Melodi I Love You

Melodi I Love You
29. Di Jodohin


__ADS_3

Keringat Melody bercucuran... lebih 2 jam sudah Ia berlatih di tiang pool dance, Sinta mengamatinya dengan bangga. Dari semua murid yang pernah di latihnya hanya Melody yang memiliki kecerdasan dan bakat luar biasa, karena ia sangat cepat mengerti dan mempraktekkan semua gerakkan yang di ajarkannya.


Sinta berharap Melody bisa meneruskan dirinya menjadi penari di club seperti dirinya dulu. Namun Melody di besarkan oleh orang tua yang tak menyukai Seni.. hingga sulit bagi Sinta untuk mengajak Melody mengikuti jejaknya secara terang-terangan , tapi Sinta tak putus asa...ia yakin suatu saat Melody akan menjadi bintang di klub malamnya.


" Huh.. huh.. huh... boleh Mel istirahat dulu bu, berat badan Mel banyak naik.. membuat beban tangan Mel semakin berat he he " ucapnya sambil mengelap keringat yang bercucuran di tubuhnya.


" Iya nih.. Mel tambah muontok aja, enak ya makanannya di tempat kerja " tanya Sinta


" Iya bu.. Mel kan kerjanya di lantai 15..lantainya para bos-bos, menu makanannya berbeda dari lantai lain.. Katanya langsung dari resto terkenal, jadinya Mel kalo makan banyak bu.. he he namanya juga dalam masa pertumbuhan " jawabnya sambil cengegesan


" Mel... ibu boleh nanya masalah pribadi ngak? " tanya Sinta


" Boleh bu... memangnya ibu mau nanya apa ?"


" Mel.. sudah punya pacar belum? " tanyanya..Melody menggeleng cepat


" Kenapa Mel ?... ngak mungkin gadis secantik kamu ngak ada yang naksir "


" Ngak papa bu... Melody memang belum mau mikir yang gitu-gitu, Mel mau kerja aja dulu .. nabung.. siapa tau nanti bisa kuliah, kata bapak sama ibu.. kalau Melody pacaran nanti ngak konsen dengan cita-cita Mel " paparnya


" Memangnya kenapa Bu? " tanya Melody balik


" Ngak.. adeknya ibu kan jomlo lagi cari istri, siapa tau jodoh sama kamu. " jawab Sinta jujur


" Ihhh ibu....Mel masih kecil belum saatnya nikah.. pacaran aja belum, ngak usah bu...lagian Mel ini kan orang susah mana cocok buat keluarga ibu yang horang kayah " ucapnya sambil tersenyum manis


" Mel keluarga Ibu ngak pernah melihat seseorang dari hartanya maupun latarnya keluarganya, yang penting baik.. mau ya kenalan sama adeknya ibu " bujuk Sinta


" Ngak bu guru cantik... " jawab Melody lalu berlari kembali berlatih di tiang pool dance, Sinta hanya bisa mengelengkan kepalanya...muridnya yang satu ini memang ngak pernah macam-macam dan ia sangat menuruti semua nasihat kedua orang tuanya.


Selesai senam keduanya meluncur ke kolam renang... Melody senang sekali sore ini... 2 Kegiatan yang sangat di sukainya bisa dilakukan sampai ia puas.


Malamnya mereka berdua memasak dan kembali belajar table manner dan mengaplikasikan make up. Sinta sangat menikmati moment kebersamaannya dengan Melody, muridnya ini sangat lucu dan selalu membuatnya tertawa dengan kepolosannya


" Baiklah Mel sekarang pulang ya bu.. sudah malam, besok pagi Mel harus pergi lembur lagi " pamit Melody


" Okay hati-hati, sampai jumpa sabtu depan ya muah.. muah... " jawab Sinta lalu memeluk dan mencium Melody


Sesampainya di rumahnya


" Assalamu alaikum.. bu.. bapak.. Mel pulang!! " panggilnya, keduanya pun keluar menyambut anaknya


" Wa alaikum salam... masuk nak, Mel sudah makan? " tanya Imah


" Sudah bu.. ini Mel malah di bawain kue ama bu Sinta " jawabnya lalu menyerahkan paperbag di tangannya setelah salim dengan keduanya


" Bapak ibu lagi ngapain...? " tanyanya


" Ini biasa lagi nonton tv sambil nungguin kamu " jawab Iwan yang sedang duduk di lantai sambil meminum kopi. Tak lama Imah pun duduk di sebelahnya dan membawa toples kue dari Sinta


Melody dengan manja berebah di pangkuan sang ibu

__ADS_1


" Lho kok tidurnya di lantai nanti masuk angin .. kalo cape masuk kamar sana " ucap Iwan


" Ngak mau.. Mel mau di sini nonton tv sama sama.. Mel kangen di manja2 " ucapnya lalu memeluk paha Imah seolah-olah seperti memeluk guling


" Ya sudah... sini tiduran sama ibu... " ucap Imah senang, tangannya lalu mengambil koran dan mengipasi Melody...ngak pake lama Melody lalu tertidur, karena ia memang sangat lelah hari ini.


