MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
bab 96


__ADS_3

🌛🌛🌛


Dikantor Aderson company tepatnya diruangan CEO, disana sudah ada James Derson dan juga Harry, saat ini Harry tidak takut-takut lagi untuk menghadapi Derson karena baginya Derson terlalu ikut campur dengan urusan keluarganya.


"Apa yang anda inginkan?" tanya Derson.


"Saya ingin anda jangan terlalu ikut campur urusan keluarga saya, anda kan yang membocorkan pernikahan Amelia dengan Bowo?" ucap Harry yang posisinya duduk didepan Derson dan dihalangi oleh meja kerja Derson.


"Haha saya tidak ada mengurus hal sepele seperti itu, karena bagi saya baik Amelia sama menikah dengan siapa saja bukan urusan saya, mau dia mati atau hidup juga bukan urusan saya" ucap Derson marah karena Harry sudah kelewat batas.


"Kalau bukan anda siapa yang mengatakan hal itu kepada istri sah Bowo?".


"Aku rasa Amelia tidak sebodoh anda, tidak mungkin dia diam saja saat ayahnya mau menjualnya dengan laki-laki yang sudah beristri, jllek, sudah tua pula itu" ucap Derson sambil mengejek.


"Saya tidak menjualnya saya hanya ingin Amelia hidup dengan layak".


"Hahahah itu hanya untung dianda kalau di Amelia dia rugi".


"James urus surat pemecatan situa bangka ini ,dan berikan konpensasi yang cukup supaya ia bisa berfoya-foya dan habis itu mati kelaparan, rasanya aku sudah bosan melihanya dia hidup tapi tidak berguna" ucap Derson sambil menatap James yang duduk manis disofa sambil menatap hpnya.


"baik bos, apa aku bisa keluar sekarang? akan segera aku urus surat pemecatatnya" ucap James sambil berdiri dari duduknya dan berjalan keluar.


"Urus secepatnya" jawab Derson lagi sebelum James keluar dari ruangan itu.


"Anda tua bangka yang tidak berguna silahkan kemasi barang-barang anda dan pergi dari kantor ini, saya tidak membutuhkan karwayan seperti anda, sangat buruk" ucap Derson.


"Anda tidak bisa asal memecat karyawan tanpa alasan" Harry masih sempat membela dirinya.


"Terserah saya dong, saya yang punya perusaan. sekarang anda keluar! masih bisa melihat pintu keluar kan? kalau tidak biar saya tendang keluar. rasanya saya rindu menendang manusia sampai cungkir balik" ucap Derson dengan tatapan dinginnya.


Dengan terpaksa Harry keluar dari ruangan itu, ia berjalan sambil mengepalkan tangannya, rasanya dadanya sesak saat diperlakukan tidak baik oleh Derson.


"Awas kamu sialan, akan aku pastikan kamu tidak bisa hidup tenang setelah ini" batin Harry sambil berjalan ketempat ia bekerja untuk mebereskan barang-barangnya.


Saat Harry membereskan barang-barangnya karyawan yang satu tim dengannya bukan sedih tapi merasa senang Harry bisa dipecat. karena selama ini Harry sangat dibenci mereka baik dari cara kerja maupun sikapnya kepada teman setim-nya.

__ADS_1


"Akhirnya sampah terbuang juga dari ruangan kita ini, mulai hari ini kita bisa tenang" ucap salah satu dari mereka yang ada disana.


"Betul banget itu, secara diakan orangnya tidak berguna disini, sifatnya pun buruk sekali. tidak mencerminkan kalau dia pernah bekerja sebagai posisi penting diperusaan ini" sindir mereka lagi.


"Kalian diam semua, kalian tidak usah menilai dan mengurus hidupku" bentak Harry karena tidak terima dikata-katain oleh mereka apalagi didengar langsung oleh telinganya


"Hahaha tapi itu kenyataannya" lagi-lagi mereka meremehkan Harry.


Karena sudah siap membereskan barangnya harry keluar dari ruangan itu tanpa mengambil pusing ucapan teman kerjanya barusan. ia terus berjalan sampai dilantai paling bawah ia bertemu dengan james.


