
"Anak mama sudah bangun ya? tumben malam ini anak mama nggak bangun tengah malam" ucap Amelia sambil mengangkat Akira dari ayunan.
"Akira tau kalau mama dan papanya sedang meraskan kasmaran" jawan Davis saat mendengar Amelia berbicara dengan Akira. lalu ia bergerak dari ranjang menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya.
"Akira tau ya kalau mama sama papa sedang kasmaran hm...?" tanya Amelia, sambil menggedong Akira dan di bawa keluar dari kamar padahal ia belum mandi.
Sesampai diruang keluarga Akira langsung diminta Mira untuk digendong, Akira cucu pertama untuk Mira, Mira juga sangat menyukai Akira karena tidak rewel orangnya.
"Cucu nenek, sini nenek yang gendong ya" ucap Mira lalu menjulurkan tangannya dan disambut hangat oleh anak kecil itu.
"Wah... cucu nenek pintar ya" puji Mira.
"Buk aku kekamar dulu ya" ucap Amelia lalu ia berjalan untuk kembali kekamar.
Saat Mira dan Akira bermain-main Via dan Derson juga keluar dari kamar tamu sambil membawa anak mereka.
"Bagaimana tidur kalian? apa bisa tidur dengan nyenyak?" tanya Mira.
"Hehe kami tidur nyenyak kok buk, ohh iya? yang lain mana buk?".
"Masih dikamar masing-masing, lagi mandi mungkin sebelum sarapan".
"Owhh" jawab Via sambil manggut-manggut, lalu ia berjalan kesofa untuk mendudukan badannya.
Amelia dan Davis sudah meluar dari kamarnya, begitu juga Marry, Via dan Derson segera pamit pulang karena hari ini Derson ada pekerjaan dikantor yang harus dikerjakan.
"Apa nggak nunggu sarapan dulu nak?".
"Nggak usah tante kami sarapan dirumah saja".
"Baiklah kalian hati-hati dijalan ya".
Selesai berpamitan Via dan Derson pergi dari ruang tamu itu menuju mobil mereka yang terparkir didepan rumah Davis.
Derson membuka pintu untuk Via lalu ia menyusul masuk kedalam.
"Sini Mom biar daddy yang pangku Devi" ucap Derson.
__ADS_1
"Nggak usah dad biar aku saja".
Mobil yang dikendarai supir pribadi derson itu mulai melaju dengan kecepatan sedang menjelajahi jalanan menuju rumah Aderson.
Didalam mobil Devi selalu berbicara nggak jelas membuat mobil itu terasa rame, padahal satu katapun belum ada yang pas diucapkan oleh Devi tapi hal itu sudah membuat Via dan Derson merasa senang.
"Ngomong apa anak daddy hmm?" tanya Derson.
Devi terus berbicara tidak jelas sambil menggerak-gerakkan tangan dan kakinya membuat gelang yang ada ditangan Devi berbunyi. dan suara gelang itu membuat Devi makin bersemangat untuk menggerakkan tangannya.
"Devi senang ya, nanti mommy beliin lagi gelang yang lebih cantik ya, biar Devi makin senang" ucap Via.
Tanpa terasa perjalanan mereka ditemani oleh Devi jadi tidak berasa dan ternyata sekarang mereka sudah sampai didepan rumah Aderson.
*****
Ditempat lain saat ini pasangan suami istri sedang tidur dengan pulas padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. mereka tidak sadar kalau hari sudah mulai siang dan juga cahaya matahari sudah masuk kedalam kamar mereka lewat celah horden yang ada dikamar itu.
Tok...tok...tok...
Suara ketokan pintu membangun kedua sejoli itu dari tidurnya. James langsung melihat jam diatas nakas sedangkan Lily masih menguap dan merentangkan tangannya.
"Kita terlambat bangun" lagi-lagi keduanya berbicara dengan sama-sama.
Keduanya langsung berlari kekamar mandi untuk melaksakan ritual mandi.
