MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 66


__ADS_3

🌛🌛🌛


Setelah selesai menghabiskan makannya Derson meletakkam kbali piring kosong itu diatas meja lalu meminum air putih memutup makan malam itu.


Setelah menunggu 15 menit Derson mengajak Via untuk tidur, setelah memastikan Via tidur dengan nyenyak Derson bangkit dari dari kasur menuju sofa untuk melanjutkan pekerjaannya.


Derson kembali memangku latope itu tidak lupa Derson memakai kaca mata lensa itu hingga membuatnya terlihat lebih dewasa, dan juga berkarisma.


Derson mulai memeriksa beberapa berkas, Derson sengaja mengejar semua tugas dikantor agar dia bisa pergi minggu depan dengan tenang untuk berlibur.


Setelah membaca sekitar 10 laporan dari berbagai divisi, Derson mematikan latopenya lalu membuka kaca matanya kembali, dan meninggalkan latope itu dimeja.


Derson berjalan kearah kasur rasanya malam ini dia begitu lelah setelah seharian kerja ditambah lagi harus lembur, Derson merebahkan badannya disamping Via tidak lupa Derson memeluk tubuh mungil itu setelah masuk kedalam selimut.


Karena mata Derson sudah 5 watt tidak menunggu lama Derson sudah terlelap dalam tidurnya hingga pagi menjelang.


🌛🌛🌛


Dikediaman Harry dan Marry pagi ini terjadi percekcokan antara Harry, Marry dan juga Amelia. Harry yang mempunyai banyak utang kekeh ingin menjual rumah itu dan akan membeli rumah yang lebih kecil tapi di tolak oleh Marry dan juga Amelia.


"Dimana rasa tanggung jawab papa? kalau sampai rumah ini dijual hanya untuk membayar hutang-hutang yang tidak jelas?" teriak Amelia tidak terima.


"Apa kamu mau lihat papa lebih dari ini, lihat wajah papa sudah dijahar oleh anak buah teman papa" Harry menunjukkan lebab di wajahnya akibat tidak mebayar utang kepada temannya dan lebih tepatnya teman berjudi.


"Papa bisa pinjam dari kantor tempat papa kerja kan? nggak harus jual rumah ini?".


"Papa sudah coba Amelia, apapun yang kamu katakan keputusan papa sudah bulat rumah ini harus dijual" ucap Harry lalu segera pergi dari hadapan Marry dan Amelia yang sudah duduk lemas diatas sofa.


"Bagaimana ini mah, aku nggak mau kalau harus pindah dari rumah ini, selama ini aku tidak masalah mencukupi kebutuhan kita sehari-hari, tapi aku keberatan kalau harta kita satu-satunya tempat kita berteduh di jual papa".


"Maafkan mama sayang, mama tidak bisa berbuat apa-apa lagi".


Kedua wanita itu saling diam sambil merenungi nasib mereka yang makin hari makin suram ulah dari Harry.


Tidak mau larut dalam kesedihan Amelia bangkit dari duduknya menuju kamar untuk mengambil tas selempangnya, tujuan Amelia kali ini adalah kerumah Aderson untuk meminta belas kasihan dari Via.


"Cuman ini jalan satu-satunya supaya rumah itu tidak dijual oleh papa" batin Amelia lalu berjalan kearah Marry untuk pamit pergi.


"Mah... Amelia pergi dulu mama jangan lupa makan dan minum obat ya! Amelia ada kerjaan sikit" ucap Amelia sambil menyalam tangan Marry.

__ADS_1


Amelia berjalan kearah garasi dimana scopy terparkir, dengan elegan Amelia menaiki scopy itu dan mulai menjalankannya dan tidak lupa Amelia memakai helmnya untuk melindungi diri.


Sesampainya didepan rumah megah itu Amelia memencet bell rumah Aderson, karena penjaga rumah itu mengenali Amelia maka Amelia bisa masuk dengan mudah.


Amelia mulai masuk kedalam rumah dan bertemu pelayan rumah sedang bersih-bersih diruangan tamu.


"Pak boleh panggilkan Via? saya ada keperluan dengannya" ucap Amelia dengan sopan.


"Baik non,akan saya panggilkan".


