MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 59


__ADS_3

Tok...tok....tok....


"Siapa sih berani mengganggu kesenanganku" ucap Derson kesel malas untuk membuka pintu dan melanjutkan aksinya menc*um bibir Via.


Tok... Tok... Tok....


"Buka dulu pintunya sayang siapa tau ada hal penting" ucap Via sambil mejauhkan badannya dari Derson, dengan rasa malas Derson berjalan kearah pintu dan membuka pintu.


"Ada apa ganggu kesenangan orang aja" tanya Derson saat melihat wajah James didepannya.


"Lily kok nggak ada dikamarnya, dikamarku juga nggak ada? dan nomornya tidak bisa dihubungi" ucap James dengan panik.


"Mulai tadi pagi dia nggak ada kasih kabar juga" tambah James lagi, Derson yang tidak tau apa-apa langsung panik.


"Kamu tunggu disini aku pakai baju, dan kita cari Lily sama-sama" ucap Derson lalu menutup pintu. Derson segera berjalan kearah sofa disana sudah ada baju yang disiapakan oleh Via tadi.


"Sayang kamu tunggu disini dulu ya, aku mau cari Lily dia tidak ada dirumah" ucap Derson panik dan hendak pergi dari kamar.


"Lily kan dirumah mama Mawar, dia nginap disana kamu mau nyari dia kemana? dijalan?" tanya Via.


"Jangan bercanda sayang ini tidak lucu" ucap Derson lagi.


"Astaga sayang..... apa kamu tidak melihat raut wajahku ini sedang serius, aku serius Lily nginap dirumah mama tadi dia sudah nelfon ke nomor aku" ucap Via lagi membuat Derson langsung lega.


Derson yang merasa lega langsung merebahkan badannya dikasur niatnya malam ini bercint* dengan istri sudah hilang, Derson malah memejamkan matanya, tapi belum sempat Derson terlelap suara ketukan pintu menggangunya lagi.


"Siapa lagi sih?" gerutu Derson sambil berjalan kearah pintu, Derson baru sadar kalau tadi dia menyuruh James menunggunya.


"Lama sekali apa Lily tidak perlu untuk dicari lagi?" tanya James dengan kesal membuat Derson tertawa renyah.


"Hehe sorry bro aku lupa mengabri mu ternyata Lily menginap dirumah mamanya, dan gara-gara kamu aku jadi terganggu berc*nta dengan istriku" ucap Derson tidak tau malunya.


"Tidak usah banyak gaya mu, mentang-mentang sudah doyan ngomongnya begitu, dulu aja didekati perempuan saja kamu sudah kepanasan ingin membunuhnya" sindir James karena merasa tidak senang dengan sikap Derson.


"Itu dulu bro kalau sekarang mah tiap malam juga doyan asalkan bersama istriku, udah ya byee" ucap Derson lalu langsung menutup pintu dengan kuat.


Derson kembali kekamar dan melanjutkan tidurnya begitu juga dengan James dia kembali kekamarnya untuk mengistrahatkan badannya yang terasa lelah seharian bekerja bahkan ketika malam sudah tiba dia harus kembali dulu kerumah baru bisa istrahat.


"Nyamannya" guman James sambil memeluk bantal guling didepannya, tidak menunggu lama mata itu mulai sayu dan berlahan tertutup hingga James terbang kealam mimpinya.


🌛🌛🌛


Pagi yang cerah ini James dibangunkan oleh suara hpnya diatas nakas.


Lily calling....

__ADS_1


Ternyata pagi-pagi buta begini Lily sudah menelfonnya, mungkin karena sudah membaca pesan dari James.


Tidak menunggu lama James langsung menggeser warna hijau itu untuk mengangkat panggilan.


"Hallo kak James, maaf ya tadi malam hp ku kehabisan batre dan aku juga lupa mengabari kakak kalau aku nginap dirumah mama" ucap Lily merasa bersalah.


"Aku akan memaafkan mu jika kamu pulang sekarang juga" ucap James, James juga tau arti dari ucapannya yang ia inginkan hanya Lily langsung pulang pagi ini.


"Tapi rencananya aku mau nginap disini selama seminggu kak".


