MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 74


__ADS_3

🌛🌛🌛


Amelia kembali menjalankan scoopy-nya meninggalkan rumah Aderson, sepanjang jalan Amelia terus memikirkan sesuatu.


"Kok sulit amat sih, untuk dekat dengannya telfon ku juga tidak pernah diangkatnya, apa aku sejellek itu?" batin Amelia.


Kali ini amelia singgah disebuah supermarket untuk membeli perlengkapan rumah dan perlengkapan masak, Amelia berjalan turun dari scoopy-nya memasuki supermarket itu tidak lupa ia mengambil troli untuk mempermudahnya membawa barang yang ia beli.


Amelia mulai memasuki gang yang isinya seperti sabun derterjen dan yang lainnya, amelia memilih beberapa prodak yang Ia butuhkan, lalu amelia kembali berjalan kearah bagian food disana amelia memilih beberapa cemilan dan juga minuman saset, dan tidak lupa juga Amelia pergi kebagian fress, membeli beberapa sayur, ikan dan juga daging.


Setelah merasa sudah siap belanja Amelia berjalan kearah kasir untuk membayar belanjaannya, saat amelia hendak melewati lorong satu lagi ternyata ada orang yang hendak ia tabrak karena tidak hati-hati.


"Ehh... maaf ya buk saya tidak lihat" ucap Amelia dengan pelan.


"Tidak apa.... ehhh Amelia ya anaknya marry?" tanya perempuan yang ingin ditabrak Amelia.


"Iya tante saya Amelia, tapi maaf sayang tidak begitu mengenali tante" seru Amelia sambil menggaruk kepanya yang tidak gatal.


"Ini tante mawar tetangga kalian dulu di jln.ekonomi, bagaimana kabar Marry sekarang tante sudah lama tidak berjumpa dengannya?" seru Mawar.


"Kami baik-baik saja tante, kalau begitu saya permisi dulu ya tante saya mau pulang cepat mama saya sedang menunggu dirumah, kalau tante ingin bertemu dengan mama sekarang kami tinggal di jl.garu" ucap Amelia.


"Yaudah kamu hati-hati ya, tante mau belanja lagi".


Kedua orang itu akhirnya berpisah, Amelia yang mencoba mengingat-ngingat wajah Mawar tapi sama sekali tidak diingatnya. makanya dia memutuskan untuk cepat berpisah.


"Kok aku nggak ingat wajah tante itu ya?" batin Amelia bertanya-tanya sambil berjalam kekasir.


Amelia kembali mengendarai scoopy-nya membelah jalanan dan berlahan scoopy itu sudah memasuki perkarangan rumahnya, Amelia memarkirkan scoopynya dan membawa semua barang belanjaanya kedalam rumah.


"Pergi kok nggak bilang-bilang mama nyariin kamu" ucap Marry yang baru datang dari dapur dan melihat Amelia sudah datang dari luar dengan kantong belanjaanya.


"Amelia hanya ingin belanja sebentar Ma, yaudah Amelia susun belanjaanga dulu ya mah" sahut Amelia lalu berjalan kedapur.


Amelia menyusun belanjaan fress nya didalam kulkas dan menyimpan cemilan dan minuman saset didalam rak khusus makanan ringan, dan tidak lupa Via menyimpan sabun-sabun yang ia beli rak yang lain.

__ADS_1


"Semuanya beres ini sangat melelahkan" batin Amelia dan mulai berjalan ke ruang tamu, disana Merry sedang duduk sambil menonton TV.


"Sepertinya mama semakin hari sudah semakin sehat, saat ini wajah mama sudah terlihat cerah" ucap Amelia lalu mendudukan bokongnga disamping sang mama.


"Iya sayang, mama juga merasa begitu akhir-akhir ini mama merasa makan pun bertambah selera".


Sore ini Amelia dan Marry menghabiskan waktu dengan menonton TV sambil ngeteh.


🌛🌛🌛


Ditempat lain saat ini Via dan Derson sedang bersiap-siap untuk pulang besok hari, saat ini derson membatu Via memasukkan barang kedalam koper dan tidak lupa memasukkan barang yang ia beli oleh-oleh untuk Lily.


