MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 105


__ADS_3

🌛🌛🌛


Didalam mobil Via dan Marry terus berbincang hingga Via lupa untuk mengajak suaminya berbicara yang menjadi supir untuk mereka sekarang.


Saat ini posisi Derson persis seperti seorang supir pribadi yang diabaikan oleh bossnya padahal selama ini ia yang disupiri oleh orang-orangnya.


Sesekali Derson juga melirik kearah Via, supaya jangan terlalu mengabaikannya tapi bumil itu mengacuhkannya.


"Besok-besok aku harus bawa supir biar aku santai bersama istriku, tidak seperti ini lagi jadi supir pribadi" batin Derson merasa konyol.


"Sayang kamu masih ingat aku disini kan? asik banget ngomongnya sampai lupa suami" Derson akhirnya tidak tahan untuk diam saja akhirnya ia bertanya kepada Via.


"Hehe aku jarang bertemu dengan tante dan ini saatnya kami ngobrol" jawab Via.


"Yaudah lanjutkan lah" jawab Derson lalu ia kebali fokus kepada jalanan.


"Tante suami Amelia kok nggak ikut bersama kita tadi?".


"Sudah sebulan ini Amelia tinggal bersama tante, ia tidak mau lagi bertemu dengan laki-laki itu, tante juga nggak tau mau berbuat apa, keluarga kami sekarang sudah berantakan dan sangat sulit untuk diperbaiki mungkin ini karma karena paman mu dulu membuat kamu jadi penebus utangnya" jawab Marry dengan lirih dan juga malu.


"Tante yang sabar ya semua ini hanya cobaan dan pasti bakal berlalu, intinya kita semua harus sabar menunggu waktu yang tepat diberikan yang maha kuasa".


"tante nggak tau waktu itu bakal datang nak, kamu lihat sendiri bagaimana paman mu berbicara, sudah dipenjara pun masih saja nggak berubah tante jadi malu sendiri kepada kalian".


"Ngapain malu tante, Aku, Derson dan kita semua keluarga. apa tante lupa kalau paman itu adiknya mamaku?".


"Hehe makasih ya sayang, kamu selalu ada untuk tante dan kekuarga tante".


"Iya tante, jadi Amelia nggak ada niat melanjutkan pernikahannya lagi?" tanya Via lagi karena sejujurnya ia mengharapakan pernikahan Amelia berlanjut dan hidup bahagia dengan begitu ia tidak ragu lagi kalau Amelia akan melirik suaminya.


"Tante juga nggak tau, mereka menikah tidak saling kenal makanya sulit untuk dipersatukan".


"Aku dan Derson dulu juga tidak saling kenal tante tapi kami bisa melanjutkan pernikahan kami".

__ADS_1


"Kamu sama Amelia jauh berbeda nak, kamu bisa mempertahankan rumah tangga mu dengan sabar dan tidak mengeluh saat kamu dan derson tidak baik-baik saja. sedangkan Amelia langsung mengeluh dan dia juga sedikit keras kepala padahal suaminya tidak berlaku kasar padanya".


Mendengar ucapan Marry Derson merasa tersinggung dan mengingat perlakuannya dahulu kepada Via sangat kejam dan juga kasar, tapi Via hanya melawan sedikit perintahnya tanpa ada niat kabur dari rumah.


"Aku bangga memiliki mu sayang" batin Derson.


"Semoga saja mereka diberi jalan untuk bersatu kembali dan hidup bahagia".


"Amin" jawab Marry.


Tanpa mereka sadari mobil itu ternyata sudah sampai diperkarangan kediaman Mawar, Derson langsung turun dari mobil dan duluan masuk.


Via dan Marry menunggu Amelia yang baru turun dari motor scoopynya.


"Ayok masuk kedalam" ajak Via saat amelia sudah menghampiri mereka.


"Suami kamu kemana Via?" tanya Amelia.


"Dia sudah duluan masuk, kenapa?" tanya Via.


Mereka bertiga masuk kedalam rumah ternyata disana sudah ada Lily dan suaminya, Mawar, Alfi dan juga Jhosua ada disana jangan lupakan saat ini Derson bergelut manja dipundak sang mama seperti anak kecil.


