MAFIA KEJAM JATUH CINTA

MAFIA KEJAM JATUH CINTA
Bab 87


__ADS_3

🌛🌛🌛


"Biarin sajalah sayang itu bukan urusan kita lagi" ucap Derson cuek.


"Sayang.... kasian Amelia kalau kita tidak membantunya" ucap Via sambil meletakkan kembali hp ke atas nakas.


"Jangan terlalu mengasihani orang yang tidak tau diuntung, kamu belum tau sifat asli sepupu mu itu, dia itu tidak baik" jawab Derson.


"Dia baik kok sayang, selama kami bersama ia selalu bersikap baik kepada ku" ucap Via, karena memang dulu sifat Amelia kepadanya baik dalam sehari-hari.


"Tapi kali ini aku tidak mau membantunya, biar saja dia menikah dengan laki-laki tua itu".


"Biarin aja dia nikah sama laki-laki tua itu, biar tau rasa dia supaya tidak gatal pada suami orang" batin Derson sambil tersenyum senang.


"Sayang tidak boleh seperti itu, jangan bahagia diatas penderitaan orang lain" Via memperingati Derson saat melihat senyum terbit dibib*r manis Derson.


"Iya iya nggak senang pun, udah ayok tidur" ucap Derson menepuk tangannya supaya Via tidur membantalkan tangan kekarnya.


"Nanti tangan kamu keram sayang".


"Sampe kamu tidur saja habis itu aku letakkan diatas bantal" ucap Derson agar Via tidak menolak.


"Baiklah sayang" Via meletakkan kepalanya tepat ditangan Derson dan wajahnya menghadap dada bidang Derson, untung Derson pakai baju kalau tidak pasti Via langsung melahapnya mengingag minggu ini Via sering kali meminta jatah kepada Derson.


Sebelum tidur Derson mengelus-elus rambut Via dengan lembut sampai Via tertidur nyanyak baru Derson melepaskan tangannya secara berlahan, lalu mengubah posisinya menjadi tidur tepat didepan dada Via.


Laki-laki itu mencium aroma badan Via yang wangi, karena perawatan tubuh yang selama ini dipakai oleh Via prodak yang mahal dan terjamin kulitasnya.


Derson menenggelamkan kepalanya disana sampai ia terlelap menyusul Via kealam mimpi, kini dikamar itu hanya terdengar denguran-dengura halus dari keduanya.


*****


Saat bangun pagi Derson memeriksa hpnya dan masih betah didalam selimut sepertinya ada notifikasi pesan masuk. Derson langsung membuka pesan itu, kening Derson mengerut saat mebaca pesan itu ternyata pengirimnya Amelia wanita penggoda, khusus menggoda Derson.


"Derson kamu bantu aku ya kalau misalnya papa ingin menikahkan ku denga laki-laki tua itu. kamu pasti sudah tau apa yang terjadi dikeluarga kami" begitulah isi pesan itu, bukannya membalas Derson malah menghapus pesan itu dari hpnya. sepertinya Derson tidak sudi jika ada pesan Amelia tertinggal dihpnya.


"Jangankan dirimu, pesan mu saja aku tidak sudi menyimpannya" batin Derson lalu kembali meletakkan hpnya diatas nakas, Derson berbalik menghap Via yang masih tidur.


"Sayang kamu beruntung mendapatkan laki-laki seperti aku laki-laki yang setia. aku adalah pria sejati siapapun menjadi pasangan ku pasti sangat beruntung dan pemenangnya adalah kamu sayang" batin Derson percaya diri lalu memeluk Via dengan erat.

__ADS_1


"Hoam......" Via menguap saat membuka matanya dari tidur tiba-tiba perutnya merasa diaduk-aduk dan ingin muntah. Via berlari dari ranjang kekamar mandi dan langsung melepas pelukan Derson dipinggangnya.


Hoek..... Hoek......


Derson datang dari belakang kejadian ini setiap pagi via pasti megalaminya, dengan sabar Derson mengurutkan minyak angin di punggung Via.


Via ingin sekali memuntahkan semua isi perutnya tapi sayangnya hanya ludah bening yang keluar, dengan lemas Via kembali berjalan ke ranjang di bantu oleh Derson.


"Sayang kamu tunggu disini sebentar ya, aku ambilkan air hangat untukmu" seru Derson setelah memastikan Via duduk dengan tepat diranjang dan bersandar dibaju ranjang.