"Kak aku duluan" Lily menarik James yang hendak masuk kedalam kamar mandi.
"Kakak mau kekantor sudah terlambat ada pelerjaan yang mendesak" jawab James.
"Kak hari ini aku ada ulangan matematika aku duluan ya" ucap Lily ingin masuk tapi ditahan oleh James.
"Ok... ok.... kita mandi bareng saja biar cepat" ucap James memberi solusi.
"Nggak.... nggak mau, nanti kakak macam-macam lagi" tuduh Lily.
"Astaga sayang, ini sudah buru-buru nggak ada waktu untuk macam-macam, kalau kamu mau cepat ayok kita mandi bareng kalau nggak kamu mandi setelah aku selesai" ucap James dan masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Mau tidak mau Lily akhirnya mengalah dan ikut mandi bareng dengan James, ternyata saat dikamar mandi keduanya masih menyabun badan mereka shower mati secara tiba-tiba.
"Yahh airnya kok mati sih kak?".
"Iya ya kok mati?" James memutar-mutar keran air itu tapi tak kunjung hidup.
"Aiss... aku lupa pagi inikan ada pemadaman PDAM sampai jam 10" ucap Lily lalu segera berlari ke buthtub karena tadi malam ia sempat mengisi buthtub tapi tidak jadi mandi.
Lily menceburkan badannya disana sampe bersih dari sabun-sabun itu, tidak kalah dengan James ia juga membersihkan badannya seperti Lily, lalu keduanya tertawa bareng karena kokonyolan mereka.
"Haha...kok jadi lucu ya sayang" ucap James.
"Haha... iya kak, untung tadi malam aku isi buthtub ini kalau nggak sudah dipastikan sabun ini akan kering dibadan kita" jawab Lily.
Air yang tadinya jernih kini berubah jadi air yang keruh akibat sabun dari badan mereka berpindah ke air di buthtub itu.
Setelah merasa sudah bersih, mereka memakai handuk dan segera memakai baju untuk memulai aktivitas hari ini.
"Kak aku sarapan dikampus saja, tapi antar aku dulu ya baru kakak kekantor" ujar Lily yang saat ini meyisir rambut panjangnya.
"Udah cepat kalau mau diantar aku udah telat nih sayang" ucap James lagi lalu ia segera keluar dari kamar untuk mengambil mobilnya dari bagasi terlebih dahulu.
Lily menunggu James diteras rumah sambil menunggu James ia beberapa kali mengecek jam ditangannya.
"Aduh 30 menit lagi ulangan akan dimulai, bagaimana ini?" batin Lily sudah mulai gelisah.
"Ayok cepat" ucap James dari dalam mobil, tanpa banyak bicara Lily langsung berlari mendekati mobil dan segera masuk kedalam.
"Kak cepat ya, aku udah mau telat ni".
"Sabar sayang, aku juga sudah telat seharusnya aku sampai jam 8 dikantor dan aku sudah telat 1 jam lebih" ujar James dan mulai mejalankan mobilnya.
Didalam mobil Lily terus mengoceh dan ingin cepat sampai, sesampainya disana tanpa pamit Lily langsung berlari ke kelasnya. dan hasilnya masih sama seperti tadi zonk, ternyata dosen yang mengajar matematika tidak bisa hadir hari ini dan ulangan diundur jadi minggu depan.
"Si*l banget sih hari ini, mulai dari bangun tidur sampai sekarang selalu sial mulai dari telat bangun, air mati, dan sekarang nggak jadi ulangan padahal aku buru-buru dari rumah" omel Lily.
"Udah gitu hari ini cuma satu mata kuliah lagi, terpaksa deh aku pulang saja. hmm.... aku kekantor kak James aja achh... dari pada bosan dirumah" batin Lily lalu ia berjalan ke gerbang kampus untuk menyetop taksi yang lewat agar ia bisa menyusul james dikantornya.
__ADS_1
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya