MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Penculikan Kayla


__ADS_3

"Lepaskan!" teriak Kayla.


"Ssst, aku tidak akan menyakitimu" ucap seseorang berjubah hitam.


"Aku tidak mau hartamu. Aku akan memberimu kejutan yang tidak terduga. Tunggulah!" kata pria berjubah hitam yang duduk membelakangi Kayla.


Saat pria itu berbicara, rasanya Kayla pernah mendengar suaranya. Seperti tidak asing di telinganya. Siapa pria itu sebenarnya?


"Haha itu benar. Untuk kali ini kami tidak akan menyakitimu. Kami, hanya akan memberimu kejutan besar" ucap wanita berjubah dan bertopeng. Lalu pergi dari ruangan.


–—–


"Dimana Kayla–ku? Katakan!" bentak Leo yang baru saja turun dari mobil.


"Di dalam rumah itu, Tuan. Hati-hati, para anak buahnya bertubuh kekar. Aku juga melihat mereka membawa s3njrta t4j4m." ucap sopir yang berhasil mengikuti mobil yang menculik Kayla.


"Aku tidak peduli! Sekali–pun dibayar dengan nyawa, aku rela. Ini demi Kayla–ku." Leo buru‐buru masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu besar itu. Tetapi tampak sangat kumuh.


Melihat Tuan–nya masuk seorang diri kedalam rumah itu, sopir itu langsung menelpon Alkan untuk segera membantu Tuan–nya.


———


"KAYLA!" teriak Leo. Berharap Kayla mendengar suaranya.


"Tuan. Tuan Leo datang" gumam Kayla


"Tuan, aku disini! Tolong aku tuan!" teriak Kayla. Leo yang mendengar panggilan Kayla, langsung saja berlari kearah sumber suara.


Saat berada di ambang pintu, Leo melihat Kayla yang tengah duduk di kursi dan kedua tangannya diikat kuat. Leo hendak menghampiri Kayla. Tapi tiba-tiba


Bruk'


Dua orang bertubuh kekar menghajar Leo. Orang ini sepertinya bukan orang biasa, sangat terlatih dalam memukul. Salah satu dari dua orang bertubuh kekar itu menarik kerah kemeja Leo dan langsung meninju p3rvt Leo dengan kuat sampai membuat Leo terkapar di lantai.


"Akhh" ringgis Leo yang sudah terkapar di lantai.


Itu masih belum berhenti. Kedua orang kekar itu memukul setiap sudut wajah Leo, hingga hidung dan sudut bibirnya b3rd4rah.


"Manusia licik. Kalian licik!" pekik Leo.


"Tentu saja kami licik. Menghadapi mafia b3j4d sepertimu harus menggunakan cara yang licik bukan?" ucap seseorang berjubah dan bertopeng yang tiba-tiba datang.


"Aku akan membalas ini semua!" teriak Leo.


"Tidak. Kau tidak akan memiliki kesempatan untuk membalasku Leo. Aku sudah selangkah di depanmu. Jadi, harapanmu untuk membalas ini semua, tidak akan pernah terjadi" ucap pria bertopeng itu.


Pria bertopeng itu berjalan mendekati Kayla. Ia mengeluarkan p1st0l dan menempelkannya di kepala Kayla. Leo yang melihat itu menjadi panik. Seketika keringat dinginnya bercucuran. Ia tidak pernah merasa segelisah ini sebelumnya. Tapi, untuk keselamatan Kayla, tentu saja Leo sangat mengkhawatirkannya.


Leo hendak menghampiri pria itu. Rasanya Leo ingin mencabik-cabiknya. Tapi dua orang menghajarnya tadi malah menahannya. Hingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Tu–tuan, aku takut"


"Lepaskan dia! B4J1NG4N" umpat Leo.


"Tentu saja aku akan melepaskannya. Tetapi dengan satu syarat" pria bertopeng itu tersenyum menyerigai di balik topengnya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Kayla dengan suara gemetar.


"Sebuah kebenaran" jawab pria bertopeng itu.


"Kebenaran apa maksudmu?" tanya Kayla.


