
🌛🌛🌛
Dipagi yang cerah ini Amelia sudah siap dengan dandanannya, pagi ini Amelia berniat menemui Derson dikantor Aderson company.
Sesampainya dikantor Aderson company Amelia tidak bisa masuk dengan mudah, dia ditahan dimeja recepsionis karena belum ada janji dengan dengan Derson.
"Mbak katakan kepada tuan Derson saya ini ingin bertemu dan sangat penting".
"Maaf mbak pagi ini tuan Derson dan sekertarisnya sangat sibuk, mohon buat janji dulu dengan beliau biar bisa bertemu" jawab recepsionis itu dengan sopan.
Amelia keras kepala ingin menemui Derson langsung menelfon nomor Via, tapi panggilan pertama sampai ketiga belum juga diangkat oleh Via.
"Suami istri sama-sama menyebalkan" umpat Amelia dalam hati dan ingin mengantongi hpnya kembali tapi diurungakan saat melihat panggilan balik dari Via.
"Hallo Via, tolong katakan kepada suami mu ya aku ingin bertemu dengannya dan sekarang aku ada dikantornya tapi ditahan oleh recepsionis".
"Sebaiknya kamu datang kerumah malam nanti, hari ini sepertinya Derson sangat sibuk" jawab Via dari seberang telfon.
"Baiklah nanti malam aku datang ya, Bye" ucap Amelia dan langsung mematikan telfonya.
Amelia memutar arahnya berbalik dan ingin kembali kerumah tapi pandangannya melihat Derson yang baru turun dari lantai atas, Amelia buru-buru berjalan mendekati Derson dan memanggilnya.
"Tuan...."
"Tuan Derson" panggil Amelia tapi Derson hanya memberi kode lewat tangannya kalau dia sedang sibuk dan seperti mengusir Amelia.
Melihat penolakan dari Derson Amelia sangat marah dan mengepalkan tangannya.
"Awas kamu Derson, akan aku pastikan kamu akan menyesal membuat ku sampai marah begini" batin Amelia dan langsung pergi dari sana.
Derson dan James masuk kedalam mobil mereka ingin bertemu dengan kolega bisnisnya disebuah restoran, didalam mobil derson langsung tertawa karena tadi ia sempat melirik Amelia yang sangat marah padanya.
"Hahaha apa kamu tidak melihat raut wajah anak situa bangka itu?" tanya Derson pada James.
"Aku melihatnya tapi bagi itu tidak lucu" jawab James tanpa ekpresi.
"Ehhh beruang kutub ayo tertawa kenapa wajah mu cemberut seperti itu? apa adik kesayangan ku tidak memberimu jatah?" tanya Derson dengan barbarnya.
"Aku hanya capek tuan Derson yang terhormat, adikmu selalu memberi ku jatah dan dia sangat lihai dalam mengimbangiku, kami sama-sama jago dalam hal itu mungkin kalau kita adu kekuatan mungkin kami yang jadi pemenangnya" jawab James tidak mau kalah.
"Tapi sayang sekali adegan ini tidak diperlombakan tuan James yang terhormat".
"Kalau begitu mari kita diam, hari ini pekerjaan ku berkali-kali lipat akibat situa bangka itu, kamu lagi kenapa nggak urus sendiri surat pembelian rumah itu".
__ADS_1
"Haha yang jadi bosnya siapa aku atau kamu?" tanya Derson.
"Tidak ada yang jadi bos, sekarang adik kesayangan mu sudah jadi istriku jadi kamu tidak lagi jadi bos ku" tolak James.
"Tapi tetap saja kamu adik ipar ku otomatis derajatku lebih tinggi dari pada kamu karena aku yang jadi kakaan".
"Terserah padamu saja" jawab James pasrah.
Mobil mewah itu sudah sampai disatu restoran yang terkenal, saat mereka memasuki restoran itu, pegawai restoran menyambut mereka dengan sopan dan langsung membawa mereka keruangan VIV yang sudah dipesan oleh Derson.
"Mari tuan saya antarkan keruangan yang sudah dipesan" ucap pegawai itu dan tidak lupa menundukkan kepalanya tanda hormat kepada pelanggannya apalagi ini pelanggan VIV dari restoran mereka.