Marry dan Amelia menyalam semua orang yang ada disana, tidak lupa Mawar dan Marry saling cipika-cipiki karena baru bertemu setelah sekian lama.


"Baru kelihatan sekarang, dimana aja selama ini?" tanya Marry.


"Aku tinggal dirumah ini selama aku menikah lebih dari 15 tahunan, malah aku yang tidak pernah melihatmu".


"Kami pindah rumah dan baru hari ini baru bisa bertemu lagi denganmu, dulu kita berteman tapi sekarang tanpa kita duga keponakan ku dan anak mu menjadi pasangan sumai istri membuat kita jadi keluarga sekarang".


"Aku juga tidak menyangka kalau Via ini keponakan mu, aku baru tau tadi saat Derson meceritkan kalau kamu tantenya Via".


Lily dan Via datang dari dapur membawa minuman dan juga cemilan, sambil mengobrol satu sama lain mereka menikmati makanan dam minuman terlebih dahulu sebelum makan siang.

__ADS_1


Saat ini kondisi rumah Mawar seperti ada acara keluarga karena mereka kumpul sampai 9 orang, setelah selesai kini para perempuan pergi kedapur untuk memesak hidangan siang ini yang menjadi kokinya adalah Lily dan dibantu oleh Amelia.


Sedangkan Marry, Mawar dan Via hanya ikut bantu-bantu saja, seperti mengupas bawang memotor daging dan memotong sayur-sayuran, kelima perempuan itu bekerja sama bagaikan tim yang sedang ikut lomba.


Amelia dan Lily yang sudah kenal sebelumnya membuat mereka sedikit lebih mudah untuk menjadi akbrab.


"Sayang berapa usia kandungan kamu sekarang? apa kamu sering ngidam yang aneh-aneh sayang? kalau kamu pengen sesuatu jangan enggan untuk memberitahu kepada Derson" ucap Mawar.


"Hehe sering mah, mau tengah malam aku pengen makan sesuatu dan membangunkan derson membeli makanan mengelilingi kota karena semua penjual hampir semua tutup".


"Hihi... nggak apa-apa Derson tidak pernah mengeluhkan?".


"Nggak kok mah, tapi Derson sering minta hadiah sebagai ucapan terimakasih sama Via" ucap Via dengan polos.


"Ucapan yang seperti apa sayang?".


"Via nggak tau seperti apa yang diminta derson, yaudah Via kasih aja jatahnya suami setiap minta hadiah. dia nggak nolak dan minta yang lain lagi".


"Nggak apa-apa toh halal kok sayang, kamu senang derson pun senang. itu membuat rumah tangga makin erat karena istri bisa memberi setiap suami minta".


"Hehe Via juga suka kok mah, malah Via sering minta duluan".


"Untung disini udah pada ngerasain itu, kalau nggak udah aku jamin yang belum pernah ngerasain minta dikawani sekarang juga,saat kalian bahas begituan" ucap Lily yang dari tadi fokus memasak.


"Hahahha" semua oramg didalam dapur itu tertawa lepas termasuk Amelia walau hanya sekali ia juga sudah merasakan hal itu.


"Kok aku membayangkan laki-laki sialan itu sih?" batin Amelia langsung mengingat pergumulan mereka dengan Davis walau sakit dan sedih saat ia dipaksa Davis, tidak dapat dipungkiri kalau ia juga merasakan sedikit kenikmatan.


"Kok pengen ku jambak tu laki-laki mengganggu pikiran ku saja" batin Amelia mengomel dalam hatinya.


Amelia jadi tidak fokus membantu Lily, ia merasa resah, gundah bercampur aduk menjadi satu, ia malah memikirkan terus wajah Davis yang mengesalkan itu.


"Via kamu bantu Lily dulu ya aku mau ketoilet bentar" ucap Amelia lalu ia pergi ke kamar mandi umum yang ada di rumah Mawar untuk membasuh wajahnya.

__ADS_1


🌛🌛🌛


Jangan lupa dukung ya, dengan tinggalkan jejak kalian dengan like, komen, favorite, vote, kasih hadiah mawarnya juga, kalau suka bintang 5nya juga boleh.


__ADS_2