MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 63


__ADS_3

🌛🌛🌛


Mobil mewah milik Derson itu sudah memasuki kawasan rumah elit itu, saat mobil itu memasuki gerbang dan berhenti tepat didepan teras, Via dan Derson segera turun.


Derson dan Via memasuki kamar mereka setelah masuk kamar berhubung mereka sudah mandi Via langsung menyiapkan baju kantor untuk Derson, baju kemeja berwarna putih, celana dan jas berwarna yang senada dan tidak lupa juga Via mengambil sebuah dari berwarna hitam dari laci lemari.


"Sayang bantu aku memakaikan baju ya" ucap Derson manja sambil berdiri tepat dibelakang Via.


"Uhhhh gemesnya bayi besar ku ini" Via bukannya marah mendengar permintaan Derson dia malah mencubit pipi Derson karena gemas.


"Tapi kayaknya pagi ini aku butuh olah raga dulu sayang baru pergi kekantor untuk merilekskan badan ku ini" ucap Derson yang kini tangannga sudah memeluk pinggang Via.


"Yaudah kamu pergi dulu keruang olah raga aku tungguin disini" ucap Via dengan polosnya.


"Bukan olah raga itu sayang, tapi olah raga disana" tunjuk Derson kearah kasur membuat wajah Via bersemu merah sambil menganggukan kepalanya.


Pagi yang cerah ini kembali lagi suami istri itu memadu kasih dibawah dinginnya suhu ace, keduanya larut dalam indahnya berbagi cinta dipagi hari sampai keduanya merasa lelah.


Setelah selesai melaksanakan tugas suami istri itu keduanya mandi bareng kembali, tapi lagi-lagi Via dibuat lelah oleh Derson tepatnya dikamar mandi dan alhasil pagi ini sepasang suami sitri itu keluar dari kamar mandi tepat pukul sembilan pagi.


"Sayang kamu sudah terlambat kekantor lihat jam itu sudah jam sembilan" ujar Via sambil merapikan kasur yang berantakan itu akibat ulah keduanya.


"Tidak apa-apa sayang aku pemilik dari perusaan itu jadi aku bisa pergi kapan saja" ujar Derson sambil merapikan dasinya didepan kaca.


"Tapi walaupun seperti itu sebagai pemimpin yang baik kamu harus memberikan teladan yang baik untuk karyawanmu".


"Iya besok nggak lagi deh asal setiap malam ada olah raga".


"Oh ya sayang apa aku sudah tampan?" tanya Derson lagi.


"Kamu sudah tampan dari dulu, dan masalah olah raga malam mu itu aku akan berusaha membuat mu selalu nyaman disampingku" ucap Via membuat hati Derson senang dan melambung tinggi.


Setelah siap dengan aktivitasnya Derson dan Via keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju meja makan, dimeja makan sudah ada lagi orang karena James dan Lily sudah pergi dari rumah.


Pelayan datang menghampiri Derson dan Via yang sudah duduk diatas meja makan.


"Apa makanannya perlu dipanasakan lagi tuan, tapi makanan ini masih sedikit hangat" ucap pelayan itu sopan.


"Tidak usah pak, kami makan langsung saja" jawab Via pada pelayan yang sudah berumur paruh baya itu.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari sang majikan pelayan itu pergi dari meja makan menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat Ia tunda.


Setelah siap makan Derson langsung ijin pamit pergi, sama hal nya dengan Via, dia minta ijin pergi kerumah makan sederhana miliknya rasanya dia merindukan rumah makan itu.


"Kamu diantar sama supir saja ya sayang, jangan terlambat pulang" ucap Derson sambil membelai rambut Via lalu masuk kedalam mobil.


🌛🌛🌛


Dirumah makan sederhana itu Via, Evie dan satu lagi teman Evie bernama Ruby itu sedang melayani pelanggan yang datang untuk membeli makanan, rumah sederhana itu siang ini dikunjungi banyak orang hingga sore harinya.


