MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 109


__ADS_3

🌛🌛🌛


Via kesal lalu berjalan menuruni anak tangga ia ingin menemui Lily biar Lily yang menelfon James dulu supaya Via bisa bicara dengan Derson lewat hp Lily.


"Lily kamu telfon hp james dulu ya soalnya aku telfon hp derson nggak aktif!" seru Via.


"Hmm... tunggu biar aku telfon ya kak".


Lily langsung menelfon nomor James tapi tidak langsung diangkat, dalam telfonan ke tiga telfon itu diangkat oleh James dengan suara lirih seperti menahan sakit.


"Kakak kenapa?".


"Lily suruh beberapa orang dari rumah ke jl.kimo pas turunan curam itu, mobil yang kami Kendarai kecelakaan".


"Apa mobil kalian kecelakaan? iya kak kami langsung kesana" ucap Lily dengan buru-buru dan langsung berlari kedepan rumah disana semua pelayan rumah sedang mengobrol.


"Pak cepat bawa bebrapa mobil kita ke jl. kimo mobil kak Derson dan James kecelakaan" ucap Lily dengan panik. Via datang dari belakang Lily sudah dua kali mendengar kata kecelakaan kini apa yang ia pikirkan ternyata benar.


"Lily apa mereka baik-baik saja?" tanya Via ikut panik.


"Aku tidak tau kak, sekarang aku mau kesana kaka dirumah saja ya".


"Nggak.. aku mau ikut aku juga mau lihat keadaan Derson".


"Baiklah kak ayok kak itu mobil sudah siap" seru Lily sambil menunjukkan mobil yang sudah berderet didepan mereka sekitar 5 mobil dan dipenuhi beberapa pelayan rumah yang akan melihat keadaan Derson dan James.


Via dan Lily sudah masuk kedalam mobil, saat ini mereka sangat panik dan untuk menangis pun rasanya nggak kuat lagi apalagi Via ia sangat terpukul dengan berita ini sudah dari kemarin ia melarang Derson untuk pergi.


Sesampainya di jl.kimo dekat turunan curam itu mobil yang mereka naiki berhenti, ternyata disana sudah ada banyak orang termasuk polisi sepertinya mereka sedang mencari orang ada dalam kecelakaan itu.


"Pak dimana orang yang kecelakaan itu?" tanya Lily kepada salah satu polisi.


"Kami sudah menemukan salah satu dari mereka tapi sudah kami amankan dirumah sakit, sedangkan yang lainnya belum bisa kami temukan spertinya sudah jatuh kejurang paling bawah takutnya terbawa arus air deras yang ada dibawah.

__ADS_1


Deg......


Via dan Lily merasa seluruh raga dan jiwanya merasa hancur, mereka sangat terpukul mendengar berita ini, Via sudah mendunga kalau yang sudah ketemu itu adalah James karena James masih sempat mengangkat telfonnya tadi.


"Hiks... hiks.... tolong selamatkan suami saya pak, segera kerahkan timsar untuk mencari suami saya, saya sedang hamil nggak mungkin saya melahirkan tanpa suami" pinta Via dengan lirih kini ia sudah bersimpuh di aspal.


"Kak berdiri dulu, kita berdoa saja semoga kakak bisa diselamatkan".


Cek...


Cek...


Hate polisi didepan Via berbunyi Via dan Lily mendengar jelas kalau salah satu orang dari kecelakaan mobil itu sudah ditemukan tapi sudah meninggal dunia karena kepalanya terbentur kuat kebatu.


"Semoga saja itu buka Derson" ucap via dengan Lirih.


"Segera bawa ke atas dan cepat lanjutkan pencarian" seru polisi itu, ternyata orang dibawah sana adalah anggota dari timsar.


Dalam 20 menit sebagian dari timsar membawa mayat dari bawah jurang, Via dan Lily langsung mengecek ternyata bukan Derson, Dia adalah supir yang membawa mereka.


