Melodi I Love You

Melodi I Love You
128. Dunia Akhirat


__ADS_3

Sementara itu di Mall....


Dari rumah mertuanya, Samudra menuju ke Mall terlebih karena hari sudah menunjukkan jam 10. Nadia pun menyambut kedatangan Samudra dengan senang, ia pun melaporkan semua perkembangan selama seminggu terakhir sambil berkeliling dari lantai 1 ke lantai 3.


Kegiatan ini adalah hal yang paling di sukai para karyawan Mall tentunya yang perempuan.. karena mereka bisa cuci mata melihat bos mereka yang tampan.. kekar nan mempesona itu. Tak terkecuali Nadia.. ia sudah lama mengidolakan Samudra sampai-sampai ia rela melamar di Mall milik Samudra agar bisa dekat dengan nya.


" Apa banyak berkas yang harus kutandatangani? " tanya Samudra


" Lumayan tuan... tapi anda harus rapat dulu dengan beberapa tenan baru tuan, mereka sudah menunggu di ruang rapat " jelas Nadia


" Hemm baiklah.... " Samudra pun menuju ke ruang rapat, sepanjang rapat ia tak terlalu konsentrasi... di kepalanya hanya ada wajah istrinya...


" Baru juga berpisah... aku sudah begitu merindukanmu sayang!! " ucapnya dalam hati sambil menghela nafasnya. Akhirnya rapat yang menyiksapun selesai... jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Sambil berjalan menuju ruangannya Samudra tersenyum senang karena sebentar lagi waktu makan siang....


" Ahhh makanan apa yang akan di bawa oleh istriku ini.. ya.. " ucapnya dalam hati


" Tuan... mau saya bantu di dalam? " tanya Nadia memberanikan diri bertanya walaupun ia sudah tau.. Samudra tak suka ada pekerja yang masuk ke ruangannya


" Tidak... kau tau peraturannya Nadia!! " jawab Samudra kesal. Nadia pun akhirnya hanya bisa ke ruangannya dengan rasa dongkol, apalagi ia mendengar Moe menertawakannya


" Nadia... tak usah bermimpi.. kau tak akan bisa mendekati tuan walau hanya 1 CM ha ha ha " bisik Moe begitu ia melewatinya


" Huh.. ingat lelaki tua bangka, begitu aku menjadi nyonya Samudra.. kau orang pertama yang akan aku pecat!! " balasnya sambil melotot


" Ow... takuttttt.... ha ha ha " olok Moe


" Nadia.. Nadia.. kalau kau tuan sudah menikah.. bisa nangis bombai kau πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†" ucap Moe dalam hati


Jam 12.30.......


Si comel Melody memasuki kantor suaminya di iringi oleh Ringgo dan Anton. Ditangannya sudah ada paperbag yang berisi makan siang untuk suaminya tercinta. Sesampainya di ruangan Nadia....


" Siang mba Nadia... " sapa Melody ramah


" Mau kemana?? " tanyanya pada Melody


" Mau mengantar makan siang " jawabnya sambil melangkah melewati Nadia

__ADS_1


" Eh berhenti... siapa bilang kau bisa masuk ke ruangan tuan... sini aku saja yang memberikan !! " ucapnya lalu berdiri namun belum mendekati Melody.. ke tiga bodyguard langsung menghalangi Nadia


" Siapa bilang nona tidak boleh masuk..?? yang tidak boleh itu kamu!! " ucap Moe


" Silahkan nona... tuan sudah menunggu anda sedari tadi " ucap Moe sambil sedikit membungkuk...


" Terimakasih uncle Moe.. " Melody pun melenggang kangkung masuk ke ruangan Samudra... Nadia sangat dongkol plus keky melihat Melody begitu diistimewakan...


" Cih... aspri serasa ratu " omelnya sambil mengacak-acak mejanya karena kesal.


" Assalamu alaikum..!!! " salam Melody begitu membuka pintu.. nampak suaminya sedang duduk di meja kerjanya dengan setumpuk berkas


" Wa alaikum salam sayangku... akhirnya kau datang... kemari dulu, biar aku memeriksamu " ucapnya menepuk pahanya seperti biasa, dengan senang Melody pun menuruti keinginan suaminya itu


Tangan Samudra memegang pinggang Melody dan hidungnya menyosor ke sana kemari bak detektor


" Hemm wangi sekali.. aku suka sekali, berikan sangu lagi... daya ku sudah mau habis sayang... " pintanya... tanpa protes Melody pun mencium suaminya, sambil mencium tangan nakal Samudra masuk bermain dengan si kembar


" Aww... sayanggg sakit tau...!! " omel Melody saat Samudra memelintir salah satunya... Samudra hanya terkekeh, Melody lalu menyiapkan makan Sam di atas Meja


" Ayang... sementara dawet tinggal sama bapak ibu ya.. bolehkan?? " tanyanya


" Memangnya kenapa?? apa dia ada masalah?? "


Melody kembali duduk di pangkuan suaminya... ia pun menceritakan perihal apa yang menimpa sahabat nya itu.. sambil bercerita... telunjuknya bermain di dada Samudra membuat si soang langsung cemat cemot....


