MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Kayla Wanita Kuat


__ADS_3

Yeayyyyyyyy akhirny ending udah dekettttt🤗


Saat ini Leo sedang dilanda rasa cemas. Ia takut hal-hal buruk terjadi kepada Kayla. Apalagi, kondisi Kayla saat ini sudah sangat lemah.


"Bertahan ... jika tidak untuk ku, setidaknya ... untuk anak kita, Kayla," lirih Leo tepat di telinga Kayla. "Jangan pernah berani untuk meninggalkan ku, aku mohon, Kayla ... kau harus kuat," lanjutnya.


"Tu–an Leo, dimana di–a?" lirih nya pelan, bahkan hampir tidak terdengar.


Rupanya Kayla belum menyadari bahwa orang yang mendekap tvbvh lemas nya, adalah Leo. Karna, matanya tertutup. Tubvhnya melemas. Jadi, dia tidak menyadari kehadiran Leo.


Meski begitu, ia merasa baik. Merasa nyaman, dan aman berada di pelukan seorang pria. Ia merasakan kehangatan yang selama ini ia rindukan. Ya, kehangatan pelukan Leo.


15 menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Leo masuk ke dalam, bersama Kayla yang ada di gendongannya. Segera ia meletakan tubvh lemah Kayla di brangkar yang sudah di sediakan oleh suster.


"Apa pasien mengalami kecelakaan?" tanya Dokter.


"Di–dia meminum obat penggugur," lirih Leo.


"Astaga! Untung kalian segera membawanya ke sini." ucap Dokter wanita itu, yang kini terlihat was-was.


"Suster, cepat bawa alat-alat ke ruangan operasi sekarang. Pasien harus di tangani dengan cepat!" titah Dokter itu, pada Suster di sampingnya.


Brangkar Kayla di dorong cepas oleh dua Suster. Sementara Dokter berjalan mengikutinya. Leo juga. Ia, berjalan di balakang Dokter dengan wajah yang pucat.


Leo menatap nanar brangkar yang tengah di dorong itu, lalu beralih menatap panggung Dokter wanita itu dan memegang pundaknya, berniat untuk menghentikan langkah Dokter itu.


"Ada apa?" tanya Dokter itu.


Leo membaca Name Tag yang terpasang di dada kiri Dokter itu, "Ratna. Dokter Ratna," gumam Leo.


"Ada apa?" tanya Dokter mengulangi.


"Apa dia akan selamat?" tanya Leo dengan nada yang terdengar putus asa.


Dokter Ratna tersenyum ramah menatap Leo yang terlihat kacau. "Saya akan berusaha, Tuhan punya kuasa. Jangan berhenti berdo'a untuk keselamatan nya." Dokter itu berbalik dan melanjutkan langkahnya menuju ruang operasi.


———

__ADS_1


Brak'


"SI4LAN! TIDAK BECUS!"


"Mengapa kalian membiarkan wanita itu diselamatkan?" tanya Dave dengan nada tinggi.


"Ma–maaf, Tuan. Kami, tidak mau melihat nona kesakitan," jelas Bik Sina.


Plak'


Dave menampiar pipi kiri Bik Sina dengan keras, ia mencrengkram bahu Bik Sina. "Bodoh! Aku ingin dia tersiksa, agar dia menandatangani surat perusahaan. Tapi, kalian membiarkan dia di bawa oleh Alkan, begitu? Apa kalian ingin m4ti?"


"A–ampun, Den. Kami benar-benar minta maaf," mohon Bik Sena.


"Maaf tidak bisa mengembalikan keadaan, bukan?" tanya Dave.


Dorr'


Dorr'


Dorr'


"Siapa itu?" gumam Dave.


Dave mengintip Dari jendela. Ia melihat tiga pria berbadan atletis yang sedang menggenggam pistos. Siapa mereka? Apakah Leo? Tidak mungkin dia, 'kan?


"Apa pria di luar itu Leo?" Alkan terus menatap ketiga pria itu di balik jendela. "Apa mungkin, itu Leo? Ah, rasanya tidak mungkin. Kayla sedang kritis, Leo tidak mungkin meninggalkan nya di rumah sakit.


"Sialan, aku tidak bersenjata saat ini. Aku harus kabur." Dia melangkah dengan tergesa-gesa menuju pintu belakang. Ya, akhirnya Dave bisa kabur lewat pintu belakang.


"Akhirnya." ucap Dave lega


-


Brak'


"Dimana pengecut itu?" tanya seorang pria yang baru saja mendobrak pintu.


"Di–dia kabur lewat belakang, Tuan," jawab Bik Sina.

__ADS_1


"Apa kalian terluka?" tanya pria itu.


"Tidak,"


"Ikut kami. Tuan Leo menyuruh kami untuk membwa kalian." Mereka keluar dengan langkah tegas nya.


"Siapa Leo?" tanya Bik Sina, membuat langkah pria itu terhenti.


"Dia adalah suami dari perwmpuan yang sudah kalian jaga. Dia adalah tuan kami. Dia ingin kalian segera pindah dari sini, agar Dave tidak berlaku se–enak nya kepada kalian,"jelas pria itu.


–––


Leo duduk di kursi tunggu, ia mengusap wajah nya kasar. "Tuhan ... selamatkan Kayla," gumam nya.


"Dia akan selamat, kau harus yakin. Kau sendiri yang mengatakan bahwa dia adalah wanita yang kuat." Alkan mengusap lembut punggung Leo.


"Zea dalam bahaya, kau harus segera bertindak untuk mengamankan nya," ucap Leo.


"Dia itu kuat. Dia bukan gadis lemah. Bahkan, dia pernah menghabisi salah satu anak buah ku waktu itu," jelas Alkan.


Tiba-tiba pintu ruang oprasi terbuka, menampakan sosok Dokter Ratna.


Leo yang menyadari itu segera bangkit dari tempat duduk nya dan berdiri menghadap Dokter Ratna. "Bagaimana kondisi Kayla–ku?" tanya Leo.


Dokter itu menarik nafas dalam lalu menghembuskannya. "Kita tidak bisa menyelamatkan keduanya. Salah satu dari mereka harus pulang. Jika kita memilih bayi nya, kemungkinan besar, ibu nya tidak akan selamat," jelas Dokter Ratna.


"Tidak! Lakukan apapun untuk Kayla!" sentak Leo.


"Dia harus selamat!"


"Maaf Tuan, anda adalah suaminya, siapa yang akan anda prioritaskan? Bayi nya, atau ibu nya?" tanya Dokter itu.


"Ibunya!" sentak Leo.


——


Gimana part ini?? Author bikin emosi kalian memuncak gak? atu bikin kalian was-was?


kayla selamat gak ya xixixi🤭

__ADS_1


__ADS_2