MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 115


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Selamat siang James, bagaimana kabar mu? sepertinya kamu sedikit tambah langsing" goda Derson.


"Bukan langsing namanya ini, gara-gara kamu tuh aku jadi merana begini".


"Haha aku minta maaf, mulai minggu depan kamu boleh cuti selama 3 bulan biar kita impas, sekalian kamu bulan madu sama tu bocil" ucap Derson menunjuk adik kecilnya yang sedang menggendong dedek bayi.


"Kak sini lihat dedek bayinya cantikkan" Lily mendekati James dan menunjukkan baby itu kepada James.


"Kamu sudah pas jadi mama sayang, sangat cocok" bisik James ditelinga Lily.


"Makanya mulai minggu depan kita harus lembur dan kerja keras lagi kak supaya hasilnya cepar terlihat" jawab Lily dengan berbisik pula.


"Tidak usah bisik-bisik kami mendengar lho" ucap Via yang masih terlentang di tempat tidur rumah sakit.


Lily dan James hanya tersenyum mendengar ucapan Via.


Beberapa saat kemudia Amelia dan Davis juga datang untuk menjenguk baby yang baru lahir, perempuan satu ini pun perutnya sangat besar dan sepertinya ia tidak lama bakal melahirkan juga.


"Via selamat ya kamu sudah punya baby, anak kamu cantik" ucap Amelia setelah melihat wajah baby Devi ditangan Lily.


"Terimakasih ya sudah mau datang, sebentar lagi giliran kamu yang akan melahirkan semoga kalian sehat-sehat terus".


"Amin" jawab Amelia dan Davis barengan.


"Mumpung kita disini semua bagaimana kalau kamu cerita tentang kejadian itu sampai kamu bisa selamat" usul James kepada Derson.


"Tapi janji ya kamu jangan jengeng" goda Derson kepada James.


"Hmm" jawab James dengan cuek.


flassback


Mobil itu terus berputar dan berguling menerjang curang paling dalam stelah satu isi sudah kekuar yaitu James dan kemungkinan James bisa selamat sedangkan supir dan Derson sepertinya sangat mustahil untuk selamat.

__ADS_1


pintu mobil terbuka supir yang ada didalam langsung keluar dan kepalanya tersandung dibatu yang keras itu mengakibatkan meninggal dunia.


Sedangkan Derson keluar dari dalam mobil dan langsung menjebur ke air dan dibawa arus air yang kuat, Derson mencoba pergi ketepi tapi tidak bisa dan akhirnya dibawa arus air itu terus sampai ada satu kayu yang terapung disana dan mungkin belum saat nya Derson meninggalkan didalam air ini. dalam keadaan yang sudah pingsan ternyata Derson dibawa air itu naik keatas kayu itu dan membawanya lagi terus menerus dan tidak tau arahnya kemana.


Dipertengahan jalan ada sebuah akar menahan kayu itu dan akhirnya Derson mendarat hampir ketepi dan kebetulan ada seorang warga yang memancing di air deras itu.


"Astaga ada manusia" ucap warga bernama Tono itu.


Ia mendekati Derson dan memeriksa nadinya ternyata Derson masih hidup.


"Dia masih hidup aku harus membawanya kerumah dia pasti butuh pertolongan" batin Tono lalu menggedong Derson dalam keadaan basah kuyup badan sudah dingin dan juga baju hampir tersobek-sobek.


Sesampainya dirumah Tono langsung memanggil bidan desa karena posisinya saat ini Derson sudah sampai didesa.


Bidan desa itu langsung memeriksa tubuh Derson lalu ia mengehela nafas berat.


"Sepertinya kita harus membawa kerumah sakit terdekat kondisinya sangat buruk ia butuh pertolongan kalau tidak nyawa tidak bisa diselamatkan" ucap bidan desa itu.


"Cepat lakukan sesuatu buk, saya akan menanggung semua biaya anak ini saya yang menemukannya saya harus bertanggung jawab" ucapnya lirih sebenarnya ia bukan orang kaya tapi sepertinya hatinya ingin sekali membatu laki-laki yang ia tidak kenal itu.


