
Hai hai sista lama outhor ngak menyapanya nih... kangen dah ama kalian... author bingung nih si Melody ceritanya lanjut panjang apa udahan ya... soalnya pengen nulis judul baru, tolong masukkannya ya sista...😘😘.
🍹🍹🍹🍹
" Mel... Mel.. sudah siap apa belum ? beneran nih ibu sama bapak di suruh pake baju beginian... ngak kebagusan bajunya nak? " tanya Iwan dari balik pintu... Saat pulang tadi Melody membawa 3 Pasang baju baru yang di belikan Samudra untuk mereka untuk Nanti malam.
" Kletek..... iya pak.. pake aja, ngak tau juga tuh Mel aja di belikan baju putih begini... gimana pak bagus ngak?? " tanya Melody setelah membuka pintu kamarnya.... mata tua Iwan berkaca-kaca melihat Melody yang memakai gaun atau semacam gamis berwarna putih bersih... Anaknya itu terlihat jadi lebih dewasa
" Ya Allah... Subhanallah cantik sekali anak bapak... bu... buuuu... lihat anakmu bu!! " panggil Iwan, dengan tergopoh-gopoh Imah keluar dari dapur
" Masya Allah anak ibu... cantik banget, tapi bajunya kok gini ?? kayak anak gadis mau di lamar aja!! " ucap Imah juga dengan mata berkaca-kaca
" Ngak tau bu... kata tuan Samudra harus pake ini biar samaan Sama dia, Nanti dia mau pake koko Putih juga katanya.... kita Selfe yok.... " ajak Melody... ketiganya lalu berpose untuk Selfie dengan HP Melody, wajah Imah dan Iwan nampak sangat bahagia di foto tersebut.... padahal hati keduanya terasa sedih karena anak yang mereka rawat semenjak Kecil tau-tau sudah besar aja... 😂😅😅
👑👑👑👑
Sementara kegabutan terjadi si mansion Erlan, Sam yang sudah datang ke rumah papahnya geleng kepala melihat begitu banyak bingkisan yang di siapkan mamahnya
" Mah.. banyak banget sih bingkisannya, sampe 2 tumpukan begini?? " protesnya
" Ini mamah pisah 2 karena saat kita datang kan niatnya mau kenalan dulu, nah ini buah tangan dari keluarga kita. Terus yang ini... ntar kalau kita kita mau melamarnya di setujui pihak perempuan... hantaran nya tinggal di ambil di mobil... kan praktis " jelas Sakura
" Terus ini keranjangnya uang kok sampe 3..kenapa ngak jadi satu?? " tanyanya lagi
" Ya persiapan.. siapa tau Mintanya banyak kan mamah sudah siapin banyak uang nya, sudah kamu siap-siap aja... ini urusan mamah " omel Sakura
" Bukan mau cerewet mah... rumah Melody itu Masuk gang... kita harus jalan kaki Lumayan Jauh... belum lagi rumahnya kecil mah... ini antaran sebanyak ini nanti ngak muat rumahnya... " jelas Sam
" Mamah sudah atur... pokoknya kamu diam aja... Ayo kalau sudah siap kita berangkat... kita satu mobil aja, Ryan kamu ikut kami saja ya... kalian masukkannya semua paket ini di mobil... 4 pelayan ikut di mobil. bingkisan ya..bla bla bla.... " suara Sakura tak berhenti memerintahkan membuat kepala Samudra jadi pusing, ya itulah mamahnya... Makanya ia Seringkali mengatakan Jangan berlebihan pada mamahnya... Namun Sakura tak mau juga mendengar...
Rombongan Samudra pun mulai meninggalkan Mansion, Moe memimpin di depan... membuka jalan menuju ke rumah Melody... di Lokasi Ringgo sudah mengatur dengan me lobby pendudukan Sekitar untuk meminjamkan tempat untuk parkir mobil2 yang datang, bukan hal mudah Karena rombongan Sam ada 5 mobil
Sepanjang perjalanan baby Amira tak mau lepas dari gendongan Ryan.. semenjak melihat Ryan datang Ia sudah langsung minta gendong
" Amira.. kamu kok Aneh sih.... sama papah mu ngak mau ikut , sama Ryan malah nempel kayak prangko " ucap Sakura melihatnya
__ADS_1
" Gitu deh mah... so Ryan kan mau melet mama nya yang kena anaknya ha ha ha " canda Samudra
" Mulutmu harimaumu.... King of P " ucap Ryan keky
" Duh becanda aja Ryan... gitu aja marah...lagi pms ?? merengut aja dari tadi " jawab Sam
" Ngak tau nih kak Ryan... begitu dengar kakak mau lamar Melody... dia kayaknya ngak senang deh... curiga kak Ryan naksir Melody ya ??" celetuk Sandra...
