
🌛🌛🌛
"Aku hanya ingin memastikan kalau dia tidak jadi menikah dengan Bowo".
"Amelia tidak jadi menikah dengan Bowo tapi dengan laki-laki lain yang tidak ia kenal sama sekali, dan kalau nggak salah dia slah satu anak buah Bowo" jawab Marry.
"Bagaimana bisa?".
"Tanya pada dirimu sendiri, jangan tanya aku" jawab Marry dan langsung pergi dari hadapan Harry.
"S*al bagaimana bisa seperti ini, gagal semua rencana ku memiliki uang yang banyak" ucap Harry marah-marah sendiri. lalu Harry berjalan meninggalkan rumah rumah itu menuju kontrakannya.
*******
Malam semakin larut seorang bumil itu tidak bisa tidur mulai jam 10 malam tadi ia seperti menginginkan makanan tapi karena Derson sudah tidur Ia mencoba menahan seleranya ternyata tidak bisa.
"Aku pengen makan mie aceh" batin Via tapi ia enggan membangunkan Derson, Via memutar-mutar badannya untuk bisa tidur tapi tidak bisa.
Merasa ada pergerakan yang tidak henti-henti Derson membuka matanya dan benar saja saat ini via sedang memutar-mutar badannya mencoba untuk tidur.
"Sayang kenapa" tanya Derson dengan suara khas bagun tidurnya.
"Yank aku pengen makan mie aceh" ucap Via pelan ia takut Derson menolak keinginannya.
"Lapar ya? atau hanya pengen saja?".
"Pengen saja tapi nggak bisa tidur jadinya".
"Kamu pake jaket yang tebal ya, kita cari yang jual mie aceh yang masih buka" ucap Derson langsung bergerak dari tidurnya.
Via sangat senang ternyata Derson tidak marah padanya malah mengajaknya untuk mencari makanan tersebut, Via mengikuti langkah kaki Derson menuruni anak tangga sampai mereka berada didalam mobil.
Derson mulai menjalankan mobilnya kejalan raya, hampir semua jalan dikelilingi mereka tapi lapak mie aceh semuanya tutup.
"Sayang kita cari 15 menit lagi ya, kalau sudah habis besok aku janji membelikan mie aceh untukmu" bujuk derson.
Derson terus melajukan mobilnya dan tepat didetik-detik mereka akan berhenti mencari mie aceh ternyata ada satu warung yang buka 24 jam dan disana ada disediakan mie aceh.
"Sayang itu ada yang jual" ucap Via dengan girang.
"Sayang kamu mau mie aceh kuah, atau goreng? kamu tunggu disini saja aku yang beli" ucap Derson sebelum keluar dari mobil.
"Mau mie aceh kuah yank, 2 porsi ya sayang".
__ADS_1
"Iya sayang, kamu tunggu disini ya" Derson langsung keluar dari mobil berjalan ke dalam warung itu.
"Mbak pesan mie aceh kuah 3 ya" ucap Derson sopan kepada wanita yang masih muda itu.
"Silahkan duduk dulu pak, mau makan disini atau dibungkus?".
"Dibungkus saja mbak, saya tunggu dimobil saja ya mbak, itu mobil saya didepan" ucap derson menunjukkan keberadaan mobilnya.
Sebelum pergi Derson terlebih dahulu membayar mie aceh itu, lalu ia kembali kedalam mobil menemui sang istri.
"Nggak ada ya sayang?" tanya Via saat melihat Derson tidak membawa apa-apa.
"Ada kok sayang lagi dibuatkan mbaknya".
"Mbak-mbaknya cantik nggak tadi yank?".
"Cantik tapi tidak secantik istriku" goda Derson padahal ia tidak memperhatikan wajah mbak-mbak yang ia ajak bicara tadi.
"Bohong, pasti lebih cantik diakan?".
"Serius lho sayang aku nggak bohong".
Tok....
Tok...
Derson membuka kaca mobil dan mengucapkan terimakasih dengan senyum manisnya saat selesai meminta mie aceh itu.
"Sayang kamu kok tersenyum, gatal kamu ya?" tuduh Via.
