
🌛🌛🌛
Derson memepercepat putaran CCTV itu karena tidak ada gerak-gerik mencurigakan, lalu matanta tertuju pada rekaman CCTV sebelum ia pergi ke desa, entah mengapa ia ingin sekali melihat rekaman CCTV Itu.
Cukup lama Derson memandanginya tapi tidak ada apa-apa selain dari pada mobil yang terparkir rapi. Derson ingin segera menutup rekaman itu tapi dihentikannya saat melihat ada seorang laki-laki mendekati mobil itu.
Derson menghentikan rekaman itu dan memperbesarnya supaya ia bisa melihat dengan jelas siapa yang ada disana.
"Inikan situa bangka itu, ngapain ia kesini? bukankah ini parkiran khusus untukku dan James dan kalau dilihat dari tanggalnya ini dia sudah keluar dari penjara ngapain ia kesini?" batin Derson bertanya-tanya lalu melanjutkan kembali menonton vidio itu.
Derson dapat melihat dengan jelas kalau Harry masuk kekolong mobil itu, beberapa saat ia keluar dengan memegang tang ditangannya.
Derson mulai menggertakkan giginya hingga terdengar bunyi gigi itu saling beradu, ia baru tau kalau Harry lah yang menyebabkan ia kecelakaan hampir meninggal dunia.
"Ternyata kamu dalang dari semua ini, tidak akan pernah kumaafkan orang seperti kau si*lan" ucap Derson dengan kuat hingga kedua wanita yang ada dikamar itu terbangun.
Oe... oe.... baby Davi terkejut mendengar suara daddy-nya yang kuat dan kencang itu. begitu juga dengan Via ia langsung bangun dari tidurnya dan langsung duduk.
"Shu... shu... " Derson langsung menghampiri baby Devi dan mengggedongnya supaya ia tenang dan tidur kembali.
"Maafkan daddy ya membuatmu terbangun" ucap Derson ia menimang-nimang baby Devi dengan sabar tapi tidak kuncung diam ia malah terus menangis.
"Daddy bawa sini biar aku yang tidurkan baby Devi" ucap Via saat mendengar anaknya belum juga diam dan malah menangis makin kencang.
"Anak mommy terkejut ya, nanti mommy cubit daddynya ya berani ganggu Devi" ucap Via sambil meminta Devi dari tangan Derson. Via langsung memmbuka kancing baju tidurnya dan memberi Devi ASI supaya bisa diam dan tidur kembali, biasanya kalau anak kecik kalau nangis obatnya hanya ada satu yaitu Nen*n.
Tidak menunggu lama baby Devi kembali tidur dengan nyenyak, setelah memastikan Devi tidur nyenyak Via meletakkannya disamping dirinya lalu ia bergerak dan menarik tangan Derson ke sofa.
"Ada apa daddy kok teriak tadi? ada masalah ya?" tanya Via dengan tenang.
"Mommy sayang aku baru tau ternyata ulah Harry yang membuat kami kecelakaan waktu itu".
"Daddy tau dari mana, ada buktinya?" tanya Via heran karena hal ini sudah dilupakan mereka.
"Ada kok rekaman CCTV kalau Harry masuk kekolong mobilku dan memegang tang, dia memotong kabel rem dimobil tapi oas pualng kerja karena kami jalan dengan pelan-pelan dan tidak ada turunan mobil itu masih berfungsi dlsedikit lagi. mungkin kami kecelkaaan karena pas turunan jadi remnya nggak berfungsi lagi" seru Derson mencoba untuk tenang.
__ADS_1
"Astaga... paman kok tega banget sih sama kita" ucap Via prutasi sambil memegang keningnya.
"Aku tidak akan memaafkannya walaupun ia paman mu, dari dulu aku tidak suka sifatnya, tapi aku tahan dan kali ini aku tidak bisa menahannya lagi".
"Terserah padamu saja, mau bicara pun aku tidak bisa Ded, dia pamanku tapi perbuatannya hampir membuat ku gila, supir kita sampai meninggal dunia, dan ini sangat fatal" jawab Via pasrah dengan apa yang dijelas oleh Derson.