"Kalau kita bawa bapak ini kekota biayanya pasti bakal kebih banyak pak, apa bapak bersedia menanggung semuanya?".


"Saya siap.... segera urus saja keberangkatannya" ucap tono dengan sungguh-sungguh.


"Tidak apa-apa jika aku harus menjual tanah ku yang ada didesa untuknya, kasian dia pasti keluarganya sedang menunggu dirinya pulang" batin Tono.


"Baiklah pak, nanti saya bantu bapak membiayainya" ucap bidan desa itu lagi dan akhirnya Derson dibawa kekota untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut.


Selama dirumah sakit Derson ditangani tapi keadaannya sedang koma, selama dua bulan ia koma dan dibiayai Tono dan bidan desa yang menolongnya.


"Sudah hampir 2 bulan kita merawatnya, tapi masih belum ada perkembangan, apa yang akan kita lakukan selanjutnya pak, saya sudah angkat tangan uang dalam tabungan saya sudah hampir habis" ucap bidan desa itu sudah mulai pasrah.


"Saya juga tidak tau buk, semua tanah dikampung sudah saya jual dan sekarang sisa rumah saya kalau itu saya jual apa yabg menjadi tempat tinggal saya dengan anak dan istri saya" ucap Tono mulai prutasi.


Mereka berdua sepertinya frutasi untuk melanjutkan pengobatan Derson atau mengehentikannya, keduanya saling memegang kepala yang sudah mulai bingung.

__ADS_1


"Begini saja pak seminggu lagi kita tunggu dia sadar dari komanya, uang saya masih cukup dalam waktu seminggu, tapi kalau dalam seminggu ini bapak itu tidak sadarkan diri dari komanya saya angkat tangan" ucap bidan desa itu memberi saran.


"Baiklah saya setuju" ucap Tono.


Malam ini diruangan tempat derson dirawat Tono dan istrinya menjaga Derson yang sedang koma, spertinya Derson masih betah dalam komanya.


"Sayang.... hiks....hiks.... kamu kenapa lama pulang? aku merindukanmu" ucap Via sambil menangis.


"Sayang maafkan aku telah lama meninggalkanmu dan baru datang menemuimu" ucap Derson memeluk Via yang sangat rapuh itu tapi ia tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas.


"Hiks... hiks.... kamu jahat aku benci kamu" teriak Via sambil berlari meninggalkan Derson.


"Sayang....." panggil Derson dengan sekuat tenaganya karena Via makin mejauh.


"Sayang...... "air mata Derson jatuh dari matanya saat orang yang ia cintai pergi meninggalkannya.


"Sayang" suara itu keluar dari mulut Derson dari mulutnya dengan mata yang masih terpejam diatas ranjang rumah sakit.


"Pak dia sudah sadar panggil dokter" ucap istri Tono.


Tono langsung berlari memanggil dokter dan memberi tahu tentang keadaan Derson saat ini yang sudah berbicara tapi matanya masih tertutup.


"Nak kamu sudah sadar?" tanya Istri Tono bernama Rika. Rika dapat melihat air mata Derson keluar dari matanya sepertinya didalam komanya ia menangis.


"Kalian siapa? aku lagi dimana?" tanya Derson sambil memegangi kepalanya yang sedang sakit.


"Kamu dirumah sakit sudah koma selama 2 bulan lebih" ucap Rika.


Tono dan dokter itu masuk berbarengan, dokter itu langsung memeriksa Derson ia lalu tersenyum setelah selesai memeriksa Derson.


"Perkembangannya sangat drastis, ia sudah sembuh dari komanya dan sekarang tinggal pemulihan" ucap dokter itu.


"Maaf saya lancang, apa nama bapak Aderson? pengusaha terkenal itu?" tanya dokter dan di jawab gelengen kepala oleh Derson.


🌛🌛🌛

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2