masuk kedalam mobil karena sebelum pergi james mengantar Lily terlebih dahulu kekampus.
"Sayang aku pergi dulu ya, kamu jaga kesehatan" ucap Derson lalu mencium kening Via, Derson sangat berat untuk meninggalkan Via dirumah apalagi saat ini Via kurang sehat.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya".
Mobil itu sudah melaju meninggalkan perkarangan rumah, didalam mobil isinya ada 4 orang, supir yang akan membawa mereka dan disampingnya ada Derson, sedangkan dikursi belakang ada James dan juga Lily.
Mobil itu sudah sampai digerbang kampus Lily, sebelum Lily keluar James mengingatkan Lily untuk menjaga bayinya apalagi hari ini James tidak bisa menjempunya dari kampus.
Setelah Lily keluar James dan Derson langsung tancap pergi untuk menyelesaikan pekerjaanya diluar kota.
Saat Lily ingin memasuki ruangan kelas tangannya ditarik oleh seorang perempuan dan dibawa ke toilet dan kebetulan toilet itu kosong berhubung ini jam masih pagi belum banyak orang yang datang kekampus.
"Tidak usah pura-pura tidak tau, kamukan wanita yang menggoda lukas dan Lukas memutuskan hubungan kami begitu saja" ucap perempuan bernama Shopi itu.
"Maksud kamu apa? aku tidak ada menggodanya, dan aku sudah menikah tidak mungkin aku menggoda pacar orang" ucap Lily berusaha melindungi perutnya.
"Haha palingan isi perutmu itu anak dari laki-laki tidak jelas atau laki-laki tua kamu kan suka mengganggu pacar orang" bentak perempuan itu sambil menjatuhkan tubuh Lily kelantai toilet.
"Auuu perutku sakit" seiring teriakan dari mulut Lily darah mengalir dari pahanya.
"Tolong aku, perutku sakit" ucap Lily lirih.
Karena merasa geram Sophi tega meninggalkan Lily ditoilet yang sedang kesakitan, saat Lily berteriak minta tolong tidak ada satupun yang mendengarnya, karena tidak tahan lagi akhirnya Lily pingsan seiring darah segar terus keluar.
"Aaaaa.... ada orang pingsan" teriak salah satu mahasiswa yang ingin ketoilet, lima detik kemudian orang berkerumunan melihat orang yang pingsan itu.
__ADS_1
Kebetulan lukas keluar dari toilet laki-laki langsung melihat kejadian itu. tangannya reflek menggendong Lily dan membawa Lily kerumah sakit terdekat.
Dengan tergesa-gesa lukas membawa Lily kedalam rumah sakit dan ditangani oleh Dokter, tidak menunggu lama dokter keluar dari ruangan menemui lukas yang sedang panik menunggu Lily ditangani.
"Dengan suami pasian?".
"Saya teman pasian dok, bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya lukas dengan panik.
"Dengan terpaksa saya mengatakan kalau kandungan pasian tidak bisa kami selamatkan karena pendaranan yang berlangsung lama dan saat ini kondisi pasien sedang menunggu pemulihan".
"Astaga bagaimana ini? aku tidak tau harus menghubungi siapa, hp Lily pun aku tidak tau apa passwordnya" batin Lukas ikut prustasi.
James mencoba mengecek HP Lily dan kebetulan HP Lily ternyata tidak ada password, Lukas langsung mencari kontak James setelah ketemu lukas langsung menghubungi James. dalam deringan ketiga telfon itu sudah diangkat oleh James dengan suara yang lembut.
"Hallo Lily".
"Hallo ini saya Lukas, Lily saat ini dirumah sakit dia keguguran" ucap lukas to the point.
"Tunggu saya disana saya akan segera datang".
James langsung mematikan telfon secara sepihak, sedangkan Lukas yang saat ini menunggu james datang, dia takut kalau terjadi sesuatu lagi kepada Lily.
Dan kebetulan James belum terlalu jauh meninggalkan kota jadi satu jam James sudah sampai dirumah sakit dimana Lily sedang dirawat.
Derson dan James berjalan dengan tergesa-gesa menemui Lukas yang sedang duduk dikursi tunggu. dengan pikiran negativenya James langsung menghajar Lukas secara bertubi-tubi hingga wajah Lukas babak belur.
Derson yang saat ini berdiri menyaksikan perkelahian itu hanya diam dia juga ingin sekali menghajar laki-laki itu tapi dia urungkan, setelah puas menghajar Lukas James berdiri didepan Lukas dan mengintrogasinya.
"Apa yang kamu lakukan hingga Lily sampai keguguran? tadi pagi aku melihatnya baik-baik saja" tanya James.
"Aku tidak tau saat dikampus aku menemukan Lily dikerumuni banyak orang dalam keadaan pingsan, kamu adalah orang yang bijaksana selidiki dulu baru kamu menghajar siapa yang membuat Lily begini" ucap Lukas lalu pergi meninggalkan James dengan luka diwajahnya.
😘😘😘
__ADS_1
Jangan lupa kasih vote ya hadiah mawar juga.