" Lihat anak gadismu pak... manjanya, sudah ngantukk ya ngak mau tidur di kamar malah delosor si sini " lapor Imah melihat Melody yang langsung terlelap


" Wess.. biar saja bu, Nanti kalau kita mau tidur baru kita bangunkan dia, Jangan lupa besok pagi di Ingatkan dia kan harus lembur " jawab Iwan


" Pak.. tadi nyonya manggil ibu, nyonya menanyakan Melody " lanjut Imah


" Memangnya kenapa Bu? "


" Nyonya bermaksud menjodohkan Melody dengan anak bungsunya, yang baru lulus kuliah itu lho pak.. den Angga, gimana menurut Bapak? " tanya Imah


" Maaf bu bukan bapak pilih-pilih, ibu sudah terbiasa di anggap pembantu oleh keluarga mereka... jika Melody menjadi menantu di situ, bapak khawatir mereka juga ujung-ujungnya tak bisa menghargai Melody seperti seharusnya karena mereka dari keluarga Kaya... Lebih baik Jangan " jawab Iwan


" Ya sudah... tapi ibu jawabnya gimana dong Pak? " tanya Imah


" Ibu bilang saja.. kita sedang menabung karena mau menguliahkan Melody, dia masih mau sekolah dulu ..Pokoknya jawablah dengan sopan ya bu. "


" Ya sudah.. Nanti ibu akan jawab seperti yang bapak bilang " ucap Imah, ada benarnya pemikiran dari suaminya .. Walaupun Imah Ingin Melody hidup lebih baik tapi belum tentu jika jadi menantu tuannya Melody di perlakukan dengan baik.


🍻🍻🍻🍻


" Mel... Mel... bangun nanti kesiangan buru-buru lagi perginya... Masya Allah... Mell " Imah geleng-geleng Kepala mendapati Melody tertidur dengan memakai mukenanya di lantai kamarnya, Ia pun menggerakkan badan Melody berlahan


" Sudah bangun bu... Melody? " tanya Iwan yang bersiap di kamar


" Lagi mandi Pak.. Sebenarnya ibu kasihan melihat Melody sepertinya begitu kelelahan, apa kita suruh berhenti aja kerja ya pak... toh teman-temannya juga pada belum ada yang kerja " usul Imah


" Ya nanti bapak tanya sama Melody, sarapan buat Melody dan bosnya sudah disiapkan bu? "


" Sudah pak.. ibu buatkan yang banyak, sekalian tanda terimakasih pada bos nya Melody " sahut Imah


Ketiganya lalu berkumpul di ruang tengah merangkap tempat makan dan tempat nonton tv itu.. ketiganya minum teh panas dan makan kue dulu. Iwan lalu mengantar Melody ke apartemen Samudra


" Mel... kalau Melody merasa Kecapean... sebaiknya Melody berhenti aja bekerja " ucap Iwan


" Trus Melody ngapain pak ? "


" Ya dirumah aja dulu.. kasihan kamu nak, teman2mu kan juga belum ada yang kerja " bujuk Iwan


" Ngak papa Mel suka kerja Pak.. teman2 di Kantor baik semua, ya cuman si tuan boss aja yang pemarahan... tapi seperti kata bapak namanya boss pastilah pemarahan he he " jawab Melody


" Tapi jangan dipaksaain ya nak, kalau kamu merasa lelah berhenti saja.. okay, janji sama bapak "


" Okay.. okay.. Melody janji " pembicaraan pun terhenti setelah keduanya sampai di tujuan.


Sambil berlari kecil Melody masuk dan langsung menuju lift, petugas apartemen melihatnya sekilas

__ADS_1


" Bro.. tuh cewek datang lagi , gimana kita laporin nyonya apa ngak? " tanya Salah seorangnya


" Kita tunggu saja minggu depan.. kalau dia masih datang baru kita lapor " jawab rekannya.


🐓🐓🐓🐓


Sesampainya di pintu apartemen Samudra...


" Tuan Moe.. bisa minta tolong dibukakan pintunya? " pinta Melody


" Nona tekan saja xxxxxx , sudah terbuka deh pintunya " jawab Moe


" Panggil Mel aja tuan.. ngak usah pake Nona " ucapnya


" Baik Nona... "


" Kok masih pake nona sih... " protes Melody


" Ngak papa non, silahkan masuk aja " ucap Moe


" Terimakasih tuan Moe " ucapnya sambil memberikan senyum terbaiknya


" Gimana ngak betah tuan Samudra berlama-lama sama non Melody.. Wong senyumnya itu bikin rontok hati " ucap Moe dalam hati


2 jam sudah Melody bersih2 di dalam apartemen, namun Ia tak berani memasuki kamar Samudra.


" Apa yang kau kerjakan bocah... mana sarapanku? " suara serak-serak khas bangun tidur Samudra mengagetkan Melody


" Eh tuan boss sudah bangun, sarapan tuan bos sudah siap di meja makan " jawabnya


" Temani aku sarapan " titahnya.. Melody pun menurut, Ia mencuci tangannya lalu menyiapkan nasi uduk beserta lauknya yang di bawanya dari rumah


" Kamu sudah sarapan? " tanya Samudra


" Belum tuan.. "


" Sini makan bersamaku " titahnya.. keduanya lalu sarapan


" Mengapa gurumu selalu memintamu untuk menemaninya, kan banyak saja muridnya yang lain yang belum bekerja? " tanya Samudra


" Bu guru mau jodohin Melody sama adeknya yang baru datang dari luar negri " sahut Melody santui


" Uhuk... uhuk.. uhuk... " Samudra langsung terbatuk.. Makanan di mulutnya terhambur di meja....


" Tuan bos.. Kenapa? kok tiba-tiba batuk?? " tanya Melody..bergegas Ia memberikan minum pada Samudra dan mengelus punggungnya


Jiahhh kenapa tuan bos... ketelen sendok denger Melody mau di jodohin 😂😂😂


See you next eps


Jangan lupa like komen dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2