MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 57


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Iya kak, ini juga mau pergi istirahat" jawab Lily tapi badannya masih betah duduk disofa.


"Kalau mau istirahat langsung gerak" protes James.


"Bawel banget sih" jawab Lily dan segera berdiri dari duduknya menuju kamar. tapi saat kakinya melangkah menuju kamar James seketika dia sadar kalau dia malam ini sudah bisa tidur dikamarnya.


"Kalau masih mau tidur disini tidak apa-apa" ucap James yang datang dari belakang Lily.


"Achhh nggak usah kak" jawab Lily dan langsung memutar arah badannya menuju kamar miliknya.


******


Waktu berjalan begitu cepat sudah seminggu Lily dirawat dirumah dalam pemulihan dari masa keguguran kemaren, dan hari ini Lily sudah bisa kembali kekampus untuk melanjutkan kuliahnya, dan sampai saat ini juga sepasang suami istri itu belum mengurus surat cerai dan keduanya menjalani kehidupan sendiri-sendiri tanpa membahas rumah tangga mereka untuk selanjutnya.


"Kak derson hari ini Lily mau nyetir mobil sendiri lagi ya" pinta Lily pada Derson yang sedang meng-lap bibirnya dari sisa makanan.


"Apa James tidak bisa mengantar dan menjemputmu?".


"Bisa kak, tapi aku pengen sendiri" ucap Lily sedangkann James hanya diam mendengar percakapan kakak adik itu.


"Tidak bisa, setiap kekampus kamu akan diantar oleh James dan dijemput James juga, dan pengawal kemaren akan selalu mengawasi mu. sudah dua kali kakak mengusulkan pengawal untukmu tapi kamu selalu menolaknya".


"Tapi kak"


"Nggak ada tapi-tapian" ucapan Derson tidak mau dibantah lagi.


Pagi yang cerah ini sepasang suami istri itu sudah berangkat dengan aktivitas mereka hari ini, sedangkan Derson dan Via masih stay dirumah mengingat hari ini Via ada pemeriksaan oleh dokter Fani.


Dan kebetulan dokter Fani lewat dari arah kamar menuju dapur Derson langsung memanggilnya.


"Dokter....".


"Iya tuan".


"Jam berapa Via diperiksa hari ini?".


"Nanti jam 10 pagi tuan, nanti saya tunggu diruangan biasa" jawab Fani dengan sopan lalu membungkukkan badannya.


"Baiklah kamu boleh pergi".


"Saya permisi tuan, nona" ucap dokter Fani sambil tersenyum kearah Via.


Karena jam masih menunjukkan jam 8 kurang, Derson mengajak Via berkeliling rumah supaya tidak bosan menunggu jam 10 pagi.


"Sayang mudah-mudahan ya pemeriksaan pagi ini aku sudah sembuh total" ucap Via sedang raut wajah yang bahagia.


"Iya sayang, tapi apapun hasilnya kamu harus tetap bersykur dan bahagia karena aku akan selalu setia menemani mu sampai sembuh total" ucap Derson.


Dret...dret....

__ADS_1


Getaran hp disaku Derson membuat kedua orang itu berhenti bicara, ternyata yang menelfon Derson adalah James yang sudah berada dimobil menuju kampus Lily.


"Ada apa?".


"Boss kunjungan kita keluar kota minggu lalu sepertinya hari ini harus kita tinjau langsung, dan ada juga yang harus boss tandatangi berkas ini yang sangat penting" ucap James dari seberang telfon.


"Apa tidak bisa jika kamu sendiri yang pergi kesana? aku masih menemai Via untuk cek".


"Tidak bisa, jam 9 kita sudah berangkat aku tunggu dikantor ya".


Klik... James mematikan telfon dengan secara sepihak membuat Derson kesal.


"Yang jadi boss nya siapa sih?".


"Hahah jangan marah gitu, kamu bisa pergi sekarang aku bisa kok cek sendiri lagian cek juga dirumah ini" ucap Via sambil mengusap lengan Derson.


"Apa kamu tidak keberatan aku pergi?" tanya Derson dan dijawab gelengan kepala oleh Via.


"Terimaksih sayang"


Cup....