"Kalau kamu nginap disana selama satu minggu tidak apa-apa, aku cuma mau ijin aja kepadamu kalau hari ini terakhir aku dirumah ini, aku mau pindah ke apertemen ku" ucap James berbohong.


"Kakak serius? kalau kakak tinggal di apertemen Lily ikut ya tinggal disana" tanpa sadar Lily mengucapkan kalau dia tidak mau ditinggalakan oleh James.


"Makanya buruan pulang, Bye" James langsung mematikan telfonya dan tertawa senang karena berhasil mengerjai Lily.


"Rasain itu emang enak dikerjai, siapa suruh buat orang kawatir" batin James merasa senang.


*****


Sedangkan ditempat lain Lily sedang kelimpungan berlari kekamar mandi untuk mencuci wajah dan segera ingin pulang kerumah.


Isla yang melihat kakaknya langsung bertanya walau masih ngantuk.


"Dek kamu bilangin sama mama kakak mau pulang dulu, nanti sore kalau nggak sibuk kakak datang lagi kesini" ucap Lily lalu segera berlari keluar dari kamar Isla.


Sesampainya dirumah Derson Lily langsung berjalan menuju kamar James.


Klek....


Lily membuka pintu secara berlahan dan melihat James sedang tidur dengan nyenyak diatas kasur seperti tanpa dosa telah mengerjai Lily.


Lily langsung masuk kedalam selimut James dan memeluknya dengan erat, sampai James merasa sesak.


"Ihhh kamu peluknya terlalu erat sampai aku kehabisan nafas" protes James sambil mendorong tubuh lily sedikit menjauh.


"Biar kakak nggak pergi-pergi" ucap Lily dan balik mendekat dan memeluk tubuh James lagi.


"Jangan terlalu dekat nanti junior James bangun" James sengaja menjahili Lily supaya melepaskan pelukannya, tapi kali ini Lily sedikit gila dia bukannya takut dengan ucapan James malah membuka selimut dan ingin melihat junior James.


"Kata kakak junior akan bangun tapi kok masih loyo gitu nggak ada tanda-tanda bakal bangun" ucap Lily cemberut.


"Mau tanggung jawab rupanya kalau dia bangun?".


"Nggak sih, paling aku jahilin aja" ucap Lily lalu kembali masuk ke selimut dan memeluk tubuh James.

__ADS_1


Akhirnya kedua orang itu kembali tidur walau jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi keduanya tidur dengan nyenyak sampai jam 10 pagi.


*******


Sedangkan satu pasang lagi Derson dan Via saat ini sedang konsultasi dengan dokter Fani tentang kesehatan Via. Derson duduk disamping Via dan didepannya dokter Fani duduk dihalangi oleh meja kerja Fani.


"Berapa lama lagi kami menunggu untuk kesembuhan Via?" tanya Derson.


"Saya belum bisa memastikan waktunya tuan, tapi yang pasti saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk penyembuhan nona Via".


"Dok apa bisa secepatnya saya hamil?" tanya Via tiba-tiba mengarah kekandungan.


"Kalau bisa jangan diwaktu yang cepat nona, nanti kalau nona sudah berhasil mengandung nona harus terus dalam pengawasan dokter kandungan" ucap dokter Fani.


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu" ucap Derson langsung berdiri dan mengajak Via untuk keluar dari sana.


Derson dan Via berjalan kearah taman depan mengingat hari ini Derson tidak kekantor karena hari minggu. Via dan Derson duduk dikursi sebuah pondok kecil layaknya sepasang kekasih yang sedang jalan ketaman.


"Sayang" panggil Derson sambil menggemgam tangan Lily.


"Hmmm".


"Apa kamu begitu menginginkan anak?".


"Sebagai wanita yang telah menikah tentunya aku memginginkan seorang anak untuk mengisi hari-hariku apalagi setiap hari aku hanya dirumah saja rasanya sangat bosan" ucap Via lirih.


"Kamu yang sabar ya suatu saat kita pasti bakal memilikinya" ucap Derson.


🌛🌛🌛


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Favorite


Kasih hadiah juga mawar juga sudah cukup


Kalau suka novel ini kasih bintang 5 juga.


Makasih buat yang sudah mau mampir dan berpartisipasi dalam memberi dukungan buat author 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2