Via tidak menjawab ucapan Derson ia hanya mengangguk Lemas, Derson langsung. berlari kecil keluar dari kamar dan mengambil air dari dapur.


Tidak menunggu lama Derson sudah datang membawa gelas yang berisi air putih hangat, tanpa banyak bicara Derson duduk didekat Via dan membrikan air hangat itu kepada Via.


"Minum dulu sayang" suruh Derson.


"Apa sudah mendingan?" tanya Derson lagi setelah Via selesai minum air hangat itu.


"Seperti biasa sayang, mungkin sebentar lagi akan mendingan mualnya. sayang hari ini kita main-main kerumah Lily ya".


"Pengen lagi? padahal baru 2 hari yang lalu kita dari sana".


"Baiklah sayang, aku akan mengantarkan mu kesana tapi telfon Lily dulu ya! siapa tau Lily kuliah".


******


Karena bosan dirumah Via akhirnya pergi kemall ditemani Derson mengingat hari ini Lily ada kuliah, dan semenjak Via hamil Derson lebih sering dirumah dari pada kekantor padahal ada dokter Riri yang selalu menemaninya dirumah.


"Sayang nggak capek?" tanya Derson sejak tadi mereka hanya berkeliling saja tanpa membeli apapun.


"Nggak capek kok yank, kita nonton dibioskop yok ada film baru keluar sepertinya seru" ucap Via mengingat hari ini ada tayangan perdana film layar lebar.


"Baik nyonya, aku akan membawamu kesana".


Derson membeli tiket 2 di kursi tengah,dan tidak lupa Derson membeli popcron 2 juga untuk ia makan saat menonton nanti.


"Sayang ayok, ini untukmu" Derson meyerahkan 1 popcron untuk Via dan satu lagi ia yang pengang.


Mereka sudah duduk manis dikursinya, kursi sudah mulai terisi satu peesatu hingga kursi didalam ruanga itu penuh dan sebentar lagi waktunya tiba filmnya akan diputar.

__ADS_1


Film diputar Via sangat menikmati film itu dari awal hingga akhir, ia tidak banyak ngomong, kadang mulutnya terbuka lebar karena terlalu asik menonton, popcron ditangannya juga habis dan kini ditanga Derson juga tinggal sedikit dihabiskan oleh Via.


"Sayang laki-lakinya kok jahat banget sih lebih memilih selingkuhannya dari pada istri dan anaknya?" ucap Via sedih saat film sudah berakhir.


"Itukan film sayang".


"Kalau kamu berani kayak gitu aku c*ncang kamu" ancam Via.


"Ihhh seram sekali sayang, aku takut" Derson pura-pura menunjukkan wajah takutnya kepada Via supaya perempuan didepannya bisa tersenyum, dan benar saja beberapa detik kemudian Via tersenyum senang melihat eskpresi suaminya.


"Iya udah kita pulang sekarang sayang, biar kamu istirahat dirumah".


"Ayok".


Ternyata orang kaya itu hari ini ke mall hanya mengelilingi mall tanpa membeli satu produk pun, mereka pulang setelah selesai menonton, jadi pengeluaran Derson kali ini hanya tiket bioskop dan 2 popcorn.


Derson mengemudi sendiri Via duduk tenang disamping Derson keduanya hanya diam memandang fokus kedepan.


Dret...dret...


Getaran hp Derson berada didasbor mobil menandankan ada telfon masuk.


James calling....


"Sayang angkat tlefonnya dulu" ucap Derson.


Via memgangkat telefon itu dan membuatnya mode speaker supaya Derson bisa berbicara tanpa meletakkan hp di telinganya.


"Ada apa?".


"Apa hari ini nggak kekantor lagi, ada berkas penting yang perlu kamu tandatangani dan tidak bisa diwakilkan" seru James dari seberang telefon.


"Baiklah aku akan kekantor sekarang" ucap Derson, lalu menyuruh Via mematikan telefonnya.


Derson memutar arah mobilnya ke lain arah, karena ada hal penting jadi Ia juga membawa Via ikut kekantor.


🌛🌛🌛


Jangan lupa Like, Komen, Favorite, dan juga Vote, kasih Mawar juga ya, kalau suka kasih Bintang 5 nya juga.

__ADS_1


Makasih ❤❤❤


__ADS_2