MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 107


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Jadi tante bakal sendiri lagi dirumahnya? kalau tante kesepian ajak tinggal bersama kita saja, takutnya suami Amelia tidak peka dengan tante yang tinggal sendirian dirumah" ucap Derson lagi.


"Nanti aku tanyak tante ya sayang, aku lebih senang kalau tante mau sama kita, aku pasti lebih banyak teman mengobrol dirumah".


"Hmm iya sayang" jawab Derson sambil menggemgam tangan Via. saat ini posisi mereka berada dikursi belakang karena Derson sudah memakai supir kembali ia tidak mau seperti kejadian kemaren, diacuhkan layaknya supir pribadi, kalau misalnya ada supir pribadi begini kalau pun ada orang lain teman via mengobrol pas dimobil setidaknya ia tidak sendiri diacuhkan oleh Via.


Mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki perkarangan rumah, Derson dan Via langsung masuk kedalam rumah melanjutkan aktivitasnya.


*****


Malam sebelum tidur Via menyempatkan untuk menelfon nomor Marry, ia ingin segera mengajak Marry untuk tinggal dirumahnya.


"Hallo tante".


"Hallo Via, ada apa nak?".


"Via mau ajak tante tinggal dirumah ini kalau tante tidak keberatan, dari pada tante tinggal sendiri dirumah itu" ucap Via langsung to the poin.


"Makasih ya sayang sudah memikirkan tante, tapi hari ini tante sudah pindah rumah kerumahnya Amelia dan suaminya, tante coba tinggal disini dulu bagaimana pun amelia pasti membutuhkan tante".


"Kalau begitu nggak apa-apa tante, Via hanya nggak mau kalau sampai tante kesepian dirumah tidak ada teman mengorol dan sebagainya".


"Via tutup telfonnya dulu ya tante" ucap Via.


Via meletakkan kembali hpnya diatas nakas saat telfon itu sudah terputus.


"Sayang ternyata tante dibawa Amelia kerumah suaminya".


"Baguslah kalau begitu, itu artinya suami Amelia laki-laki yang bertanggung jawab, dia tidak hanya memikirkan Amelia tapi ia juga memikirkan ibu dari Amelia".


Malam semakin larut akhirnya setelah selesai berbincang Via dan dlDerson memutuskan untuk tidur.


*****

__ADS_1


Hari hari yang terlewati begitu cepat hari ini tepat 3 bulan hlHarry dipenjara, hubungan Amelia dan suaminya lumayan membaik buktinya siang ini Davis ikut menjeput Harry dari kantor polisi karena Harry sudah lepas dari tahanan.


Tidak lupa Derson dan Via juga ikut andil dalam menjeput Harry, saat ini mereka berdiri didekat mobil menunggu Harry keluar dari dalam. mereka dapat melihat postur badan Harry yang tidak terurus, mulai dari rambutnya yang memanjang, bulu-bulu halus diwajahnya sangat berantakan namun hal itu tidak membuatnya jera, Harry tetap seperti dulu bicara ketus dan tidak tau diuntung.


"Untuk apa kamu datang penjemputku, aku tidak butuh kamu datang kesini" ucap Harry dengan ketus kepada Derson.


"Apa anda pikir saya sudi kesini kalau istri saja tidak mengajak saya kesini, saya datang kesini semata-mata untuk istri saya bukan untuk anda" jawab Derson tidak kalah ketus.


"Sayang nggak boleh gitu" ucap Via yang berada disamping Derson dengan perut buncitnya karena sudah menunjukkan 6 bulan, begitu juga dengan Amelia dia juga mempunyai perut yang buncit karena kandungannya sudah menginjakkan 4 bulan.


"Pah kita pulang aja ya" ajak Amelia merasa tidak enak melihat Derson yang selalu bersitekak dengan papanya walau yang memulainya adalah Harry.


"Via, Derson kami duluan ya, makasih sudah mau datang" jawab Amelia ramah, sekarang wanita yang berbadan dua itu berbicara lemah lembut seperti mamanya kecuali berbicara kepada Davis, sudah dipastikan ia berbicara sedikit melawan ucapan davis dan sedikit ketus.