"Sayang aku hanya ingin bersifat ramah saja berhubung aku tidak lagi derson yang dingin dan kejam" jawab Derson hal itu membuat Via hanya diam, ia juga memilih derson yang ramah dari pada Derson yang kejam dan dingin.
******
Dimeja makan saat ini Derson dan Via menikmati mie aceh yang mereka beli, Derson yang tadinya tidak lapar jadi ikut lapar pas memesan mie aceh itu.
Sedangkan Via menikmati mie acehnya dengan diam, dia memesan 2 porsi dan 2 porsi habis ludes dimakan Via sampai ia merasa sangat kenyang.
"Akhirnya tercapai juga keingan ku malam ini" ucap Via sambil menggosok perutnya yang sudah kenyang.
"Berarti sudah bisa tidurkan sayang?" tanya Derson memastikan.
"Sudah sayang, ayok kita kekamar" ajak Via.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam Derson dan Via bergegas untuk tidur dan malam ini via tidur dengan nyenyak sampai jam 8 pagi baru bangun.
Saat Via bangun ia tidak melihat ada Derson disampingnya, ia langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, lalu turun kemeja makan untuk sarapan disana ia juga tidak menemukan Derson.
"Pak.... Derson dimana kok nggak ada dirumah?" tanya Via kepada salah satu pelayan.
"Tuan ada urusan kantor yang mendadak, katanya nanti siang tuan akan pulang".
"Kalau begitu panggilkan dokter Riri kami mau sarapan bareng".
Pelayan itu langsung berjalan kearah kamar dokter Riri, dokter kandungan yang stanbay dirumah Aderson untuk menangani Via jika terjadi sesuatu mengingat Via baru sembuh dari penyakitnya.
Tidak menunggu lama dokter Riri datang dengan baju santainya menemui Via dimeja makan.
"Non via manggil saya?" tanya Riri dengan sopan.
"Iya, kita makan bareng yok, nggak enak makan sendirian" ucap Via sambil mulai menyendokkan nasi kedalam piringnya begitu juga dengan dokter Riri, ia mulai mengisi piringnya lalu memakannya.
"Dokter Riri nggak mau jalan keluar gitu, dirumah terus nggak bosan ya?" tanya Via saat keduanya sudah siap makan.
"Hehe aku kurang suka jalan, lebih betah didalam rumah saja non" jawab dokter Riri dengan sopan.
"Owhhh begitu ya, dokter Riri sudah menikah?".
"Sudah non anak saya sudah kelas 1 SD sekarang".
"Kenapa dokter mau meninggalkannya?".
"Namanya juga ada pekerjaan harus siap dengan kosikuensinya, makanya 2 kali sebulan saya pulang untuk menjenguk anak dan suami saya" jawab dokter Riri.
"Enak ya? anak dokter Riri sudah besar".
"Hehe iya non, saat melihat anak itu yang membuat saya bertambah giat dalam bekerja, itu saya jadikan jadi peyemangat saya".
Pagi ini Via seperti wartawan menanyakan semua tentang kehidupan dokter Riri, untung Riri orangnya sabar jadi ia menjawab semua pertanyaan Via dengan detail.
"Dok aku pergi dulu ya mau istirahat dikamar saja" ucap Via lalu bergegas dari meja makan menuju kamarnya.
Begitu juga dengan dokter Riri saat Via pergi kekamarnya ia bergegas menuju kamarnya sesampai dikamar ia langsung mengambil hp, tadi saat dipanggil Via ia sedang vidio call dengan suami dan anaknya.
Dokter Riri memutuskan untuk menelfon kembali suaminya untuk menghilngkan rasa rindu yang sudah lebih seminggu ini riri tahan. Riri tidak pulang kerumah selama lebih seminggu dan menunggu 3 hari lagi Ia baru bisa bertemu kembali dengan anak dan suaminya. setelah siap menelfon ia memutuskan istirahat karena hari ini ia tidak ada jadwal memeriksa Via ia hanya stan bay saja disana.
🌛🌛🌛
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.
Makasih ❤❤❤