" Saya marah bukan masalah itu San... tapi kakakmu itu lho, Bilangin aku Pedofil hanya karena aku ngobrol sama Melody... padahal lho umurku belum juga 30 lha doi dah 35...ngak soleh siapa yang pedofil coba .." omel Ryan
" Ya itu Supaya kamu ngak mendekati Melody... aku cemburu tau...!! " potong Samudra
" Sudah... sudah, ini kita sudah sampai.. ayo turun " ucap Erlan... rombongan pun keluar dari mobil dan berjalan masuk gang menuju rumah Melody... di belakang mereka maid dan para pengawal masing-masing membawa satu bingkisan .
Sepanjang jalan para tetangga Melody yang melihat rombongan orkay lewat pada heboh... mau ke rumah siapa rombongan orkay ini... mobilnya aja banyak dan mewah semua. Dan Begitu rombongan berhenti di depan rumah Melody.... sekampung langsung geger
Moe membukakan Pagar rumah Melody...
" Assalamu alaikum!! " ucap Ringgo lantang
" Wa alaikum Salam... silahkan masuk... nak Samudra ini keluarganya semua?? " tanya Imah
" Iya bu... ayo mah.. pah masuk... yang lain di luar saja!! " titahnya
" Masa saya di luar ?? " protes Ryan...
" Kamu ya masuklah.. Ntar ngambek lagi " sahut Samudra
Kini keluarga untuk Samudra sudah memenuhi ruang tamu belum lagi di tambah bingkisan yang seabrek... Imah dan Iwan sampai bingung kok jadinya begini??
" Ibu.. bapak.. perkenalkan saya Sakura... mamahnya Sam, ini suami saya Danny Erlan dan ini anak saya Sandra " sapa Sakura ramah
" Nama saya Iwan dan ini istri saya Imah, maaf tempat kami sangat sempit dan sederhana kami harap para tamu tidak keberatan , beginilah keadaan kami " jawab Iwan tak kalah sopan
" Ini menantu nya ya... cakep sekali?? " tanya Iwan berbasa basi karena Ryan tak di perkenalkan... Ryan langsung saja terbatuk mendengarnya
__ADS_1
" Bukan... saya asisten tuan Samudra.. nama saya Ryan " jawab Ryan segera
" Oh maaf saya Kira suaminya non Sandra, Soalnya anaknya lengket sekali " ucap Iwan membuat keduanya hanya bisa diam
" Jadi Bapak ibu.. tujuan kedatangan kami kemari adalah untuk berkenalan agar kita bisa semakin dekat.. jadi kedua anak kita bisa mulus jalannya ke pelaminan " sambung Sakura membuat kaget keduanya
" Maaf sebelumnya nyonya... tuan... apa keluarga tidak keberatan dengan status Melody yang orang biasa ini, sedangkan nak Sam beradal dari keluarga berada " balas Iwan
" Mengapa harus keberatan?? yang penting anak kami cocok dengan Melody.. bapak ibu... harta itu hanya titipan, jadi bagaimana ?? kami harap bapak ibu mengizinkan Melody ke America dan juga saya harap kita bisa berbesan segera " tembak Sakura tak mau berpanjang lebar
" A.... a.. apa..?? berbesan.. maksudnya?? " Iwan dan Imah kaget sekali ternyata tanggapan keluarga Samudra Malah Ingin merapatkannya bukan menjauh seperti pikiran Iwan selama ini
" Ya maksud istri saya.. jika anak-anak sudah cocok.. kedua belahan pihak juga sudah Setuju kami ingin melamar Melody untuk anak kami Samudra " jawab Erlan
" Haaaa.... " kembali keduanya hanya bisa melongo... sebuah pernyataan yang sangat tiba-tiba membuat keduanya tak bisa berkata-kata
" Maaf pak.. bu.. Melody nya dimana ya?? " tanya Samudra mengalihkan pembicaraan.... Iwan segera mengelus dadanya perlahan
" Oh ada.. maaf saya sangat terkejut sampai lupa memanggil Melody... Mel..... tamunya sudah datang!! " panggil Iwan
Kletek.... Pintu kamar Melody terbuka dan Keluarlah Melody dengan gaun putihnya sambil tersenyum..... kini giliran pihak tamu yang ternganga melihat Melody tampil begitu cantik malam ini...
Deg... deg... deg.... dada Samudra berdesir hebat, matanya tak mau berkedip melotot memandangi kesayangannya yang berjalan berlahan lalu duduk di Sebrangnya.... seolah-olah Ia sedang melihat bidadari yang turun dari khayangan..... 😱😱
" Owww...San Sakit.... " jerit Samudra saat Sandra mencubit pahanya dengan keras
" Mingkem napa.. mangap-mangap kayak ikan mas koki aja ngeliat pujaannya.. bikin malu aja " bisik Sandra namun masih terdengar semua orang.... dan semuanya pun tertawa mendengarnya... wajah Samudra dan Melody pun memerah.... dada Melody pun tak kalah berdebar saat pertama melihat Samudra memakai koko Putih.... ia terlihat begitu tampan.... Aduhhh gimana ngak tambah sayang ya..... 🤗🤗🤗
Sambung besok ya lamarannya....
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote nya
Bonus foto Melody dengan gaun putihnya.... 😍😍
__ADS_1