" Jadiiiii.... ay, si dawet mau kerja aja di perusahaan ay... jadi ob juga ngak papa, boleh ya... " ucapnya sambil berbisik di kuping Sam.. membuat ser ser dadanya dan mengirimkan sinyal ke adik kecil, hingga si adik kecil terbangun dengan cepat.


Melody yang duduk di pangkuan Samudra.. merasakan akan hal itu, ia tersenyum berarti triknya sukses ini he he


" Kalau aku ngak mau.. bagaimana?? " tanya Sam agak jual mahal... padahal... " Ya kalau ay ngak mau... ngak papa, Mel bisa minta tolong ama kakak co..."


" Apa katamu.. ?? kau mau menghubungi cogan jelek itu... mau ku tembak dia hah!! " protesnya kesal


" lho kok ayang marah.. kan ayang nanya?? "


" Ya marahlah... aku ini sudah masuk jajaran konglomerat tau.. masa istri ku minta tolong ama anak kemaren sore cih... " kembali mengomel si soang

__ADS_1


" Jadi... bisa di dawet kerja di kantor ayang....?? " tembak Melody tepat sasaran


" Bisa... tapi masa kau tega sahabatmu hanya menjadi ob sedangkan kau adalah istri pemilik perusahaan ini?? " pancing Sam balik


" Ya ngak tega sih... tapi kan ayang yang pegang kendali, Mel bisa apa?? "


" Tidak juga... kau pun bisa memegang kendali "


" Maksud ayang Gimana sih... coba jangan muter2 kaya komedi puter... pusing Mel jadinya 😀😀"


" Semua tergantung padamu... aku memberimu kesempatan siang ini untuk memuaskanku, semakin aku puas semakin tinggi jabatan yang akan kuberikan untuk dawet kering itu... bagaimana.. nyonya Samudra... kau mengerti sekarang?? 😈😈 " ujar Samudra tersenyum senang... dan hal itu sebenarnya sudah di perkirakan oleh Melosy


" Ok.. siapa takut, tapi ayang jangan bohong ya... kalau bohong awas !!"


" Kau berani mengancamku bocah?? hemmm " ucap Samudra sambil mulai menciumi ceruk leher Melody


" Tentu saja berani... dan Mel sudah bukan bocah lagi.... " ucap Mel dan memulai aksinya, ia mencium bibir suaminya dengan ganas sambil menaikinya... kedua tangannya kini sudah lihai membuka kancing demi kancing berlanjut membuka sabuk milik Sam.


" Ay... di sini sempit.... " bisik Melody.. mendengarnya Samudra langsung berdiri dan membawa Melody ke apartemen mini mereka. Mereka melanjutkan hal nan indah dan panas itu di ranjang... wangi tubuh Melody benar-benar membuat Samudra Mabok kepayang... apalagi Melody menservice nya dengan begitu nikmat.


Samudra sungguh tak menyangka.. siang ini ia mendapatkan nikmat dunia akhirat he he 😸😸😸. Selesai memuaskan suaminya.. Melody langsung tertidur di pelukan Samudra. Samudra menciumi seluruh punggung Melody saat Melody tertidur... entah mengapa ia melakukannya, yang ia tau... ia sangat suka melakukannya sambil menghirup wangi tubuh Melody.


Selagi Melody tertidur, Samudra mandi dan memakai pakaian kerja baru. Ia lalu menyuruh Kartika memberitahu Ryan agar tidak kemana-mana sore nanti, ia akan mampir dengan Melody untuk sesuatu hal.


Setelah Melody bangun dan mandi keduanya lalu keluar hendak ke kantor Pt. Samudra untuk rapat kecil dengan Ryan dan Kartika.


" Sore tuan....!! " sapa Nadia


" Hemmm... " sahut Samudra tanpa melirik sesikitpun padanya... mata Naura melotot melihat Sam sudah berganti pakaian, begitu pun Melody bahkan rambut Melody setengah basah


" Brak... kurang ajar, bocah itu sudah berani naik ke ranjang tuan Samudra... Bangsat.... dasar bocah licik.... 😑😑😑 " omel Nadia dan kembali kertas tak bersalah di atas meja menjadi sasaran amukan kemarahannya....


Ya Iyalah.. masa ya iya dong, wong dah jadi istri pastilah naik ke ranjang... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… soalnya kalo di lantai... sakit πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya

__ADS_1


__ADS_2