Derson menc*um pipi Via lalu berlari pergi kekamarnya untuk menghindari amukan dari Via karena menc*umnya disembarang tempat. setelah derson selesai mengganti baju santainya dengan baju formal Derson langsung berpamitan pada Via yang saat ini menonton diruang tamu.


"Sayang aku pergi ya".


"Iya sayang kamu hati-hati ya"


Setelah kepergian Derson Via berjalan kearah kamar dokter Fani, menonton terus menerus membuat via sedikit bosan.


Via mengetuk pintu yang dibukakan oleh dokter Fani yang masih memakai baju tidur, sepertinya dokter Fani belum mandi pagi terlihat dari wajahnya yang masih kusut.


"Ehhh ada nona Via, ada apa nona datang kekamar saya?".


"Tidak ada aku hanya ingin mengajakmu pergi ke mall siang ini bosan dirumah terus" ucap Via yang saat ini masih berdiri diambang pintu.


"Owhhh tidak masalah nona, kita pergi jam 11 siap pemeriksaan".


****


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11 Via juga sudah selesai diperiksa dokter Fani, dari hasil pemeriksaan Via belum sembuh total masih butuh pengobatan selanjutnya.


Tapi karena mengingat ucapan Derson kalau Via harus selalu bersykur dan bahagia akhirnya Via enjoy saja saat mendengar hasil pemeriksaan.


Dokter Fani bersama Via sudah duduk manis dikursi penumpang dan disupiri oleh supir pribadi khusus untuk Via.


Mobil mewah itu sudah mulai meninggalkan halaman rumah milik Derson dan kini mobil itu mulai membelah jalanan yang ramai akan mobil yang berlewatan.


Dokter Fani dan Via sudah mulai memasuki mall mereka berkeliling didalam mall tanpa tujuan sampai keduanya merasa lapar dan memutuskan makan siang di sebuah restoran terkenal.


Via dan dokter Fani duduk disalah satu meja kosong tepat dipojok restoran, keduanya memesan makanan yang sama dan minuman yang sama yaitu sushi dan minuman capucino.

__ADS_1


Sambil menunggu pesanan datang keduanya saling berbincang.


"Apakah dokter Fani sudah menikah?".


"Saya belum menikah nona, belum ada yang cocok" jawab dokter Fani dengan malu-malu.


"Dimana orang tua dokter Fani tinggal saat ini?" lagi-lagi Via bertanya tentang dokter Fani itu.


Tapi sebelum Fani menjawab ada suara bariton laki-laki yang memanggil nama Via.


"Hay Via, kamu makan disini juga".


"Iya... kamu sama siapa kesini?" tanya Via saat melihat Jhosua datang dari arah bekalang Fani.


"Hanya sendiri dan kebtulan mau makan disini. boleh gabung nggak?" tanya Jhosua.


"Boleh" jawab Via sambil mempersilahkan Jhosua duduk disampingnya.


Setelah makanan yang mereka pesan masuk kedalam perut dan istirahat sebentar, ketiganya memutuskan pulang kerumah, tapi siapa sangka saat Via berjalan menuju mobilnya tanpa sengaja juga ia bertemu dengan Amelia anak dari paman Harry.


"Hay Via bagaimana kabar mu?" sapa Amelia ramah.


"Aku baik-baik saja, bagaimana kabar tante Marry?" tanya Via basa basi.


"Mama baik-baik saja, tapi akhir-akhir ini mama sering demam".


"Sudah dibawa kerumah sakit?".


"Sudah".


"Kalau begitu aku permisi ya, titip salam buat tante" ucap Via lalu pergi dari hadapan Amelia menyusul dokter Fani yang sudah menunggunya dimobil.


Amelia yang merasa diabaikan oleh Via merasa geram.


"Mentang-mentang sudah hidup bagagia, bicara pun sangat irit, dasar orang baru kaya" umpat Amelia kesal.


Dengan rasa kesalnya Amelia kembali melangkahkan jalannya menuju dalam mall untuk menjumpai kawan-kawannya.


Sedangkan mobil yang ditumpangi Via kembali melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Aderson, dokter Fani dan Via tidak banyak bicara mengingat dokter Fani harus menjaga sikap didepan Via.


🌛🌛🌛


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


Like


Komen


Favorite


kasih Vote

__ADS_1


Hadiah bunga mawar


Jangan lupa kasih bintang 5 kalau suka dengan cerita ini


__ADS_2