"Leo, aku akan m3nemb4k istrimu jika kau berbohong. Aku mengetahui semua rahasiamu. Jadi, aku tau kapan kau bohong dan kapan kau jujur." jelas pria bertopeng itu.

__ADS_1


"Lepaskan dia! Jauhkan senjata itu!" teriak Leo


"Apa kau mengenal Tuan Adijaya? Ayah kandung istrimu ini" tanya pria bertopeng itu.


"Gawat! Dia menjebakku. Apa yang harus aku lakuakan? Aku akan mencoba untuk berbohong saja" pikir Leo.


"A–aku tidak mengenalnya" jawab Leo.


Mendengar jawaban yang tidak benar dari mulut Leo pria bertopeng itu langsung mengeluarkan pisau kecil dari saku di jubahnya. Ia menggores lengan Kayla dengan p1sru itu.


"Akhh, sakit" ringis Kayla. Tangannya benar-benar b3rdarah karna p1s4u itu.


"Maaf Nona cantik, ini semua karna suamimu yang tak mau berkata jujur. Jadi, aku terpaksa melukaimu" ucap pria bertopeng itu.


"Aku tanya sekali lagi. Apa kau mengenal Tuan Adijaya?" sekali lagi pria bertopeng itu bertanya kepada Leo.


"Ya" jawab Leo singkat.


"Apa kau yang telah membvnvhnya?" tanya pria bertopeng itu.


"A–aku... aku tidak tau itu." jawab Leo yang sangat kebingungan.


Sreett'


Lagi-lagi pria itu melukai Kayla dengan pisaunya. Kali ini tepat di bahu Kayla.


"Akhh, behenti... aku mohon hiks" pinta Kayla.


"Jangan melukainya bodoh!" teriak Leo pada pria bertopeng itu.


"Aku tidak melukainya. Jawabanmu–lah yang telah membuatku melukainya" jelas pria bertopeng itu.


"Baik! Aku akan menjawab semua pertanyaanmu dengan jujur." pekik Leo.


"Ya! Akulah pembvnvh sebenarnya. Aku yang telah men3mb4k Tuan Adijaya hingga t3was!" bentak Leo.


Degh'


"Tuan... Jadi... kau-" lirih Kayla. Berbarengan dengan itu air matanya lolos dengan sempurna di pipi bulatnya.


"Hahaha. Bagus Leo! Bagus!" pria bertopeng itu bersorak atas kemenangannya. Inilah tujuannya menculik Kayla. Ia menginginkan pengakuan dari mulut Leo.


"Kayla, aku bisa menjelaskan semuanya" lirih Leo menunduk tanpa melihat kearah Kayla.


Harapan untuk kembali bahagia terasa sirna untuk Kayla. Ia menganggap Leo adalah secerca cahaya. Ia menjadikan Leo sebagai raja di hatinya. Tapi, setelah ia mendengar pengakuan dari mulut Leo, seketika itu juga hatinya hancur ia sangat murka terhadap Leo.


–—–


Tiba-tiba Alkan dan para anak buahnya datang. Ia membawa banyak anak buah tentunya. Tapi, situasi getir telah berakhir. Tidak ada gunanya Alkan membawa para anak buahnya.


Pria bertopeng itu menyadari kedatangan Alkan dan para anak buahnya. Ia dan para anak buahnya langsung pergi melarikan diri begitu saja meninggalkan Kayla yang diikat, dan Leo yang duduk di lantai sembari menunduk di hadapan Kayla.


"Apa yang terjadi?" tanya Alkan. Tapi pettanyaannya tidak di jawab oleh Kayla dan Leo.


Alkan segera membuka tali yang mengikat pergelangan tangan Kayla," Kenapa kau tidak membukanya?" tanya Alkan pada Leo. Tapi, lagi-lagi pertanyaanya tak dihiraukan oleh Leo.


"Tunggu apa lagi? Ayo kita pulang," ajak Alkan.


Alkan membantu Leo berdiri. Leo sudah sangat terluka. Di wajahnya penuh dengan darah. Sementara Kayla, dia diam saja tak berkutik walaupun melihat suaminya sedang kesakitan.


–––


Kini ketiga orang itu sedang dalam perjalanan pulang. Hening di dalam perjalanan mereka. Tak ada sepatah kata–pun yang keluar dari mulut Leo dan Kayla. Mereka saling mengacuhkan.