Amelia masuk kedalam mobil Davis tepat disamping kemudi sedangkan Marry dan Harry duduk dikursi belakang dan sepertinya sepasang suami istri itu enggan untuk berbicara dan hanya ada keheningan yang ada didalam mobil itu sampai Davis mulai bicara.


"Apa kamu jadi belanja sekarang?".


"Nanti sore aja, pasti papa juga butuh istirahat".


"Oehhh" jawab Davis singkat dan terus melanjutkan jalan mereka sampai mereka didepan rumah.


"Papa kamu nggak berubah ya?" ucap Davis.


"Iya sepertinya begitu, apa rencana untuk mama dan papa ku? apa kamu masih membiarkan mereka tinggal disini atau pindah rumah?".


"Rumah disebelah kita ini sudah aku beli atas nama kita, jadi kalau kamu mau kamu boleh kasih tau mama kalau mereka bisa tinggal disana, kalau dirumah ini juga nggak apa-apa".


"Kamu sekarang punya banyak uang ya kerja pun kamu sudah punya sekertaris apa kamu sespesial itu dimata Bowo sialan itu?" tanya Amelia karena sampai sekarang ia belum tau kalau Bowo yang sebut sialan itu adalah mertuanya.


"haha hari ini akan aku kasih tau padamu, kalau Bowo yang kamu sebutkan sialan itu adalah ayah ku dan dia mertuamu".


"Haha kebanyakan mimpi kamu jadi orang kaya ya? hingga ngaku-ngaku anaknya Bowo" jawab Amelia tidak percaya.


"Aku tidak memaksa mu untuk percaya lambat laun kamu bakal tau semuanya".

__ADS_1


"Hmmm percaya nggak ya?" bukannya percaya Amelia malah menganggap ucapan Davis sebuah lelucon.


"Udah sana buatkan aku kopi!".


"Ada ART Juga masih nyuruh-nyuruh aku" omel Amelia, ia selalu megomel saat Davis menyuruhnya tapi ujung-ujungnya ia mengerjakan ucapan Davis.


"Sayang mami kamu malas banget" adu Davis pada perut Amelia.


"Ihh apaan sih, ngadu-ngadu segala? ia belum tau apa yang kamu katakan".


"Sukakkulah anak-anakku, sukakku mau aku ngadu, atau akau ajak bicara".


"Terserah kamu ach, awas aku mau buat kopinya dulu" Amelia langsung meninggalkan Davis disofa.


Tidak lama kemudian Ia datang dengan segelas kopi ditanggannya dan diletakkan didepan Davis.


"Minum tuh kopinya!".


"Iklas nggak nih?".


"Nggak"


"Oh" jawab Davis tidak kalah cuek.


"Ngeselin banget sih" Amelia meninggalkan Davis lagi kali ini tujuannya adalah kamar,semejak ia hamil aktivitas kesukaannya adalah tidur dan makan dan satu lagi urusan ranjang walau Ia dan Davis terus bertengkar tapi na*su Amelia meningkat, ia tidak segan-segan meminta duluan kepada Davis. dengan senang hati Davis pasti memberinya, kucing mana yang menolak jika ada ikan didepannya apalagi sudah disodorkan tepat didepan mata.


"Haha ngeselin tapi kalau udah malam dicariin kalau lama pulang kerja" teriak Davis dan dipastikan ucapan Davis didengar oleh Amelia, tapi Amelia acuh seoalah-olah tidak mendengar ucapan Davis barusan.


****


"Apa kamu sudah lama tinggal disini? enak ya kamu tinggal dirunah mewah sedangkan aku tinggal di sel beralaskan tikar dan kamu sama sekali tidak pernah menjenguk ku selain dari yang bareng Derson dan Via dulu" ucap Harry menyinggung.


"Untuk apa menjenguk mu toh kamu bicara dengan bagus aja tidak bisa".


🌛🌛🌛

__ADS_1


**Gays tinggalkan jejak ya.


pliss 🙏🙏🙏🙏**


__ADS_2