"Lily kamu bawa Via pulang dulu sudah malam, mama yang akan menunggu kakak mu disini" ucap Mawar yang sudah ada disana 3 jam yang lalu.


"Via nunggu disini aja mah, Via nggak mau ninggalin Derson hiks... hiks..." rasanya Via tidak sanggup meninggalkan suaminya dibawah sana yang belum ditemukan jejaknya sama sekali.


"Sayang ini demi anak kamu dan Derson kamu pulang dulu ya" bujuk Mawar.


"Ayok kak, kita pulang dulu. habis itu aku mau kerumah sakit melihat keadaan kak James" seru Lily yang dari tadi pagi ia belum melihat kondisi suaminya itu hanya pelayan yang menemani James dirumah sakit.


Akhirnya Via dan Lily kembali kerumah dengan berat hati Via meninggalkan lokasi kejadian itu.


"Sayang kamu harus kuat kamu harus kembali kepada ku dengan keadaan baik-baik saja, kalau nggak aku tidak akan memaafkan mu" batin Via sambil menghapus air matanya.


Lily kembali pergi kerumah sakit setelah memastikan Via sampai dikamar dan tidur, Lily juga sudah mengatakan kepada pelayan untuk menjaga Via dengan benar.

__ADS_1


Sesampainya dirumah sakit Lily langsung berjalan kekamar VIV tempat suaminya dirawat, pemandangan pertama yang Ia lihat adalah wajah pucat James dan juga beberapa perban kepala dan tangannya.


"Kak...." Lily langsung berlari menghampiri James yang sedang berbaring tapi belum tidur.


"Kalian berdua kok jahat banget sih, kenapa kalian bisa mengalami kecelakaan dan sampai sekarang kakak belum ditemukan?".


"Sayang maafkan aku, aku tidak tau kenapa ini bisa terjadi dan maaf juga kakak belum bisa menyematkan kakak mu dan supir, saat mobil itu masih tersakut di kayu, kakak hanya sampat menyematkan diri kakak, habis itu mobil langsung jatuh lagi kedalam jurang itu".


"Hiks... hiks kalian jahat" ucap Lily sambil menangis, rasanya ia tidak sanggup jika harus kehilangan kakak kesayangannya itu.


"Maaf...." hanya itu yang mampu James ucapkam kepada istri kecilnya itu.


Malam ini Lily menginap dirumah sakit menemani James dan saat matahari sudah mulai terbit ia kembali pergi, ia ingin tau keadaan kakaknya seperti apa, apa sudah ditemukan atau belum.


"Kak aku pergi ya, nanti malam aku kesini lagi" ucap Lily sambil memegang wajah James yang saat ini tidak mulut lagi karena ada beberapa goresan disana.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya".


Lily kembali kerumah Derson Ia ingin mandi dulu baru Ia kembali ketempat kejadian kemarin, saat Ia sampai ternyata Mawar dan suaminya ada disana sepertinya mereka menginap dirumah Derson.


"Bagaimana mah? apa kak Derson sudah ditemukan?" tanya Lily saat sudah sampai dihadapan Mawar dan Alfi.


"Belum, kami akan kembali lagi kesana Via juga sudah merengek ingin segera kesana ia merindukan suaminya malam ini ia begitu terpukul sampai-sampai ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Yaudah Lily mandi sebentar mah, hanya 10 menit kita berangkat bareng" ucap Lily lalu Ia berlari menuju lantai dua untuk mandi.


*****


Mereka semua naik kedalam mobil dan berangkat bareng, Mawar duduk disamping kemudi karena Alfi yang menjadi supir disini, sedangkan Via dan Lily duduk di kursi belakang.


Mulai masuk kedalam mobil Via tidak henti-hentinya menghapus air matanya yang selalu bercucuran yang tidak bisa ia tahan, kini mata itu terlihat sayu namun bengkak karena sering menangis.


🌛🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan tinggalkan jejak ya.


__ADS_2