__ADS_1


"Ada apa dengan kalian? Apa kalian sedang latihan menjadi bisu?" tanya Alkan. Tapi pertanyaanya tidak di jawab oleh Leo dan Kayla.


Diperjalanan, Kayla mengelus-elus p3rvt buncitnya. Sesekali mengusap d4r4h yang mengalir di tangannya karna ulah pria bertopeng. Perih? Tentu saja perih. Tapi rasa perih di tangannya tidak sebanding dengan perih di hatinya kala ia mengetahui Leo–lah yang membvnvh ayahnya.


"Sepertinya ada yang tidak beres" batin Leo


Setelah mereka sampai di kediaman Leo. Alkan keluar dari mobil. Ia hendak membantu Leo berjalan. Namun, saat Alkan akan membantu Leo,leo menggeleng. Ia menolak bantuan Alkan.


Leo tertatih ketika hendak menghampiri Kayla yang baru saja keluar dari mobil. Ia hendak menggenggam tangan Kayla. Tapi, dengan cepat Kayla menjauhkan dirinya dengan Leo.


"Menjauh! Dasar p3mbvnvh!" pekik Kayla.


"Kayla, waktu itu aku keliru" ucap Leo dengan nada memelas.


"Aku tidak ingin berbicara dengamu lagi!" bentak Kayla lalu pergi meninggalkan Leo.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alkan.


"Dia... sudah mengetahui semuanya" lirih Leo.


"Bagaimana bisa?"


"Semua terjadi begitu saja. Aku terpaksa mengungkap kebenaran itu dari mulutku sendiri." tutur Leo.


Leo berjalan menuju pintu rumah mewah itu dangan langkah yang tertatih sembqri memegang perutnya yang kesakitan. D4rah di wajahnya belum kering. Masih banyak lembab di sana.


Leo duduk di kursi. Ia melamun memikirkan Kayla. Luka-lukanya tak dihiraukan–nya. Dia begitu menghiraukan Kayla. Bagaimana ini? Apa yang akan Kayla lakukan kepadanya setelah mengetahui semuanya?.


"Diamlah! Aku akan mengobatimu" ucap Alkan yang duduk di sebelah Leo dan membuka kotak P3K.


"Suruh Maid untuk mengobati luka Kayla. Ia juga terluka. Tanggan–nya di gores p1s4u oleh pria licik itu" lirih Leo.


Sesuai dengan keinginan Leo. Alkan menyuruh Mila untuk mengobati Kayla.


–––


Tok'


Tok


Tok'


"Nona! Tolong buka pintunya. Ini aku Mila!"


Kayla beranjak dari tempat duduknya. Ia membukakan pintu untuk Mila, "Ada apa?" tanya Kayla dengan tatapan sendu.


"Nona, kau menangis?" tanya Mila yang melihat pipi Kayla yang basah.


"Tuan Alkan memintaku mengobati luka–mu" kata Mila.


"Apa aku boleh masuk Nona?"–Kayla mengangguk membukakakn pintu untuk Mila.


Mila menuntun Kayla untuk duduk di pinggiran tempat tidur. Ia menarik tangan Kayla yang terluka dengan pelan-pelan. "Aku akan mengobatinya" ucap Mila.


"Mila, kau tau se–perih apa hatiku saat ini? Perih di tanganku tidak sebanding dengn luka di hatiku" lirih Kayla.


"Ada apa? Kau bisa menceritakan semuanya kepadamu. Aku siap mendengarkanmu" ucap Mila.


"Dia... M4fia yang kau anggap baik itu, telah melenyapkan ayahku" ucap Kayla. Berbarengan dengan itu juga, air mata Kayla kembali terjun membasahi pipinya.


"Apa? Mungkin ini keliru. Itu tidak mungkin Nona"


"Dia yang sendiri yang mengakuinya" ucap Kayla.

__ADS_1


Kayla menceritaka semua yang terjadi padanya dan Leo. Ia juga menceritakan tentang p3mbunvhan itu. Mila sedikit tidak percaya. Tapi, ini adalah kebenaran.


__ADS_2