Sekarang mereka sedang duduk dikursi dimeja yang sama, Via memberitahu Evie kalau rumah makan ini akan direnovasi berbuhung bagunan ini sudah dibeli oleh Derson.


"Jadi apa rumah makan ini akan dibangun jadi lebih besar lagi?".


"Hanya memperbaiki bangunannya saja jadi lebih bagus lagi, kalau nama dan menu disini tidak akan kita rubah, dan kemungkinan kalian akan ditambah yang akan bekerja disini" seru Via.


"Wahhh mantap kak Via, semoga rumah makan ini bisa lebih maju lagi" ucap Evie ikut bahagia.


Melihat rumah makan sudah mulai sepi dan hari sudah mulai sore Via ijin pamit dari sana, dan segera menghampiri supir pribadinya yang sedang duduk dipojok.


"Pak kita pulang sekarang ya".


Sesampainya diteras rumah Via bukannya masuk kedalam rumah dia malah menemui Lily yang sedang menyiram bunga ditaman.


"Hey Lily tumbenan kamu nyiram bunga?".


"Hanya kebetulan pengen saja kak, kakak mau juga nih ambil selang airnya" ucap Lily sambil membuang selang air kepada Via yang belum dimatikan airnya dan alhasil baju yang Via pakai jadi basah.


"Aduh Lily kalau begini bukan nyiram bunga namanya, ini namanya main-main air".


"Maaf kak nggak sengaja".


Via yang tidak terima bajunya basah kembali mengarahhkan air itu kepada Lily hingga baju lily juga basah kuyup, sore hari ini dua perempuan itu bermain-main dengan selang air itu sampai suami masing-masing datang dan melihat kelakuan mereka.


"Sayang ngapain main-main air?" Derson langsung datang menemui Via yang baru keluar dari mobil.


"Bukan aku tapi Lily yang duluan sayang".


"Ayok kita masuk, lihat baju mu itu basah nanti kamu angin, Lily ganti bajumu juga" ucap Derson lalu membawa Via masuk kedalam.

__ADS_1


Sesampainya didalam kamar Via bukannya aman tapi kena repet sebelum mandi.


"Lihat badanmu itu! karena bajumu basah hingga semua seluk beluk badanmu tercetak" kesal Derson saat melihat buah da*a Via terlihat jelas sangat menonjol walau didalam baju.


"Hehe maaf sayang".


"Apa kamu tidak malu dilihatin laki-laki dirumah ini, kayaknya aku harus memecat semua pelayan laki-laki dari rumah ini".


"Jangan sayang kalau mereka dipecat mereka harus cari kerja lagi, kasian".


"Kalau begitu jangan ulangi lagi main-main air diluar, tubuh mu ini hanya aku yang bisa menikmati keindahannya tidak ada satu orang pun yang bisa melihatnya dengan jelas seperti ini".


"Sudah...? sana mandi" usir Derson.


Sedangkan dikamar lain Lily juga kena repet dibuat oleh James.


"Jangan kayak anak-anak, kalau mau main air langsung saja ke kolam renang sekalian ceburin badan, ngapain tanggung-tanggung" ucap James.


"Tadi itu nggak sengaja kak pas aku nyiram bunga terus airnya kena ke kak Via, terus kak Via tidak terima dan nyiram aku balik" Lily mencoba membela dirinya.


"Mau siapa yang salah dan yang benar itu tidak penting, sekarang kamu mandi malas lihat sifatmu yang tidak pernah merasa bersalah" ucap James sambil membuka jasnya dan meletakkannya ditempat baju kotor.


"Apa kakak tidak tertarik melihat tubuh seksi ku?" lagi lagi Lily mendekat kearah James bukannya minta maaf Lily malah menggoda James dengan mendekatkan tubuhnya.


James langsung menarik tubuh Lily bukannya mendekat tapi menarik tubuh Lily kekamar mandi dan mengunci Lily disana.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


Like


Komen


Favorite


Vote


Hadiah bunga mawar

__ADS_1


Dan kasih bintang 5 kalau suka ya


__ADS_2