MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 76


__ADS_3

Pagi ini Lily sudah sibuk menyusun baju-bajunya kedalam koper, Lily hanya menyisakan beberapa baju dilemari untuk ia pakai ketika berkunjung kerumah ini, mulai dari baju-baju sepatu dan juga tas-tas branded yang ia punya dan tidak lupa juga membawa semua alat make yang ia punya.


Sama halnya dengan James saat ini dia sibuk mengeluarkan baju-bajunya dari lemari, dan diletakkan dilantai yang sudah dilapisi dengan karpet bulu.


James baru memulai menyusun bajunya karena dari tadi James hanya bersantai sambil ngerokok dibalkon kamar.


"Lily kalau kamu sudah siap bantu kakak ya" seru James sambil tangannya bekerja mengeluarkan baju dari lemari.


"Achhh malas habis ini Lily mau bersantai, dari tadi kakak bersantai seperti tidak ada beban dan habis ini giliran ku untuk bersantai sebentar" ucap Lily sambil mendirikan kopernya dan mendorongnya ketempatan koper yang sudah berisi dengan barang-barang milik Lily.


"Perhitungan banget sih, nanti dirumah baru jangan ikut kekamarku iya. kamu tidur dikamar tamu aja kalau nggak dikamar pembantu" ancam James dan seketika Lily langsung mendekat kearah James dan menampar bahu James dengan pelan.


"Kalau tidur terpisah, apa kakak tidak rindu dengan sentuhan manja ku?" goda Lily.


"Nggak.... yang ada kamu yang rindu sentuhan ku buktinya kamu yang selalu memintaku menyentuhmu" ucap James lagi.


"Ok fine, aku nggak jadi ikut. aku tinggal disini aja" ancam Lily balik.


"Ok nggak masalah".


"Kakak......." teriak Lily dengan kuat suaranya sampai memenuhi ruangan itu sampai-sampai James menutup telinganya.


"Aku sumpahin kakak bakal bucin sama ku dan tidak mau kehilangan ku" ucap Lily merajuk lalu pergi kekasur membaringkan badannya yang sudah mulai lelah.


James mengikuti langkah Lily kekasur dan memeluk Lily dengan gemas sampai lily merasa sesak.


"Sayang bantu suami mu ini untuk menyiapkan semua barangnya" ucap James sambil mengedip-ngedipkan matanya seperti oppa-oppa korea terlihat sangat imut walau biasanga terlihat dingin jika bertemu orang baru.


"Coba katakan kata-kata romantis untukku biar ku bantu" seru Lily tidak mau kalah.


"Istriku yang sangat baik dan cantik dan paling cantik sedunia dan yang paling aku sayangi, batu suami mu ini ya" ucap james yang kini memegang tangan Lily dan hendak diciumnya tapi Lily langsung menariknya.


"Kalau cuman disayangi aku nggak mau, itu masih kurang".


"Istri kecilku yang paling aku cintai" tambah James lagi membuat Lily merasa senang.

__ADS_1


"Berarti kakak cinta sama Lily?".


"Nggak..... kan kamu yang suruh" ucap James dan langsung pergi dari hadapan Lily jangan sampai perempuan satu itu mengamuk lagi.


Pekerjaan mereka berdua baru selesai ketika hari sudah mulai sore, itu karena keduanya lebih banyak berdebat saat bekerja.


Didalam kamar sudah lebih dari 10 koper, dan teryata James tidak bisa membawa barangnya keseluruhan karena koper sudah terisi penuh.


James dan Lily sama-sama menjatuhkan badannya diatas kasur dan merentangkan tangannya lalu keduanya tertawa bersama.


"Kak buatkan cappucino dingin dong" ucap Lily tapi pandangannya menatap langit-langit kamar.


"Kualat baru tau rasa tu mulut, enak saja nyuruh-nyuruh" omel James.


"Kan aku sudah bantu kakak".


"Tugas istri itu sekalian membantu suami, seperti saat ini kamu membantuku. diluaran sana biasanya suami hanya duduk tenang dan masalah seperti ini istri yang mengerjakan".


"Itu suami durhaka namanya" omel Lily setelah selesai bicara Lily pergi keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air dingin untuk melepaskan dahaga.


Selesai minum bukannya kembali kekamar membawa air untuk suami, Lily malah pergi keruang keluarga dan menonton disana sampai satu jam.


"Mungkin sebentar lagi kak, soalnya kami baru selesai membereskan baju".


"Kenapa nggak suruh pelayan aja yang bereskan?".


"Pelayan dirumah ini semua laki-laki apa kakak lupa? mereka biasanya kurang pandai dalam membereskan baju, dan lagian aku nggak mau mereka membereskan baju ku kecuali tadi pelayannya perempuan".


"Kalau nanti kamu jauh dari kakak jaga diri baik-baik ya, rasanya kakak tidak ingin jauh lagi darimu, dan kalau bisa setiap hari sabtu kamu nginap disini sampai hari minggu ajak James ya" ucap derson layaknya orang tua yang tidak mau jauh dari anaknya.


"Iya kak, lagian Lily sudah menikah sudah punya suami yang bisa jagain Lily, kak James juga orang yang kakak percaya selama ini, jadi sekarang kakak boleh percaya kalau kak James bisa menjaga Lily dengan baik".


Walau mereka hanya pisah rumah di kota yang masih sama rasanya Derson tidak ingin jauh dari adik kesayangannya itu, menurut Derson Lily masihlah anak kecil yang harus dijaga padahal Lily sudah hampir 21 tahun.


Derson memeluk erat tubuh Lily dengan posisi duduk dan setelah itu membelai rambut Lily denga lembut.

__ADS_1


"Ternyata kamu sudah dewasa tapi kakak masih menganggapmu anak kecil yang dulu kakak besarkan dengan penuh kasih sayang walau hidup dengan kesusahan" ucap Derson, tiba-tiba Derson merasa sedih mengingat perjuangannya dari nol hingga bisa sampai sekarang.


"Ihhh kakak ko nangis, padahal Lily hanya pindah rumah saja".


"Walaupun hanya pindah rumah rasanya kali ini lebih jauh dari pada amerika, sekarang kamu sudah punya kehidupan baru bersama keluarga baru mu, semua tentang mu menjadi tanggung jawab James padahal kakak masih ingin lama bersama mu dirumah ini dan selalu mencukupi kebutuhanmu sampai kamu besar".


"Ihhh kak Lily sudah besar, sudah nikah juga".


"Heheh kakak cengeng ya? itu karena kakak sangat menyayangi mu melebihi apapun" ucap Derson lalu menghapus air mata yang ingin jatuh dari pelupuk matanya.


"Makasih kakak, Lily pasti akan ingat semua pengorbanan kakak dari dulu sampai sekarang, kakak adalah sosok mama dan papa untuk Lily walauapun sekarang Lily sudah bisa bertemu kapan saja bersama mama" Lily memeluk tubuh Derson yang tegap itu.


Dari jauh adegan itu dilihat oleh Via, dia sengaja tidak memgganggu momen kakak adik itu, Via memberikan waktu kepada Derson untuk memeluk sang adik, Via juga melihat wajah galau dan gelisah Derson mulai dari kemaren malam dari hal itu Via mengetahui betapa penyanyangnya seorang Derson kepada orang yang sudah dianggap orang penting dalam hidupnya.


Via memutuskan kembali menaiki tangga padahal niatnya tadi mengikuti Derson keruang tamu, ditangga Via bertemu dengan James yang ingin turun.


"Kok naik lagi kak, bukannya kakak baru turun" tanya James.


"Iya tapi aku melihat Lily bersama Derson sedang berbicara serius makanya aku tidak jadi turun" seru Via.


Via kembali menaiki tangga begitu juga dengan James, dia tidak tau kenapa saat Via naik ia juga naik dan masuk kedalam kamarnya.


🌛🌛🌛


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Favorite


Kasih hadiah mawar

__ADS_1


Kalau suka bintang 5nya ya


Makasih ❤❤❤


__ADS_2