
🌛🌛🌛
"Kakak bangun udah jam 9 ini, Lily nanti terlambat kekampus" Lily membangunkan tubuh James yang saat ini masih betah didalam selimut.
"Bentar lagi ya aku baru tidur beberapa jam" ucap James dan masih memejamkan matanya.
"Kakak Lily ada kuliah pagi, kalau kakak nggak bangun aku merajuk nih".
"Iya iya kakak bangun" James mencoba bangkit dari tidurnya, lalu berjalan kekamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi.
"Udah ayok" ajak James saat James sudah meng-lap mukanya dengan handuk.
"Kakak nggak mandi? atau ganti baju gitu? kakak mau ngantar Lily pake baju tidur?".
"Iya habis ngantar kamu kakak akan balik tidur lagi disini" seru James sambil mengambil kunci mobil dari atas meja.
"Udah ayok, mau diantar atau nggak?" tanya James lagi saat melihat Lily tidak bergerak dari posisinya.
Lily berjalan dengan malas mengikuti langkah kaki James, Lily malas melihat tingkah James yang sangat malas hanya untuk mengganti pakaian.
"Ayok masuk, kok malah merengut?" James hendak masuk dan masih berdiri di pintu kemudi dan melihat wajah Lily merengut dan belum masuk kedalam mobil.
"Kakak ganti bajunya napa?" rengek Lily.
"Toh nggak ada yang lihat, udah cepat nanti kamu terlambat kuliah".
Lily masuk kedalam mobil dan membanting pintu mobil dengan kencang membuat James terkejut. sepanjang perjalanan Lily terus diam dan tidak menjawab saat james mengajaknya bicara.
"Sayang kok diam" James menggemgam tangan Lily suapaya perempuan itu menjawabnya dengan sengaja menggoda Lily dengan sebutan sayang.
"Sayang sayang, sayang pala mu".
"Dosa lho bentak suami" goda James.
"Biarin".
Saat mobil itu sampai digerbang kampus Lily keluar dari mobil tanpa pamit, saat Lily sudah lumayan jauh ditatapnya kembali mobil James dan ternyata James sedang berbicara dengan seorang perempuan. Lily geram dan langsung menghampiri James.
"Kak perut ku sakit sepertinya hari ini aku tidak jadi kuliah".
"Ehh lily kamu kenal James?" tanya perempuan itu dan kebutulan dia adalah dosen dikampus Lily.
__ADS_1
"Iya buk, dia itu suami Lily" jawab Lily dengan sopan tapi dibibirnya tersenyum kemenangan.
"Kami permisi dulu ya buk, ayok sayang kita pulang saja" Lily menggandeng tangan James didepan dosen cantik itu.
"Rani aku permisi dulu ya, bye" ucap James dengan ramah lalu masuk kedalam mobil, sama halnya dengan Lily dia juga masuk kedalam mobil.
Setelah mereka sudah masuk kedalam mobil, dan belum lagi James menghidupakan mesinnya Lily sudah mulai bicara.
"Rani aku permisi dulu ya, bye" Lily kembali mngucapkan ucapan James barusan kepada Rani dengan wajah masamnya.
"Heyy... kok jadi cemburuan gitu, perasaan kamu nggak pernah katakan kalau kamu mencintai ku".
"Aku seorang istri bakal cemburu kalau suami ku dekat dengan perempuan".
"Lily.... itu bukan dekat tapi hanya menyapa karena kebetulan bertemu".
"Memangnya dia itu siapa? pacar kakak atau mantan pacar kakak, atau calon istri kakak?".
"Hey... aku sudah punya istri dan tidak ada lagi pacar dan calon istri. lagian dia itu teman ku waktu kuliah dulu".
"Pokonya nggak boleh menyapa perempuan selain aku".
"Kalau aku sama mu bukan hanya menyapa dengan ucapan tapi menyapa dengan perbuatan".
"Seperti bercint* mungkin" jawab James dan segera menjalankan mobilnya tapi kali ini James tidak membawa Lily kerumah Derson tapi kerumah James yang baru.
