
🌛🌛🌛
"Ada apa malam-malam begini mengetuk pintu pak?" tanya Via.
"Aku bukan bapak mu aku suami Aderson, kenapa tidur disisni?" mendengar ucapan Derson membuat Via membuka matanya lebar-lebar berusaha mengumpulkan kesadarannya.
"Astaga... maaf aku tidak terlalu memperhatikan mu, kapan kamu sampai?" tanya Via sambil menutup pintu milik Chloe berjalan mendekati Derson.
"Barusan dan aku lihat kamar kosong, makanya aku langsung kekamar Chloe untuk menanyakanmu ternyata kamu tidur disana" jawab Derson mulai berjalan menuju kamar diikuti oleh Via dari belakang.
Sepasang suami istri itu langsung masuk kekamar, tanpa banyak bicara Derson langsung memasuki kamar mandi setelah selesai ritual mandinya Derson keluar dengan balutan handuk dipinggangnya.
Derson menyergit dahinya melihat Via sudah tidur diatas kasur tanpa menyiapkan baju untuknya, Derson langsung menuju lemari khusus pakaian tidur lalu bergegas naik kekasur setelah siap memakai bajunya.
Derson yang sedang lelah langsung merebahkan badannya kekasur dalam hitungan menit Derson sudah menyusul Via kelalam mimpi dengan posisi memeluk Via dengan erat.
Biasanya sepasang suami istri yang baru bertemu setelah beepisah seminggu pasti akan saling berbagi cerita atau berbagi cinta, atau bahkan ada yang sampai melakukan hubungan suami istri untuk melepaskan kerinduan yang terpendam.
Tapi berbeda dengan pasangan satu ini, mereka malah asik tidur tanpa ada komukasi yang membuat keduanya semakin dekat.
****
Ditempat lain Lily yang sudah selesai mandi bergegas kedaper mengambil air minum, karena Lily merasa sedikit haus, setelah mengambil air dingin dari kulkas, Lily duduk didekat dapu dengan posisi lampu mati.
James yang kebetulan turun dari atas untuk mengambil air juga terkejut saat melihat punggung Lily ditutupi dengan rambut panjangnya, seketika bulu roma james berdiri, dengan sekuat terus james ingin lari dari sana tapi Lily malah memanggilnya dengan suara aneh.
"Mau kamana anak manis?" Lily sengaja membuat suara yang sedikit menakutkan untuk menakut-nakuti James, mendengar suara itu James bukannya lari malah diam ditempat.
Lily langsung menghampirinya dengan cara mengagetkan James.
"Woyyy" teriak Lily jahil membuat jantung James sudah mau copot.
"Kakak kok pucat banget, takut ya?" tanya Lily letika tangannya sudah memencet saklar lampu.
__ADS_1
"Kamu....." uca James kesel.
"Iya ini aku kak, kok kakak takut begitu?".
"Siapa yang nggak takut saat tengah malam begini melihat perempuan berambut panjang memakai baju putih pula dengan suara aneh, ya aku kira hantulah".
"Orang cantik begini kakak bilang hantu? kayaknya mata kakak perlu diobati deh" ucap Lily lalu berjalan pergi kekamarnya meninggalkan james masih berdiri tegak didapur.
Akhirnya James tidak jadi mengambil air minum, karena kesel james kembali kamarnya dengab bersungut-sungut tidak terima dikerjai oleh Lily.
"Lihat aja nanti aku kerjai balik kamu anak nakal" batin James lalu merebahkan badannya kekasur, rasa haus yang tadi ia rasakan telah hilang.
🌛🌛🌛
Pagi ini ada 4 orang sedang menikmati sarapan di meja makan, mereka semua menikmati sarapan dengan diam hanya memakan beberapa potong roti dan juga susu hangat.
"James hari ini kamu antar Lily kekampus baru dulu baru datang kekantor ya" ucap Derson saat derson sudah selesai dengan sarapannya.
"Nggak usah kak, Lily bisa sendiri kok biar kak James iku kakak saja kekantor" uca Lily sambil meminum susu hangat didepannya.
"Maksud kakak kak James selalu mengikuti ku setiap pergi kemana-mana gitu?".
"Iya betul sekali" ucap Derson lalu berdiri dari duduknya sambil memberi kode kepada Via untuk mengikutinya.
Saat Derson dan Via sudah meninggal ruang makan, Derson menggandeng tangan Via menuju mobil yang akan membawa mereka kekantor.
"Kamu mau bawa aku kemana?" Via angkat bicara saat Derson sudah membukakan pintu untuknya.
"Hari ini kamu temani aku kerja, kemungkinan hari ini aku lembur karena banyak pekerjaan yang menumpuk".
"Aku bisa menunggumu dirumah saja" jawab Via karena tidak mau pergi bersama Derson.
"Aku tidak suka dibantah" ucap Derson sedikit memaksa Via supaya masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Mobil berwarna Silver itu sudah mulai membelah jalan raya, didalam mobil sepasang suami istri itu tidak ada yang berbicara mengingat saat ini Via sedang kesal karena dipaksa masuk oleh Derson.
Sesampainya dikantor aderson company, Via langsung minder untuk masuk kedalam, Via memperhatikan menampilannya yang biasa saja walau pakaian yang menempel dibadannya pakaian yang ber merk.
"Aku tunggu dimobil saja ya, lihatlah penampilan ku tidak layak masuk kedalam".
"Siapa bilang kamu tidak layak masuk, ini adalah perusaan ku dan berarti perusaan kamu juga, jadi siapa yang berani menatap mu tidak senang katakan saja biar aku pecat" ucap Derson tidak main-main.
Saat Derson dan Via lewat semua karyawan menunduk kepada Aderson tapi tidak dengan Via, ada karyakan menatap aneh kepada Via walau Via terbilang sangat cantik walau berpenampilan sederhana.
Banyak orang yang menduga-duga dan bertanya-tanya siapa Via kok bisa berjalan bersama Derson. setau mereka Derson tidak memiliki istri atau kekasih, mereka juga mengenal kalau Via bukanlah adik dari Derson.
Via yang melihat ada mata karyawan tidak suka padanya hanya bisa diam takut Derson akan memecatnya, Derson yang melihat Via dari sudut matanya sedikit gelisah langsung merangkul pinggang Via dengan mesra lalu berbisik ditelinga Via.
"Apa perlu aku mengumumkan kepada orang disini kalau kamu adalah nyonya dari Aderson supaya kamu lebih PD saat berjalan" bisik Derson.
"Tidak perlu seperti itu seiring berjalannya waktu mereka akan mengenalku".
"Baiklah sayang, jika itu maumu aku akan menurutinya" bisik Ferson sambil mengigit kecil telinga Via.
Saat Derson dan Via hendak memasuki lift khusus CEO, seorang paruh baya menghampiri mereka.
"Via bagaimana kabar mu?" tanya Harry pamannya Via.
"Seperti yang paman lihat, aku baik dan saat ini aku sangat bahagia mempunyai suami yang kaya dan juga penyanyang" ucap Via kesal melihat sang paman menghampirnya.
"Baguslah kalau begitu, sekali-sekali kamu datang kerumah ya tantemu merindukan dirimu" ucap Harry tidak tau malu.
"Maaf paman sepertinya aku sibuk untuk melayani suamiku ini, dan aku tidak bisa meninggalkannya walau sebentar saja, jadi aku tidak bisa datang" ucap Via berbohong, sampai saat ini Via masih marah dengan pamannya itu tapi tidak dengan Marry istri dari Harry.
"Anda sudah dengarkan apa yang dikatakan istri saya, jadi sekarang minggir dari hadapan saya" ucap Derson dingin, Derson dapat melihat raut wajah Via yang sudah menahan kesal terhadap pamannya.
Harry yang merasakan hawa dingin dari Derson segera pergi dari hadapan Derson dan Via, dari tadi harry sudah melihat adegan dimana Derson memeluk pinggang Via dengan lembut, Harry ingin mengambil keuntungan dari Via tapi yang ia dapatkan hanya tatapan tajam dari Derson.
__ADS_1
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.