"Silahkan ikuti saya menuju ruangan saya dulu baru pulang, saya akan mebri surat pemecatan sekalian konpensasi dari perusaan ini" ucap James.


"Apa tidak bisa diberikan disini saja saya malas naik ke kantai atas lagi".


"Tidak bisa ini kantor semua harus berjalan sesuai aturan" James langsung berjalan Harry mengikuti langkah James dengan kesal. ia merasa dua hari ini sial. pertama ia gagal mendapat uang dari bowo kedua dia dipecat dari kerjanya.


Sesampai diruangan James Harry langsung duduk dikursi dan didepannya ada James duduk dengan santai.


"Ini surat pemecatannya dan ini uang konpensasinya silahkan di cek" ucap Derson sambil menyerahkan 2 amplop satu amplop berwarna putih dan satu lagi amplop berwarna coklat dan dipastikan pasti isinya uang semua.


"Sudah pas kalau begitu saya permisi".


"Tunggu dulu buru-buru amat" James menahan langkah Harry yang ingin berdiri dari duduknya.


"Mulai besok dan seterusnya anda tidak akan diterima kerja dimana pun, jadi saya sarankan sebelum anda mati kelaparan gunakan uang itu dengan cara yang berguna" ucap James dengan memberi saran.


"Saya tidak butuh saran anda" jawab h2arry sinis.


"Hm... begitu ya? kalau begitu silahkan anda keluar saya sudah selesai bicara" jawab James dengan santai.


Ting.....


Notifikasi masuk kedalam hp james ia langsung membukanya dan ternyata pengirimnya adalah Derson.


"Saya pulang duluan kamu handle kantor" pesan singkat itu sudah biasa dibaca James semenjak Via hamil.

__ADS_1


James tidak membalasnya ia hanya membacanya lalu meletakkan kembali hpnya diatas meja.


James kembali melanjutkan pekerjaannya sampai sore, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. James bersiap-siap untuk pulang. sebelun pulang ia mengecek hpnya dan ternyata ada notifikasi pesan tapi tidak ia dengar karena fokus bekerja.


"Kak hari kita nginap dirumah mama ya, aku sudah ada disana aku tunggu kakak, aku juga sudah bawa baju ganti untuk kakak" begitulah isi pesan dari Lily istri kecil dari James.


"Baiklah aku akan segera kesana" James membalas pesan itu dulu baru ia bergegas pergi.


Sesampainya disana ia disabut baik oleh Lily dan Mawar, sedangkan jlJhosua dan papanya sedang bekerja dikantor.


"Kakak mandi dulu ya biar segar, aku buatkan kopi untuk kakak dulu" ucap Lily.


"Kamarnya dimana sayang?" tanya James karena ini pertama kali mereka nginap dirumah mamanya Lily.


"Ikut aku yok kak" Lily berjalan menuju kamar yang akan mereka tenpati malam ini, posisinya ada dilantai satu didekat tangga mau naik kelantai dua.


Sepertinya ini kamar untuk tamu, tapi walau begitu kamar ini rapi dipadukan dengan chat dinding yang putih bersih, dan horden yang berwarna keemasan.


"kakak kamar mandinya ada disana, kamu mandi dulu bajunya sudah aku letakkan dilemari, dan tunggu aku disini ya biar aku buatkan kopinya dulu".


"Makasih sayang" jawab james sambil menc*um pipi Lily yang sudah menjadi candunya kala mengucapkan terimakasih.


"Sama-sama kak" Lily berjalan keluar untuk mebuat kopi untuk sang suami,didapur Ia bertemu dengan mamanya yang sedang membuat kopu juga.


"Untuk siapa ma?" tanya Lily.


"Untuk suami mama dong, heheh. kamu buatkan untuk suami mu ya biar makin disayang suami" ucap Mawar sambil mengedipkan matanya.


"Ok mama" ujar Lily lalu langsung membuat kopi untuk James.


🌛🌛🌛🌛


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.


Makasih ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2