Mobil itu sudah terparkir dengan sempurna didepan rumah James, Lily dan James keluar dari mobil dan memasuki rumah itu, perlengkapan disana sudah lengkap berbeda dengan kemarin hanya beberapa perabot yang ada.
"Kamu duduklah dulu aku akan buatkan mie instan untukmu, rasanya pagi ini aku pengen makan mie instan" ucap James dan berjalan kearah dapur.
Kulkas sudah diisi dengan lengkap mulai dari sayur, daging dan perlengkapan masak lainnya, Lily yang dari tadi mengekor dibelakang James merasa bingung kenapa kulkas milik James sudah penuh dengan bahan masak.
"Kenapa?" tanya James saat melihat Lily dengan kerutan dikeningnya.
"Kenapa kulkas ini ada isinya dengan sebanyak ini, siapa yang akan memakannya?".
"Kita yang akan memakannya, rencanaku setelah Derson pulang kita akan pindah kesini. biar kita bisa hidup dengan mandiri bagaimana pun kita sudah lama menikah sudah saatnya kita punya kehidupan kita berdua" ucap James lalu segera memasak mie instan didalam panci.
"Hm.... kak aku ke ruang tengah aja ya" Lily pamit dan meninggalkan James yang sedang memasak mie instan untuk mereka.
10 menit kemudian James sudah datang keruang tengah dengan membawa dua mangkok mie instan dengan temur diatasnya, dari bentuknya sepertinya mie instan buatan James rasanya enak.
__ADS_1
"Wahhh aku sudah lama nggak makan mie instan, ayo kita langsung makan kak" seru Lily dengan bahagia.
"Jangan buru-buru makannya masih panas, nanti lidah mu melepuh".
Baik James maupun Lily memakan mie instan dimangkoknya sampai habis sampai ke kuah-kuahnya tanpa tersisa sedikit pun.
"Kak rumah ini terlihat rapi siapa yang membersihkannya?".
"Ada bibi yang kerja disini bersama suaminya, mungkin sekarang mereka ada disamping rumah, kurasa dua orang membantu kita dirumah ini sudah cukup". seru James.
"Iya sudah cukup lagian rumah ini tidak sebesar rumah kak Derson yang harus dikerjakan beberapa puluh orang".
"Apa kamu mau aku buatkan rumah sebesar itu?".
"Gahah untuk apa, segini aja sudah cukup untuk kita paling nanti kita butuh rumah yang lebih besar lagi kalau kita sudah punya anak yang banyak".
"Sebanyak apa sih?" tanya James dengan lembut dan mendekatkan wajahnya didekat Via.
"Segini" Via menunjukkan jari tangannya, ternyata Lily ingin mempunyai anak 5 orang.
"Kalau segitu nggak banyak Ly, yang banyak itu segini" ucap James menunjukkan 10 jarinya.
"Ehhh ada tuan sama nona, sudah lama datang tuan?" tanya bibi yang baru datang dari samping rumah dan melihat tuan rumah ada disana dia segera menyapanya.
"Belum lama bik, bapak mana?".
"Ada di samping rumah tuan sedang memperbaiki taman. kalau begitu bibi pergi dulu ya mau antar minuman buat bapak" ucap bibi itu.
"Iya bik" jawab James dengan ramah.
James dan Lily memutuskan pulang kerumah Aderson setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Sesampainya didepan rumah Aderson Lily melihat Amelia ada disana baru turun dari motor scoopynya, dengan ramah Lily langsung menyapanya.
"Kak amelia, ngapain datang kesini kak Derson sama kak Via lagi pergi liburan" mendengar ucapan Lily Amelia langsung lemas, tujuan dia datang kerumah ini untuk menemui Derson dengan alasan bertanya tentang rumah yang baru dibangun untuk Amalia dan Marry.
"Kapan mereka pulang dek?".
"Mungkin besok kak, sudah seminggu lalu mereka pergi. ayo masuk dulu kak" ajak Lily dengan sopan.
"Tidak usah dek besok aja kakak kesini lagi" ucap Amelia dan segera pamit pergi dari sana.
__ADS_1
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya