
🌛🌛🌛
"Sayang jangan marah, aku takut" ujar Derson saat melihat ekpresi Via.
"Heheheh olah raga gigi sayang" lalu menormalkan kembali giginya yang tadi sempat ia gatupkan dengan kuat.
"Ayok tidur lagi, habis ini aku mau urus perempuan itu" ucap Derson.
Derson dan Via kembali keranjang untuk tidur, Derson sengaja menidurkan Via suapaya dia istirahat yang cukup, setelah memastikan Via tidur Derson bergerak dari ranjang menuju sofa sambil membawa hpnya.
Derson mancari kontak James di hpnya lalu memencet panggil dalam deringan ke 4 panggilan itu sudah diangakat oleh James dengan suara khas baru bangun tidur.
"Hallo".
"James... kamu ada kerjaan lagi malam ini. coba kamu selidiki laki-laki yang aku kirim fotonya dan besok pagi kita akan membahasnya kembali".
"Huftt kamu ini ganggu orang tidur saja" omel James dari seberang telfon.
"Itulah untungnya jadi boss".
"Yaudah aku selidiki dulu ya, bye" James langsung mematikan telfonnya secara sepihak.
Setelah memberikan tugas kepada James Derson kembali melanjutkan tidurnya disamping sang istri, tidak lama kemudia matanya mulai menutup secara berlahan dan terbang ke alam mimpi.
🌛🌛🌛
Setelah siap muntah kebiasaan Via saat bangun tidur ia mengambil hpnya dan menelfon nomor Amelia, ia ingin sekali berbicara dengan perempuan yang sudah berani menggoda suaminya.
"Hallo Amelia" sapa Via sok ramah padahal hatinya kesel.
"Via kamu sudah taukan masalah ku saat ini? aku minta tolong selamatin aku ya, suruh suami mu mejemput ku" ucap Amelia dari seberang telefon.
"Amelia bukannya aku tidak mau membantu mu, tapi kali ini Derson tidak mau membantu mu lagi apalagi menjemput mu dia tidak bisa meninggalkan ku yang sedang ngidam selalu didekat Derson" ucap Via berbohong.
"Kamu tau sendiri kan kalau Derson begitu mencintai ku, dia tidak mau membuat aku terluka" tambah Via lagi, ternyata bumil satu ini nakal juga.
"Via kali ini aja tolong aku" ucap Amelia lirih dia sudah mulai takut karena Via dan Derson tidak bisa menolongnya. padahal tadi malam membayangkan dia dijemput Derson dari sini membuat jiwanya melayang dan pagi ini dia terhempas kebebatuan membuat badannya menjadi remuk.
"Maaf ya Amelia kali ini aku tidak bisa, apa kamu tidak punya pacar yang bisa membantu mu?" sepertinya Via ingin sekali membuat perempuan diseberang sana merasa kesal dan marah.
"Aku tidak punya pacar".
"Kamu sudah tua lho aku aja sebentar lagi punya anak masa kamu pacar aja belum punya?".
__ADS_1
"Via kalau nggak mau nolong jangan gitu cara bicaranya, aku mendengar mu bicara sepertinya senang melihatku menderita" ucap Amelia sudah mulai kesal.
Tut.....
Via langsung mematikan telfonnya saat mendegar Amelia kesal, entah kenapa mood nya jadi baik saat mendengar Amelia kesal.
"Makanya jangan gatal, apa tadi katanya? Derson menjemputnya? hahaha sepertinya dia memang sesikit tidak waras" ucap Via dengan tawanya yang keras.
Derson yang baru datang dari lantai bawah heran mendengar suara tawa Via yang menggema diruangan itu.
"Sayang kamu kenapa?" Derson mendekati Via lalu meletakkan tangannya di dahi Via.
"Kamu nggak sakit, kok tumben tertawa lepas seperti ini?" tanya Derson.
"Hehe aku buat Amelia kesal sayang".
"Nakal juga kamu ya" Derson menarik hidung Via dengan pelan tapi Via merengek dan mengatakan sakit.
"Apa kamu sudah membereskan pak tua yang gatal itu?" tanya Via lagi.