"Sayang kalau kamu capek, kamu istirahat saja" seru Derson saat melihat Via dari tadi sibuk memasukkan barang kedalam koper.


"Heheh aku nggak capek kok sayang, boleh nggak minta toling buat kan coklat hangat dong sayang" ucap Via sambil mentap suami yang juga memasukkan pakaiannya kedalam koper.


"Ok sayang kamu tunggu disini ya biar aku buatkan" Derson berjalan kearah dapur kamar hotel itu dan langsung membuat coklat hangat untuk sang istri dan tidak lupa Derson membuat satu gelas capoucino untuknya.


Laki-laki berparas tampan dah gagah itu membawa dua gelas minuman kekamar karena posisinya sekarang Via ada dikamar, Derson meletakkan dua gelas minuman itu diatas meja lalu memanggil Via untuk meminumnya.


"Sayang terimakasih ya" ucap Via sambil mengambil coklat panas dari meja dan meniupnya.


"Iya... minumlah biar badanmu lebih hangat, apa kamu mau cemilan sayang?".


"Sepertinya makan cake yang baru dibeli kemaren enak".


"Hmmm tunggu disini ya biar aku ambilkan" seru Derson dan langsung berdiri dari duduk mengambilkan cake sesuai keinginan via, melihat kelakaun Derson yang siap siaga membuat hati Via semakin mencintai suaminya itu.


"Kenapa senyum-senyum sayang?" tanya Derson yang baru datang dari arah dapur.


"Sepertinya aku jatuh cinta lagi sayang" mendengar ucapan Via seketika tulang rahang Derson mengeras dan darahnya mendidih dia tidak bertanya kepada siapa Via jatuh cinta lagi tapi ia hanya diam dan tidak mampu berkata-kata.


"Kamu nggak tanya gitu sayang sama siapa aku jatuh cinta lagi?" tanya Via.


"Kalau aku tau siapa laki-laki itu bisa-bisa aku membunuhnya" ucap Derson dengan tatapan dinginnya.

__ADS_1


"Hmmm iya juga ya, tapi bagaimana kalau laki-laki itu adalah kamu? aku jatuh cinta untuk kesekian kalinya untukmu".


Wajah yang tadinya sudah merah padam menahan emosi kini berangsur-angsur menjadi putih dan nomal seperti semula, Derson langsung menghadapkan badannya kearah Via lalu menggemgam tangan Via.


"Sayang.... jangan bercanda napa? kalau ngomong jangan setengah-setengah seperti ini, kamu sempat membuat ku sedih barusan" seru Derson dan pandangannya layaknya kucing yang sudah jinak.


"Hmmm kalau tidak jelas bertanya dong sayang jangan diam saja, tadi sempat aku lihat wajah mu seperti ingi memakan manusia" canda Via.


"Tapi sepertinya sekarang aku tidak ingin memakan manusia tapi aku ingin melahap mu" tanpa menunggu persetujuan dari Via, Derson sudah melahap Via.


Derson menuntun tubuh mungin itu keatas ranjang hingga terjadi lagi kejadian yang sama dengan sebelum-sebelumnya, selama didubai Derson asli merasakan bulan madu yang sesungguhnya selain menikmati kota dubai derson juga menikmati momen berdua dengan Via baik didalam ruangan maupun di luar ruagan.


"Sayang rasanya selalu sama tidak pernah ada yang kurang" sahut Derson sambil memeluk tubuh mungil itu yang berada didalam selimut.


"Gara-gara kamu tuh coklat hangat ku sudah jadi dingin" omel Via sambil mencubit dada bidang Derson.


"Tapi aku sudah menghangatkan mu sayang, dan aku lebih hangat dibandingkan coklat itu" Derson kembali memeluk tubuh mungil itu dan tidak tau kapan keduanya tertidur kembali disore hari ini.


🌛🌛🌛


Untuk memberi dukungan buat author cukup dengan:


Like


Komen


Favorite


Vote


Kasih hadiah mawar


Dan juga bintang 5nya


Makasih ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2