Derson dan James berjalan layaknya seorang pemimpin yang berhati dingin keduanya berjalan tanpa ekspresi namu demikian ketampanan mereka tetap terlihat dimata perempuan.
Sesamapinya mereka diruangan VIV itu Derson dan James langsung duduk dikursi yang telah disedikan, disana sudah ada teman golega mereka sudah menunggu.
Sebelum acara makan dimulai mereka terlebih dahulu membahas bisnis yang akan mereka kembangkan sekitar 2 jam mereka berbicang akhirnya mereka kelar dalam membahas bisnis tersebut dan memutuskan untuk makan.
*****
Jadwal padat setiap hari membuat kedua pria itu kelelahan, setelah pulang kantor keduanya langsung pergi kekamar masing-masing untuk mandi dan istirahat mengingat jam masih menunjukkan pukul 6 sore, dan makan malam sekitar satu jam lagi.
Klek....
"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Via saat mendengar suara langkah kaki mendekat kearahnya.
"Iya sayang baru juga sampai, kenapa nggak didalam saja ngapain disini?".
"Hanya ingin menghirup udara segar sayang, yaudah ayok masuk biar kamu mandi dan istirahat" Via bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Derson mereka berdua sama-sama masuk kekamar.
Derson yang merasa lelah langsung pergi kakamar mandi untuk merilekskan tubuhnya, tidak lupa Via sebagai istri menyiapkan baju untuk Derson.
"Sayang tadi Amelia kirim pesan katanya dia mau datang malam ini" ucap Via saat melihat Derson sudah keluar dari kamar mandi.
"Iya tidak apa-apa sayang, tadi pagi aku melihatnya dikantor tapi karena aku sibuk jadi aku tidak ada berbicara dengannya".
"Yaudah sekarang kamu tanya dia jam berapa datang, soalnya pekerjaanku saat ini masih banyak".
Via langsung menelfon nomor Amelia tapi amelia tidak mengankat telfon itu, akhirnya Via hanya berkirim pesan kepada Amelia.
"Sepertinya dia lagi dijalan atau sedang sibuk, dia tidak mengangkat telefon ku sayang".
"Yaudah kita tunggu saja, sekalian kita makan malam" ucap Derson lalu mengajak Via turun kelantai bawah.
__ADS_1
Derson dan Via menuruni anak tangga mata Via menangkap sosok tubuh Amelia yang sedang duduk diruang tamu sedang berbicara dengan Lily.
"Amelia kamu sudah datang?".
"Iya barusan sampai maaf telfon mu tadi tidak aku angkat karena masih dijalan" seru Amelia.
"Tidak apa-apa ayok duduk dulu" aja Via.
Setelah ketiga orang itu duduk derson langsung berbicara ke intinya, sedangkan Lily sudah pergi dari sana.
"Ada apa sampai repot-repot datang kekantor dan kerumah ku?".
"Aku punya rencana membuat rumah dan akan digunkan untuk buka kost-kostan, tapi hal ini tidak diketahui oleh papa, dan mama minta saran dari tuan dan juga Via" ujar Amelia dengan jujur.
"Kalau masalah itu gampang, kenapa nggak lewat telfon saja?".
"Aku hanya ingin berbicara langsung agar lebih sopan".
"Baiklah saya akan mengurusnya, kalau begitu kamu boleh pergi" usir Derson tanpa perasaan.
"Sayang sudah malam ada baiknya kita aja amelia makan malam dulu" ucap Via yang dari tadi hanya jadi pendengar percakapan mereka.
"Tidak perlu sayang, dia pasti sudah menyiapkan malam dirumahnya".
"Betul kata tuan Derson Via, kalau begitu saya pamit pergi dulu ya, terimakasih" ujar Amelia lalu segera beranjak dari duduknya, apalagi melihat wajah dingin Derson yang ingin memangsanya hidup-hidup.
🌛🌛🌛
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorite
Kasih hadiah mawar juga
Kalau suka jangan lupa kasih bintang 5 nya.
Makasih ❤❤❤.
__ADS_1