"Sudah, ternyata dia menikah tidak seijin istri pertamanya, jadi aku dan James mengambil jalan mudah saja dengan memberitahu kelakuan situa bangka itu kepada istrinya".
"Bagus kalau begitu, jadi tidak terlihat kalau kita menolong dia".
🌛🌛🌛
"Tamatlah riwayat ku, kenapa sih semua orang pada gila semua?" batin Amelia tidak sadar kalau dia yang ada gila-gilanya.
"Via lagi... banyak gaya kali, kenapa sih dia buat aku tambah kesal, apa dia tidak membujuk suaminya membantuku?".
"Cantik mbak" ucap perias itu membuat Amelia sadar dari lamunannya.
"Achh ia makasih mbak, mbak saya boleh minta tolong nggak".
"Minta tolong apa?".
"tolong selamtin saya dari sini saya tidak mau menikah dengan situa bangka itu".
"Maaf mbak saya tidak bisa".
"Saya bayar deh mbak" tawar Amelia lagi.
"Walaupun dibayar saya tidak bisa" jawaban perias itu membuat Amelia marah dan berbicara dengan keras.
__ADS_1
"Keluar.....kalau tidak mau membantu saya silangkan keluar dari dalam kamar ini" bantak Amelia.
Perias itu keluar dengan senang hati meninggalkan Amelia yang sudah siap di make-up dan siap memakai baju kebaya putihnya.
Amelia mencoba menelfon nomor Amelia tapi tak kunjung diangakat, Amelia menelfon nomor Derson tapi panggilannya malah di tolak oleh Derson.
"Angkat sebentar saja" Amelia mengirim pesan kepada Derson lalu Amelia kembali menelfon nomor Derson lalu diangkat dengan sahutan suara yang dingin.
"Hallo Derson, tolong aku. aku tidak mau menikah".
"Aku tidak bisa, kamu tau nggak gara-gara kamu telfon aku adegan panas ku jadi terjeda, istriku saat ini dibawah kungkungan ku kesal karena aku sedang berhenti" ucap Derson seberang telfon.
"Aku bisa kok memberi mu lebih dari yang Via beri padamu dengan tidur dengan ku asal kamu menolong ku" waw perempuan gila satu ini makin gila.
"Aku bisa menolong mu tapi bukan aku yang tidur dengan mu, tapi semua pelayan dirumah ku, dan sekarang pelayan laki-laki dirumah ku sekitar 50 orang apa kamu sanggup melayani mereka?".
"Kamu gila ya, bisa-bisa aku mati dalam segejap".
"Kalau kamu tau kenapa kamu menawarkan tubuh mu kepadaku, kamu sama sekali bukan level ku" ucap Derson.
Tut....
Panggilan diputuskan oleh Derson membuat Amelia kesal dan melempar hpnya kelantai sampai pecah menjadi beberapa kepingan.
****
Kalau saat ini Amelia sedang kesal, disini Via dan Derson sedang tertawa. saat ini mereka sedang bersantai didekat kolam milik Derson, Via mendengar semua ucapan Amelia kepada suaminya, hal itu membuat Via ingin bermain-main dengan Amelia.
"Kamu dengar sendirikan bagaimana gilanya sepupu mu itu?" tanya Derson sambil meletakkan kembali hpnya di meja.
"Ternyata dia sama seperti paman, tidak tau diuntung ingin sekali aku mengerjainya setiap saat" ucap Via.
"Kalau kamu mau mengerjainy aku akan minta dia dirumah kita selama seminggu, dan kamu pura-pura tidak tau kalau kamu mengetahui kalau dia wanita penggoda" usul Derson.
"Hmm bagus juga itu, besok suruh dia kesini ya sayang" ucap Via sambil merangkul tangan suaminya.
"Kamu bangga nggak punya suami seperti aku?".
"Bangga dong sayang, asal jangan pernah berubah".
"Nggak akan berubah sayang sampai rambut kita memutih dan tua bersama hanya kamu jadi pilihan ku satu-satunya".
"Terimakasih sayang".
__ADS_1
🌛🌛🌛
Gays jangan lupa kasih Vote ya