"Besok pagi aku akan kekantor polisi untuk menyerahkan bukti ini, untuk diselidiki lebih lanjut. sekarang kita tidur ya pasti kamu terganggu ya..... maafkan aku Mommy sayang" ucap Derson sambil mencium tangan Via yang ia gemgam dari tadi.
"Iya aku ngantuk banget sayang".
Derson dengan refleks memgangkat tubuh Via dan dibawanya kekasur.
"Kenapa digendong dad? padahal aku bisa jalan sendiri?".
"Supaya mommy ku sayang ini tidak marah karena aku mengganggu tidurnya" goda Derson.
"Istrimu ini kan lemah lembut dad, nggak gampang marah seperti daddy".
"Hehehe" Derson hanya jengengesan mendengar ucapan Via, karena apa yang diucapakan Via memang sangat benar.
****
"Daddy kamu kok cepat banget bangunnya" ucap Via ketika bangun pagi Derson sudah mandi pagi.
"Pekerjaan dikantor banyak Mom, dan pagi ini aku ingin cepat menyelesaikan masalah masalah Harry. biar aku lebih tenang dalam bekerja" jawab Derson sambil mengambil bajunya dari lemari dan ia gunakan.
Via datang ingin mengambilkan celana dan dasi untuk Derson tapi Derson melarangnya.
"mommy kamu mandi aja, mumpung baby Devi masih tidur, biar aku ambilkan sendiri pakaianku" ucap Derson.
"Baiklah dad makasih".
"Untuk apa mom?".
"Untuk pengertian daddy sama mommy".
__ADS_1
"Sama-sama mommy, udah sana mandi cepat".
Setelah semua selesai Derson langsung berangkat kekantor polisi dan pastinya setelah berpamitan kepada ibu dan bapaknya dan terkhusus istrinya,saat ini Derson sudah didalam mobil duduk dengan tenang.
Sesampainya dikantor polisi Derson langsung menyerahkan vidio itu dan ia berpesan supaya masalah ini cepat selesai,karena ia tidak mau menunggu terlalu lama.
Derson kembali kekantor untuk bekerja sesampainya dikantor ia malah bertemu dengan orang yang paling ia benci yaitu Harry. laki-laki itu sok ramah dan menunjukkan wajah pura-pura baiknya didepan Derson.
"Derson aku mau bicara, apa kamu punya waktu?".
"Saya tidak punya waktu, kalau ada sesuatu katakan sekarang".
"Saya minta maaf selama ini tidak berlaku baik padamu".
"Trus?" potong Derson.
"Tolong berikan saya pekerjaan lagi, saya tidak terlalu suka keuangan saya diataur oleh orang lain apalagi ia adalah memantu saya".
"Haha masih syukur masih dikasih uang, seharusnya dikasir racun aja biar anda mati sekalian" ucap Derson dengan sinis lalu pergi meninggalkan Harry.
"Dasar s*alan kenapa sih kamu nggak mati aja waktu itu" batin Harry merasa marah dan muak kepada Derson karena Derson tidak pernah berlaku baik padanya, Harry pergi meninggalkan kantor itu dengan kesal, dan kembali kerumahnya, lebih tepatnya rumah Davis dan Amelia.
Sesampainya dirumah Harry malah marah-marah apapun yang dikerjakan Marry selalu salah dimatanya.
"Kamu bisa hati-hati nggak sih?" omel Derson saat Marry membawa kopi untuknya.
"Kamu kenapa sih marah-marah nggak jelas" omel Marry kembali.
"Aku kesal dengan Derson aku minta pekerjaan padanya tapi ia malah menyumpahiku, kenapa nggak mati aja ia dulu, malas aku lihat wajahnya yang sok kaya itu".
"Kamu ngomong apa sih, semua orang bahagia ia bisa kembali kamu malah sewot ingin dia mati, apa jangan-jangan kamu yang dalang dari kecelakaan itu?" tuduh Marry.
"Nggak mungkin aku lah, kamu jangan mengada-ngada" ucap Harry berbohong.
🌛🌛🌛
__ADS_1
Jangan lupa vote ya.
dan mohon jangan membuly atau mrmbandingkan sama kapak orang lain makasih yang sudah bijak dalam berkomentar 😘😘😘