Sebenarnya sifat Amelia tidak jauh dari mamanya Marry tapi kadang-kadang dia merasa iri dengan kehidupan Via yang sudah hidup bahagia yang dikelilingi dengan kemewahan, hingga timbul niat Amelia untuk mendekati Derson.


Via turun dari lantai dua dan langsung menghampiri Amelia yang sedang menunggunya diruang tamu.


"Ada apa pagi-pagi datang kesini?" tanya Via sambil mendudukan badannya diatas sofa tepat disamping Amelia.


"Via kamu kan tau kalau papa sedang banyak utang, dan papa rencananya mau menjual rumah, aku ingin meminjam uang padamu untuk melunasi utang papa".


"Amelia bukannya aku tidak mau memberi mu pinjaman, tapi aku tidak memiliki uang yang cukup banyak".


"Aku mohon tolong bicarakan ini dengan suami mu aku akan melunasinya, kalau perlu jadi pelayan dirumah mu ini aku mau asalkan rumah mama dan papa satu-satunya terjual" ucap Amelia dengan lirih membuat Via tidak tega bagaimana pun sifat Harry padanya tapi Marry dan Amelia selama ini sangat baik padanya.


"Kamu minum dulu coklat hangatnya keburu dingin! aku akan mencoba bicarakan masalah ini dengan Derson. habis ini kamu boleh pulang aku akan langsung kekantor Derson pagi ini".


"Terimakasih ya tumpangannya, kamu boleh pulang dulu jaga tante Marry aku akan bicara sama Derson nanti malam aku akan mengabari mu".


Via mulai berjalan masuki kantor itu dan menaiki lift untuk mengantarkannya dilantai paling atas tepatnya diruangan Derson.


Klek.....


Via membuka pintu ruangan Derson tapi ruangan itu kosong sepertinya pemilik ruangan lagi keluar. Via memutuskan menunggu Derson diruangan itu tapi tiba-tiba Via ingin buang air kecil lalu pergi kekamar mandi.


Via masuk kamar mandi berketepatan Derson dan James masuk keruangan Derson.


"Semua pertemuan-pertemuan kita dengan klien percepat dalam minggu ini semuanya, saya ingin pergi liburan dengan tenang tanpa diganggu oleh pekerjaan".


"Tapi sepertinya kalau dikejar otomatis setiap malam kita akan lembur terus boss, siangnya peretemuan dengan klien malamnya memeriksa laporan-laporan dari perusaan".


"Tidak masalah jika lembur yang penting minggu depan aku bisa liburan dengan tenang bersama istriku, aku ingin membahagiakan dia sedikit saja selama ini aku hanya bisa menyakitinya".

__ADS_1


Semua percakapan mereka didengar oleh Via tidak ada yang tertinggal sedikit pun yang tidak didengar oleh Via.


"Sebesar itukah kamu menyayangi ku? sampai kamu paksakan pekerjaan mu. dengan sikap lembutmu yang saat ini aku rasakan sudah lebih dari cukup" batin Via.


Via keluar dari kamar mandi setelah James pergi dari ruangan itu hingga yang tertinggal hanya Derson seorang diri.


"Sayang.. " panggil Via dengan lembut, Derson langsung menoleh saat mendengar suara istrinya yang selalu ia rindukan walau hanya berpisah dalam hitungan jam.


"Kapan kamu disini sayang?".


"Sudah dari tadi sayang".


"Ada apa kamu datang kekantor ku biasanya aku ajak pun kamu malas ikut kekantor?".


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu sayang dan ini sangat penting, ini masalah paman Harry".


"Kenapa lagi dengan tua bangka itu?".


"Dia ingin menjual rumah satu-satunya milik mereka".


"Terus...?" tanya Derson.


"Amelia ingin meminjam uang kepada kita, aku kasihan melihat Amelia selama ini amelia juga sudah berkorban untuk keluarga".


"Sayang itu bukan lagi urusan kita, itu urusan keluarga mereka. apa kamu tidak ingat betapa teganya paman mu itu menyerahkan mu kepadaku yang jelas-jelas aku bukan orang baik".


🌛🌛🌛


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Favorit


Hadiah mawar yang mekar

__ADS_1


Dan juga bintang 5nya kalau suka cerita ini.


Makasih ❤❤❤❤


__ADS_2